
Perlahan Chriss membawa Clarissa pergi. Aku hanya menatapnya dari kejauhan.
Didalam hatiku....
'hih, Chriss..... Kenapa kau bodoh sekali, tak bisa memahami situasiku dan malah menyalahkanku tolol. Huh untung gue sabar, tapi ya gapapa deh. Setidaknya Clarissa selamat'
Aku mendekati Lisa.
"lalu apa selanjutnya?" tanya Levi
"yah, Angel apa kau bisa memberikanku 25% saham dari perusahaan Kenzo?" tanya Lisa
"wah-wah, kau ini memang tidak sabaran ya. Tapi tunggu dulu, bagaimana kau bisa lepas dari penjara?" tanyaku
"yah gampang, pamanku atau ayahnya Levi punya teman di mafia Sky Blood" ucap Lisa percaya diri
"wah! Benarkah? Aku dengar nama itu sangat terkenal, mafia itu bisa dikatakan ganasnya melebihi mafia di Indonesia. Tapi siapa yang membantumu?" tanyaku
"yah, kata ayahku Tuan David yang membantu kami" ucap Levi
"David? Siapa itu" tanyaku sambil sok polos
"huh, katanya dia adalah ajudan pribadi dari Black Shadow. Ya kau pernah dengar kan Black Shadow?" tanya Levi
"oh begitu, aku pernah mendengarnya" ucapku
"tentu saja, siapa yang tak mengenal Black Shadow, katanya dia adalah seorang pembunuh kejam, sadis dan sangat dingin. Apabila ia merasa tersinggung ia akan membunuh orang itu dengan sangat kejam dan tiada ampun. Aku heran, seperti apa dia. Mentalnya sangat kuat, sangat beruntung orang sepertinya tidak menjadi psikopat" ucap Lisa
"eh, tapi kan gengnya katanya cuma memberantas yang salah. Ia bahkan tak berani menyakiti wanita, anak-anak, dan orang tua" ucap Levi
"benarkah?" tanyaku
"iya, tapi masih ada keraguan apakah ia wanita atau pria" ucap Lisa
"tapi bagaimana bisa kau dibantu ajudannya jika katanya mereka hanya membantu yang benar?" tanyaku
"ugh, huh saat itu kau sangat menyebalkan di pengadilan. Tapi aku tidak tau bagaimana pamanku membujuk tuan David hingga ia mau membantuku mengeluarkanku dari penjara" ucap Lisa
"eh tapi aku dengar, katanya ayahku mengetahui kalau tuan David menyelundupkan narkoba makanya ia setuju membantu kita" ucap Levi
"narkoba?" tanyaku
"iya, kenapa sepertinya kamu kaget sekali?" tanya Levi
"jangan terlalu ember Levi" bisik Lisa
"maaf, aku keceplosan" bisik Levi
"ah, tidak aku hanya heran bagaimana Black Shadow bisa seceroboh itu membiarkan tuan David melakukan hal seperti itu dibelakangnya" ucapku
"yah, dia menggunakan jabatannya di geng Sky Blood untuk batu loncatan" ucap Lisa
"wah berani sekali, gimana sih si Black Shadow" ucapku
"hei jangan begitu, bisa-bisa dagingmu dicincang olehnya kalau kau berani menyinggungnya" ucap Levi
"hahaha tenanglah" ucapku
Didalam Hati...
'apa pandangan orang padaku seburuk itu dimata orang lain. Kalian jangan bodoh, gak usah sok banget jadi orang jijik gue. Lagian si Black Shadow juga ada disini, makasih udah bantu ngebongkar semua rahasia ini. Dasar bodoh'
"hei Angel, itu Tuan David datang" ucap Lisa
"hai tuan David" sapa Levi
"hai tuan David" sapaku sambil melirik tajam
"oh hai" ucap David
David seketika mendekat pada Lisa dan berbisik.
"siapa itu? Temanmu? Mengapa lirikannya sangat tajam dan sadis, saat melihatnya aku merasa ada hawa dingin. Aku seperti mengenal hawa ini" ucap David
"huh, tak mungkin inilah gadis yang memasukanku kepenjara" ucap Lisa
"oh, lalu kenapa ada disini?" tanya David
Sreeett.....
Lisa langsung lari menuju belakangku dan menyandera kedua tanganku dibelakang.
"Lisa apa yang kau lakukan?" tanyaku
"ya, disini dia buat disandera lah. Kapan kita bisa main-main lagi sama dia. Levi ambil dokumennya!" ucap Lisa
"dasar kau, beraninya menipuku" ucapku
"ya ya serahmu" ucap Lisa
"aku mempercayaimu" ucapku
"kau yang bodoh Angel karena terlalu percaya padaku" ucap Lisa
Didalam hati....
