
Dirumah Kenzo
"masuklah Angel" ucap Kenzo
"iya, terima kasih" jawab Angel
Aku berjalan didampingi Kenzo masuk kedalam rumah mewah nan megah milik keluarga Kenzo.
Didalam rumah.
"Angel.. " sapa kakek dan nenek
"kakek.. Nenek.. " ucapku kaget
Aku berlari dan memeluk nenek dengan penuh kasih sayang.
"apa kau tau, aku selalu menunggumu. Tiap kali aku berharap malah yang datang Lisa" ucap nenek kesal
"nenek jangan begitu nek, Lisa juga gadis yang baik. Nenek hanya belum tau sisi baiknya. Sebenarnya dia itu gadis yang baik, hanya saja belum terlalu mengerti sopan santun" ucapku
"huh sudahlah jangan membahasnya, nenek jadi malas. Mola cepat kemari. Angel kakek dan nenek pergi dulu ya. Kalian mengobrol dulu saja biar lebih dekat" ucap nenek
"baik nek" Ucapku
Klotak.. Klotak...
Suara high heells menggema diseluruh ruangan. Ibu Kenzo pun datang menghampiriku.
"ibu, perkenalkan ini Angel" ucap Kenzo
"huh, gadis biasa, baju murahan, tanpa make up, tas biasa, tidak stylish, rambut tanpa hairstyle. Mungkin kau hanya gadis miskin yang tinggal dipinggiran kota atau karyawan dengan gaji kecil" sindir Mola
"maaf tante, bukannya saya menyinggung. Tapi alangkah baiknya tante lebih mengenal saya terlebih dahulu sebelum menilai saya. Tolong tante jangan nilai saya dari luar saja" ucapku sopan
"bu, sampai kapan kau menilai dari luar? nialilah seseorang setelah mengenalnya. Jika kau menilai hanya dari luar, kau hanya melihat buruknya" tanya Kenzo
"ibumu ada benarnya Kenzo, kita harus memiliki bisnis yang baik untuk masa depan yang baik" sahut ayah Kenzo dari belakangku
"maaf mengganggu kalian, namun maaf saya bekerja di perusahaan 'The Dimont' hari ini saya sekalian diutus untuk mengantar undangan ini untuk seluruh keluarga Aileen, Mohon diterima dan dihadiri. Kata boss hanya pengusaha sukses saja yang mendapat undangan VIP ini" selaku sambil mengambil undangan dari tas
"bagus Kenzo ini kesempatan bagus. Kau bisa mendekatinya. Ternyata kau ada gunanya juga ya gadis" sela Mola
"ya Kenzo, manfaatkan kesempatan ini" jelas ayah Kenzo
"Kenzo ikuti saja, aku dengar ada kejutan disana" bisikku pada Kenzo
"huh baiklah" ucap Kenzo terpaksa
"baiklah om dan tante maaf mengganggu. Saya pamit pergi dulu" pamitku.
"tunggu aku akan mengantarmu" sela Kenzo
"tidak usah temanku sudah menungguku didekat sini, aku masih ada urusan" jelasku
"benarkah" tanya Kenzo
"iya, terima kasih atas hari ini. Selamat sore semua" ucapku
"huh pergilah sana" ucap Mola
"Mola, cukup" sela ayah Kenzo
Aku pergi dari rumah Kenzo dan menunggu taxi pesananku ditaman sambil santai.
"huh kalian, Kenzo maafkan aku tapi kali ini aku harus memberi pelajaran pada ayah dan ibumu. Siapapun yang ingin mempermainkanku atau menghinaku akan kubuat mereka terbelalak dan kupermainkan kembali" ucapku puas pada diri sendiri.