My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Grazie



"siapapun tolong aku" ucapku melemah


Aku jatuh terduduk sambil tetap memegangi pedangku dan perutku yang sangat sakit. Pandangan mataku mulai memburam, semua mulai terlihat kabur.


"aku harus berdiri, polisi akan segera sampai disini. Identitasku tak boleh terungkap" ucapku lemah


Aku mencoba berdiri, namun kali ini aku benar-benar lemas. Bahkan aku tak kuat mengangkat diriku sendiri. Pandanganku semakin kabur.


Tuhan, jika kau melihatku mendengarku kumohon tolong aku. Biarkan anakku tetap hidup. Akan kutanggung semua dosa dan karmaku. Tapi biarkan anakku hidup, biarkan dia melihat ayahnya -Batinku


Aku mulai kehilangan kesadaran, perlahan menutup mata. Sebelum menutup mata aku mendengar sebuah nama memanggilku.


"Angel... Angel.. Sadarlah, Angel... "


Aku benar-benar kehilangan kesadaran.


///***///


Di Rumah Sakit


Perlahan aku membuka mata, kepalaku terasa sangat pusing. Perutku juga nyeri, saat membuka mata aku melihat Kenzo yang tertidur disampingku sambil menggenggam tanganku.


"hiks... hiks... hiks... "


Perlahan air mataku mengalir.


Apa semua ini hukumanku? Mengapa harus melihat bayangnya -Batinku


Kenzo terbangun dan melihatku kalau aku sudah sadar.


"Angelll.... "


Kenzo langsung memelukku seerat mungkin.


"jangan tinggalkan aku, kumohon. Kau bisa menghukumku, kau bisa membunuhku tapi jangan tinggalkan. aku"


"kenapa... "


"....."


"kenapa? Mengapa aku selalu merindukanmu... hiks.. hiks... hiks.."


"tenanglah, aku disini"


"jangan pernah.. hiks.. memukulku lagi.. hiks.. atau hiks.. aku akan benar-benar meninggalkanmu lagi... hiks.. untuk selamanya"


"aku berjanji, tetaplah disisiku. Apa kau tau bagaimana tersiksanya diriku saat kehilanganmu?"


Aku membalas pelukan Kenzo, aku bisa menipu seluruh dunia tapi aku tak bisa menipu diriku sendiri. Aku juga tersiksa dengan meninggalkan Kenzo. Tiap malam aku menangis karena merindukannya, tapi hatiku masih mengingat rasa sakit saat ia menamparku. Saat itu bisa saja aku membalas pukulannya, tapi kenapa aku tak sanggup?


Tak lama Asistenku datang.


"boss, bagaimana keadaan anda" tanya Jaxtyn


"...."


"oh maaf mengganggu" ucap Jaxtyn sambil membalikan badan karena terkejut "saya akan keluar"


Orang datar ini, kenapa dia menganggu saja. Jika saja dia bukan asisten Angel, akan kubunuh ditempat saat ini. Beraninya mengganggu suasanaku -Batin Kesal Kenzo


"tidak, jangan pergi" cegahku


"panggilkan dokter kemari" ujar Kenzo


"baik boss" jawab Jaxtyn


Tak lama seorang dokter cantik yang sepertinya umur sekitar 27-an masuk.


"perkenalkan, nama saya Dokter Grazie. Kalian bisa memanggilku Dokter Zie" ucap Grazie


"oh hai dokter" sapaku


Dokter Grazie memeriksaku dengan teliti. Ia memejamkam mata lalu berdiri disebelah meja makananku.


Bruakk...


Dokter Grazie menggebrak meja makanan itu yang mengagetkan suster disebelahnya.


"hei kalian, apa kalian tidak tau. Kalian hampir membahayakan nyawa anak tidak bersalah ini hah!" bentak Grazie


Aku, Kenzo dan Jaxtyn terkejut dan sedikit melompat saat dibentak oleh dokter Grazie. Baru kali ini ada seseorang yang berani membentakku dengan nada seperti ini.. selain ayahku yang kasar.


"apa kalian tau berapa orang yang ingin memiliki buah hati, kalian malah membahayakannya. Bersyukurlah hari ini aku baik, jadi bla bla bla bla.... " ocehan Grazie


Aku dan Kenzo menengok lalu saling pandang melihat kami sedang diceramahi habis-habisan oleh dokter cantik yang bar-bar ini.