"nih" ucap Levi sambil memberikan dokumen
"sekarang pegang ni cewek" ucap Lisa
"oke" jawab Levi
"cepat tanda tangani dokumen ini" perintah Lisa
"dokumen apa ini?" tanyaku
"yah, kalo lo mau bebas kasih 50% saham dari perusahaan Kenzo dan 45% dari perusahaan The Dimont" perintak Lisa
"jangan mimpi" ucapku
Plaakk......
Lisa menamparku.
"Lisa aku telah memberimu kesempatan dipengadilan untun mempasrahkanmu pada pihak berwajib, namun sepertinya kau belum puas. Apa kau tau apa yang kau lakukan padaku kali ini?" tanyaku dengan mata tajam
"apa hah? Apa, ga usah sok jadi orang" ucap Lisa
"huh, sepertinya kali ini harus aku yang turun tangan" ucapku
"hati-hati dengannya Lisa, aku punya firasat tak baik padanya" ucap David
"terlambat tuan David, sepertinya aku juga harus turun tangan untukmu" ucapku
"tunggu, apa maksudmu?" tanya David
Aku memutar tanganku sekuat tenaga dan mencubit tangan Levi dengan kukuku hingga tanganya berdarah.
"aawww........" teriak Levi
Aku langsung berbalik dan menendang Levi, aku berlari menuju Lisa, ia kebingungan. Lisa hendak lari, namun semua terlambat. Aku segera mengambil pisau di celanaku dan menggoreskannya pada paha Lisa sambil berlari. Aku juga melihat David mengambil pistol namun secepatnya aku memutar jam tanganku dan menembakkan sebuah suntik bius kecil dari jam tanganku.
Cllluuupp......
Suntik itu menancap di dada David. David mulai kehilangan kesadaran dan jatuh tersungkur, Lisa hanya menangis kesakitan dan Levi menangis kesakitan. Aku berjalan pada arah Levi.
"hai Levi, pembalasanku belum sampai segini, kok kamu udah nangis sih?" tanyaku lembut
"kau pergi, kau iblis" ucap Levi
"aku tidak menyangkal, Aku adalah Angel. Aku seorang malaikat, bisa menjadi malaikat cantikmu dan juga menjadi malaikat mautmu. Namun saat bertemu orang sepertimu tak ada kata maut, hanya pembalasan yang patut kau terima. Jika menghadapi orang sepertimu aku lebih cocok jadi Iblis" ucapku
"dasar gila" ucap Levi
"terserah kau mau memanggilku apa, i dont care. I'm sorry Levi, but die? Too easy for you" ucapku PD
Clup....
Aku menembakkan satu lagi peluru bius dengan dosis tinggi hingga Levi lebih cepat pingsan daripada David. Aku berjalan perlahan menjauh.
"tunggu..... " teriak David
Aku berbalik dan berhenti, aku kembali mendekati Lisa dan David yang tergeletak bersebelahan.
"ya ada apa David?" tanyaku
"si si siapa kau" tanya David
"maaf David, aku menembakkan bius dosis ringan jadi akan sedikit memakan waktu untukmu pingsan. Tapi aku lupa memperkenalkan diri padamu" ucapku
"dasar wanita j*l*ng" ucap Lisa
Aku mendatangi Lisa dan menamparnya sekuat tenaga.
Pllaaakkkk......
Aku menendang lukanya.
"aawww......." teriak Lisa
"pembalasan ini terlalu mudah untukmu Lisa, ini baru permulaan. Akan ada yang lebih menarik lagi" ucapku
"tunggu.... " panggil David lemas
"oh iya lupa, perkenalkan. Aku adalah Black Shadow" ucapku
"a a apa, ba bagaimana mungkin" ucap Lisa
"ma ma maafkan aku boss" ucap David
"yah, maafmu tidak diterima. Kan kau David, kau dipecat. Eh iya juga nanti kau dijemput, kutunggu kau dimarkas ya. Kita lihat berapa lama kau akan tahan siksaanku. See you" ucapku
---------------------------------------------
***Hai Readers, gimana? kaget? Sisi Iblis Angel keluar nih. Apa yang harapan kalian, balasan apa yang cocok untuk Levi, Lisa dan David?
Apa disuruh memilih, saat ini kalian lebih milih Chriss atau Kenzo yang bantu Angel dipelabuhan?
Dont forget to like, comment and follow my account***;)