My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Persiapan



///***///


3 Bulan kemudian kami sudah sepakat untuk membentuk kerja sama antara perusahaanku dengan perusahaan Kenzo. Kami pun juga sudah merencanakan pernikahan kami. Namun kami mendengar kabar kalau Lisa kabur dari penjara dan menjadi buronan.


///***///


Disebuah Caffe


"sayang kau mau pesan apa?" tanya Kenzo


"aku Cappuccino saja" jawabku


"baiklah, 1 cappuccino dan 1 latte" ucap Kenzo


"baik tuan, mohon tunggu sebentar" ucap pelayan


Kamipun menunggu pesanan sambil membahas urusan perusahaan, setelah pesanan datang kami terus berbincang.


"sudahlah, kita ini mau menikah. Ayo kita bahas saja masalah kita" ucap Kenzo


"ha? Maksudnya?" tanyaku


"ya, perusahaan bisa menunggu. Sekarang bahas tentang kita saja" ucap Kenzo sambil menyanggah kepala


"bahas apa? Kita ini mau menikah, persiapannya bagaimana?" tanyaku


"ughh, maksudku hanya kita. Aku dan kamu bukan yang lain" ucap Kenzo geram


"oh begitu, bahas apa?" tanyaku


"hemm, nanti setelah menikah apa yang akan kita lakukan? Dimana kamu mau kita honeymoon?" tanya Kenzo


"huh, buat apa mikir sampai sana. Ingat saja, kita ini sudah mau menikah 15 hari lagi. Tapi kita belum pernah menyatakan perasaan masing-masing, terutama kamu" ucapku geram


"perasaan apa?" tanya Kenzo


"ya kayak pasangan lain. Pernahkan kamu berfikir kalau hubungan ini tak sehat?" ucapku


"maksudnya?" tanya Kenzo


"ya jarang bertemu, tidak romantis, tidak menunjukkan cinta. Setiap hari hanya bahas itu-itu saja. Perusahaan, desain, mafia. Tak ada yang lain. Bicarapun juga formal" ucapku


"lalu kamu maunya gimana?" tanya Kenzo


"astaga, bikin kaget" ucapku terkejut


"kaget kenapa?" tanya Kenzo


"kami sangat keren saat bicara non formal" ucapku


"oh begitu... baiklah sekarang kita bicara non formal saja terus" ucap Kenzo


"kenapa?" tanyaku


"biar aku keliatan keren" ucap Kenzo


"yeee, baru dipuji bentar udah terbang" ucapku


"ayo pulang" ajak Kenzo


"kenapa, kan minumku belum habis kita juga baru sebentar disini" ucapku


"sudahlah ayo" ajak Kenzo


Kenzo menarikku keluar dan pulang kerumah. Setelah sampai diapartemenku dia membicarakan satu hal.


"nanti pukul 19.00 PM aku jemput kamu. Kamu tunggu diluar sini saja ya"


"mau ngapain?" tanyaku


"kepo banget ni mbak-mbak. Udah nurut aja, ntar kamu juga tau" ucap Kenzo


"ya ya serah kamu" ucapku


Aku bersiap untuk nanti malam.


Dikamarku..


"hum Kenzo mau apa ya, apa jangan-jangan dia siapkan kejutan, atau aku dikasih hadiah, atau dia siapkan hal romantis untukku. Hah, aku benar-benar salting gara-gara Kenzo" gumamku


Aku bersiap diri untuk nanti malam, waktu tlah tiba. Aku keluar untuk menunggu Kenzo, saat keluar Kenzo sudah berada diluar menungguku.


"hai" sapa Kenzo


"hai juga sayang" ucapku


"seperti biasa kau selalu tambah cantik" ucap Kenzo


"sudah ayo naik, kita pergi" ajak Kenzo.


Setelah beberapa saat kami berhenti dipinggir jalan.


"ayo turun" ajak Kenzo


aku hanya terdiam mengikuti Kenzo dan masih penasaran dengan apa yang akan dilakukan Kenzo.


"eee, Kenzo.. " ucapku


"ya kenapa" tanya Kenzo


"jadi tadi kau mengajakku ini itu, menjemputku untuk makan nasi goreng di sebelah perempatan ini?" tanyaku bingung


"iya, kenapa" tanya Kenzo


"ti tidak.. huh kenapa tadi aku membayangkan hal yang indah, dasar bodoh" gumamku lirih.


"apa kau tidak suka?" tanya Kenzo


"tidak, aku sangat suka. Apalagi kita makan bersama" ucapku


Kami menghabiskan waktu makan nasi goreng disebelah perempatan dipinggir jalan.


"e Kenzo. Kenapa kamu memilih tempat ini?" tanyaku


"oh, aku cari informasi apa yang dilakukan orang lain saat berdua. lalu salah satunya ini, jadi kulakukan saja" ucap Kenzo


"Hahahahahaha, kukira ini idemu sendiri" gumamku lirih


"kamu cantik kalau tertawa" ucap Kenzo


"ya ya, tapi kalau kesini ngapain naik mobil sport mu tolol" tanyaku


"eh iya juga ya" ucap Kenzo


"kamu ini memang tampan tapi kenapa bisa setolol ini" ucapku


"penting aku tampan" ucap Kenzo


Kami berbincang, bercanda mengahabiskan waktu. Setelah selesai aku minum satu gelas air dan aku merasa pusing.


"eh, Kenzo aku merasa pusing" ucapku


"kenapa" tanya Kenzo


"entahlah" ucapku sayu


Brug.. aku terjatuh pingsan. Aku merasa air yang aku minum mengandung obat tidur dengan dosis yang sedikit tinggi. Aku tertidur dengan pulas. Saat aku terbangun aku melihat cayaha yang sangat terang.


"aduhh, sakit sekali kepalaku. Dimana aku sekarang" ucapku bertanya-tanya


aku berdiri dan menengok kekanan dan kekiri mencari siapapun yang aku kenal. Namun aku melihat Kenzo.


"Hai Angel, maafkan aku" ucap Kenzo


"kenapa minta maaf" tanyaku bingung


"aku membawamu dengan seperti ini, aku ingin memberimu kejutan" ucap Kenzo


"maksudmu?" aku bertanya-tanya


"Angell..... Aku Mencintaimuuu....... " teriak Kenzo sangat keras


aku terharu, mataku berkaca-kaca.


"maaf Angel, aku baru mengatakannya padamu. Aku ingin mengatakan ini padamu dan seluruh dunia menjadi saksinya" ucap Kenzo


"dimana ini sebenarnya?" tanyaku


"apa kau belum menyadarinya?" tanya Kenzo


"??"


"kita berada dipuncak menara eiffel Paris sayang" jelas Kenzo


"benarkah?" tanyaku senang


"tentu saja" ucap Kenzo


"Kenzo..... Aku Mencintaimu...... "


Aku berteriak dipuncak menara Eiffel. Kami berpelukan mencurahkan semua rasa sayang kami dipuncak menara Eiffel itu. Kenzo sungguh aku tak menyangka ini semua, sekali lagi Terima Kasih Kenzo.