My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Terungkap



Kami saling berbicara tanpa rasa benci, akupun bahkan tidak menyadari kalau identitasku sudah terungkap.


"tunggu, bukankah valerie yang harusnya ada disini, namun kenapa malah kau yang disini, katakan disini sekarang sejujurnya" perintah Kenzo


"aa.. aaa.... apa maksudmu?" tanyaku gugup


"sudahlah aku tau semuanya, hanya saja aku ingin mendengarnya darimu secara langsung" jawab Kenzo


"baiklah, aku adalah Valerie dan aku juga Angel, kami orang yang berbeda namun kami sama" ucapku terpaksa


"tunggu apakah kau orang yang sama? Apa tujuanmu mengikuti semua ini, apa maksudmu" tanya Kenzo


"huh, baiklah sepertinya aku tak bisa berbohong lagi. Aku melakukan ini semua untuk menepati semua perkataanku waktu bertemu denganmu malam itu" ucapku


Lalu Kenzo memegang tanganku dan berkata dihadapanku sambil menahan air mata.


"apa kau sebenci itu padaku hingga kau melakukan semua ini, apa kau lupa dengan janji kita dulu?" tanya Kenzo


"tunggu janji apa, aku merasa kita hanya baru bertemu pertama kali saat makan malam itu" jawabku


"maafkan aku. Begini saja, kau tak perlu melakukan semua kesepakatan itu, kau hanya perlu memberiku kesempatan 1 tahun lagi untuk lebih dekat denganku, kumohon" ucap Kenzo sambil menangis


"tunggu kenapa kau menangis, berhentilah menangis. Baiklah aku memberimu kesempatan namun ingat. Jangan pernah bongkar identitasku pada siapapun" tegasku terpaksa


"baiklah, oh lihat itu seperti suara Chriss" jawab Kenzo


Astaga Kak Chriss datang, aku bingung dan panik mencari topengku. Kenzo hanya melihatku sambil tertawa.


"Astaga dimana topengku, arrgghh kenapa perutku sakit sekali." ucapku


"hei pelan-pelan" ucap Kenzo


"ah, akhirnya ketemu" ucapku sambil memakai


"oh hai kalian. Tunggu kenapa kalian berdua bisa terluka bersama sih, kompak sekali hahaha" ledek Chriss


"hah, diamlah. Aku berjuang melawan maut demi temanmu ini" ucapku menunjuk Kenzo


"ha? Apa yang terjadi?" tanya Chriss


Aku menceritakan semua hal yang terjadi padanya, Chriss baru bisa datang setelah membereskan semua hal setelah perang.


"wah jadi itu semua karenamu, tanpamu mungkin semua pasukan kita habis terbunuh. Namun bagaimana caramu menyadari semua ini" tanya Chriss


"ya aku tak perlu beritahu semua pada kalian, beberapa waktu lalu aku memperhatikan gerak-gerik paman itu, tingkahnya sangat aneh, aku tak berani ambil resiko jadi selama dirumah aku merubah semua rencana. Aku menaruh pasukan rahasia di jalan yang satunya. Aku berencana tidak memberitahu siapapun sampai setelah semua ini selesai. Saat itu aku tidak mempercayai siapaun kecuali diriku sendiri" jawabku


"wah sungguh aku terlalu menganggpmu remeh valerie, tunggu kenapa kau selalu memakai topeng ini? Kau masih sakit, lepaskan saja" ucap Chriss


"hem. Sepertinya aku harus jujur, diwajahku terdapat luka yang kudapat dalam kejadian serius. Namun kak kenapa kau selalu memanggilku Valerie, kau hampir tak pernah memanggilku Angel? Jawablah jujur kak, aku sudah berterus terang padamu" gertakku


"dulu aku sangat mencintai seseorang bernama Angel, dia temanku yang baik bahkan dia sahabatku. Dia cantik, pintar, cerdas dan sangat cerdik. Dia memiliki banyak kesamaan denganmu" jawab Chriss


"lalu kenapa kau terlihat sangat sedih saat menceritakan ini?" tanyaku


"waktu wisudaku aku berencana untuk menembaknya, namun karena ada urusan bisnis aku dipaska ayahku untuk memacari bunga sekolah karena itu akan menambah keuntungan perusahaanku" jawab Chriss


"apakah kau menyetujuinya?" tanyaku sambil menahan air mata


"pada awalnya aku tak menyetujuinya, namun beberapa hari sebelum wisuda aku melihatnya dilamar seorang pria" ucap Chriss


"dimana?" tanyaku antusias


"bahkan pria itu melamarnya di taman bermain kesukaan kami" jawab Chriss


Seketika saat mendengar jawaban Chriss aku terkejut dan langsung teringat saat itu.