
Aku berusaha memaafkan Leo demi ayah angkatku. Aku menganggap tak ada apapun yang terjadi, dan semoga tak akan terulang.
Kami berbincang dan bercanda setelah beberapa saat mereka pergi pulang. Aku langsung masuk ke kantor pribadiku.
///***///
Di Kantor Pribadi
Brug...
Aku menjatuhkan diri diatas sofa, menghilangkan semua rasa lelah yang ada dan berusaha melupakan beberapa kejadian kemarin.
"astaga aku hampir lupa, Lisa, Levi dan David bagaimana? Haduh gimana sih aku ini(memegangi kepalaku sendiri)" ucapku
Aku menelfon asisten mafiaku untuk menanyakan kabar mereka.
'halo, gimana kabar mereka?'
'mereka siapa?'
'Lisa lah, siapa lagi'
'oh, mereka masih dikurung bos'
'baik, tunggu. Aku akan kesana'
'baik boss'
Aku bergegas ganti baju, dan menuju markas. Aku memakai celana jeans, hoodie hitam, rambutku kukuncir satu dibelakang serta kumasukan kedalam jaket tak lupa aku memakai sepatu boot hitam. Aku menutupi kepalaku dengan tudung di jaketku dan memakai kaca mata dengan tangan yang kumasukan disaku jaketku. Jika dilihat dari belakang, sekilas memang aku terlihat seperti pria. Aku tetap menutupi identitasku saat dimarkas, hanya asisten dan pasukan khususku yang tau tentang identitasku.
///***///
Di Markas
Klotak... Klotak...
Saat aku memasuki markas, semua terdiam. Sebelumnya cukup berisik, namun saat aku menginjakan kaki diruang itu semua orang diam dan menunduk padaku. Namun aku mendengar ada orang yang berbisik.
"itu bos kita kan?" tanya anggotaku
"iya" jawab anggota lain
"pria apa wanita sih?" tanya anggotaku
"ntahlah, semua belum ada yang tau tentang identitasnya kecuali asisten dan pasukan khususnya" jawab anggota lain
"wah, aku jadi penasaran. Aku sangat ingin bermain dengannya, jika ia wanita pasti sangat seksi dan jika ia pria pasti pria yang sangat cantik" ucap anggotaku
"jangan macam-macam dengannya. Ia adalah orang paling misterius yang pernah kutemui. Kehadirannya bagai bayangan, makanya banyak yang menjulukinya si black shadow. Kadang muncul juga kadang tidak ada. Ia adalah pembunuh berdarah dingin, apalagi jika bermusuhan dengan orang yang tidak benar, bisa-bisa dibabat habis olehnya" jawab anggota lain
Aku hanya diam berdiri didepan pintu masuk dan meliriknya dari kejauhan. Tak lama asistenku datang dan menyambutku.
"selamat datang boss" sapa asistenku
"bereskan dia" ucapku singkat
"baik boss" jawab asistenku
Tak lama beberapa pasukan khususku datang dan menyeret pria yang tadi membicarakanku. Ia dupukuli habis-habisan hingga sekarat, setelah sekarat ia diseret keluar dan diusir. Ya begitulah aturan gengku.
"jelaskan aturan mainnya" ucapku
"baik boss, semua dengar. Jangan pernah meremehkan orang lain atau nasib yang sama akan menimpa kalian" jelas asistenku
"baik" jawab serempak anggotaku
"baik ayo, dimana Lisa" tanyaku
"mari, lewat sini" ucap asistenku
Setelah itu, asistenku menunjukan letak keberadaan Lisa, Levi dan David. Kami melewati ruangan dan lorong gelap baru sampai. Ya ruang bawah tanah yang gelap, mereka bertiga dikurung diruangan berbeda. Pertama aku menyapa Lisa.
"hai Lisa" sapaku sambil menurunkan tudunh jaketku
"kauu.... " gertak Lisa
"bagaimana? Hei kalian sudah mengobati dia?" tanyaku
"sudah boss" ucapku
"baik boss" ucap pasukanku
Kami berjalan menuju ruangan dimana David dikurung.
"hai Tuan David, atau perlu kusebut tuan pengedar narkoba" sapaku
"maafkan aku boss. Kumohon" ucap David memelas
"tapi kau tidak berfikir tentang ini sebelumnya" ucapku
"maafkan aku" pinta David
"masukan Lisa kedalam" ucapku
"baik boss" jawab pasukanku
"mau apa kau" gertak Lisa
Plakk....
Aku menampar Lisa.
"diamlah, kau masih hidup ini adalah keberuntunganmu, kau tau" ucapku
Bruuggg.....
Pasukanku melempar tubuh Lisa kedalam kurungan David.
"terserah kalian mau apa disini, aku akan meninggalkan kalian dan tak akan mengganggu sampai besok. Anggotaku dengarkan, jangan ganggu mereka sampai besok pagi ok(ucapku lembut)" ucapku
"tapi kami belum memberi mereka makan sejak tadi malam boss" ucap asistenku
"oh benarkah, kasian sekali kalian. Biarkan aku yang memberinya makan, tadi aki bawa camilan enak sekali" ucapku
"tapi dimana boss?" tanya asistenku
"oh iya lupa, salah satu dari kalian masuk kekantorku dan ambil sebuah kotak kayu berwarna coklat diatas mejaku tadi" ucapku
"baik boss" jawab asistenku
Asistenku masuk kedalam ruanganku dan mengambil kotak coklat yang kumaksud. Tak lama asistenku kembali lagi.
"ini boss(menyerahkan kotak)" ucap asistenku
"terima kasih" ucapku
Aku membuka kotak itu dan mengambil isinya.
"ini ada makanan, minuman untuk kalian" ucapku
"boss.... " panggil asistenku
"diam, kalian masukkan makanan ini. Juga ambilkan mereka 2 bantal dan 2 selimut. Kasihan kalau mereka tidur dibawah sini, nanti malam mereka kedinginan" gertakku
Aku memberikan 2 bungkus roti dan 2 botol air minum.
"ok, aku pergi dulu. Jangan sampai salah yaa.. " ucapku
Aku berdiri dan mengajak pasukanku pergi. Namun saat keluar dari ruangan itu asistenku bertanya.
"boss, kenapa kau terlihat murah hati sekali?" tanya asistenku
"murah hati? Aku kan sudah bilang, ini waktunya bersenang-senang apa kalian tidak tidak paham?" tanyaku
Mereka hanya geleng-geleng kepala.
"aduuuhhh(memegangi kepala). Diroti tadi ada unsur narkoba produksi David sendiri tapi hanya kadar ringan dan minumannya, hum ya kalau tidak salah ya. Yang satu mengandung narkoba kadar tinggi dan yang satu mengandung obat perangsang yang sangat kuat" ucapku
"wah boss, kau memang terbaik" ucap pasukanku
"kau pikir, aku sebodoh itu? Of course not" jawabku
"lalu bagaimana dengan Levi boss?" tanya asistenku
"oh iya kan masih ada satu lagi, hum.... Levi apa yang harus kulakukan denganmu yaaa" Ucapku sambil berfikir