"kau (menuding Kenzo) kau suaminya kan, apa kau tidak becus hah! Bagaimana kau bisa membiarkan istrimu hidup dengan penuh tekanan, itu membahayakan nyawanya dan anaknya" bentak Grazie


Untung dokter, jika bukan akan kupatahkan tanganmu wanita! -Batin kesal Kenzo


"kau (menuding Jaxtyn) kau pasti anak buahnya. Kenapa tidak menjaganya hah? Apa kau tau betapa berharganya nyawa seorang bayi hah!" bentak Grazie


Berani sekali wanita ini, baru kali ini aku dibentak oleh seorang wanita selain Boss. Bahkan ibuku dulu tidak pernah membentakku! -Umpat Jaxtyn


"apa lihat-lihat? Gak usah sok datar, semua tidak sedang baik-baik saja. Kau lihat boss mu sedang sakit, sekarat, tidak baik, kritis, membahayakan, tidak stabil hah!" bentak Grazie


Apa aku separah itu? -Batinku bingung


Aku hanya diam melongo mendengar dokter Grazie yang dari tadi bicara tanpa lelah, bahkan suster disampingnya saja sampai duduk.


Apa wanita ini tidak lelah, mulutnya sebenarnya terbuat dari apa? -Umpat Jaxtyn


Setelah sangat lama akhirnya ceramahnya selesai:)


Kenzo memelukku sangat erat.


"maaf jika membuatmu susah" ucap lembut Kenzo


"hmmm... " jawabku


"woi kalian, tidak lihat jika aku sedang jomblo hah! Bermesra-mesraanlah saat aku keluar!" kesal Grazie


"apa itu melanggar HAM?" gumam Kenzo


Aku hanya terkekeh pelan. Kelakuan Dokter Grazie semakin menjadi. Ocehannya semakin kemana-mana. Aku bingung, berapa pasien yang dibuatnya stress atau depresi. Dan apa hanya aku pasiennya hingga dia sangat lama disini?.


Kenzo mengode mata Jaxtyn, seketika Jaxtyn mengangkat tubuh mungil dokter Grazie keatas pundak kekarnya dan membawanya keluar.


"hei.. hei.. Lepaskan aku, pria gila lepaskan aku" teriak Grazie


"diamlah" jawab Jaxtyn datar


**********


"kenapa rasanya telingaku mendengung saat dokter itu pergi ya?" ucap Kenzo sambil memegang telinganya


Aku hanya terkekeh pelan melihat kelakuan Kenzo, Grazie dan Jaxtyn. Bukan hanya aku dan Kenzo tapi Jaxtyn juga kena marah habis-habisan. Harga diri kami sebagai orang sangar jadi jatuh seketika didepan Dokter Grazie.


"Kenzo... " panggilku


"hmm.. "


"kok gitu?"


"panggil dulu sayang" ucap Kenzo sambil menatapku


"haihh... sayang" panggilku


"ya sayang, ada apa? Ingin apa? akan kucarikan semuanya" ucap Kenzo


"hish... Aku ingin dokter tadi jadi Dokter pribadi kita" pintaku


"apaaa!!!! Gak bisa, baru 1 minggu udah tuli telingaku nanti" keluh Kenzo


"katanya diturutin" ucapku dengan wajah memelas dan puppy eyes


"haihh.. baiklah, aku akan berbicara dengannya nanti" ujar Kenzo


"sekarang!" ucapku


"tapi... " ucap Kenzo menggantung


"sayang nggak?" tanyaku


Kenzo berjalan mencari Jaxtyn. Ia melihat sekeliling dan mencari kesana kemari, akhirnya ia putuskan untuk mencari dokter Grazie di ruangnnya.


///***///


Ruangan Dokter Grazie


"permisi" ujar Kenzo


"masuk" bentak Grazie


Eh, apa mereka bertengkar? -Batin Bingung Kenzo


"ada apa?" tanya Grazie


"saya ingin menawarkan anda sebuah pekerjaan mudah dengan gaji tinggi" ujar Kenzo


"apa? Aku tak mau jika menjual narkoba" ucap Grazie


Tampak tangan Jaxtyn mengepal, Kenzo menahannya dan memberinya kode lewat mata seolah memintanya untuk bersabar.


"haih... saya bukan pebisinis gelap dokter" ujar Kenzo


"lalu apa?" tanya Grazie


"saya akan menjadikan anda dokter pribadi kami di Indonesia" ucap Kenzo


"apa!!! Tidak, aku sudah nyaman disini" ucap Grazie


Haih, perlu sedikit perjuangan. Demi istri gak boleh kalah -Batin Kenzo


"haih... gaji tetap perbulan 70 Juta, hanya datang saat saya panggil. Dokter tetap di rumah sakit terbesar di Jakarta, sebuah mobil dan sebuah apartemen" tawar Kenzo


"oke setuju, kapan berangkat?" tanya Grazie antusias


Dasar wanita, hanya suka harta -Batin Jaxtyn


"kapanpun anda siap, kami menjemput" ucap Kenzo


"baiklah, tapi aku punya beberapa syarat" ujar Grazie


"sebutkan saja" ucap Kenzo


"pertama, jangan menuntut terlalu tinggi karena aku seorang wanita yang belum menikah" ucap Grazie


"misal?" tanya Kenzo


"jangan terlalu menuntut seperti 10 menit sampai, 5 menit sampai. Aku ini dokter bukan pesawat jet kau tau" jelas Grazie


"hah? Ya tidak seperti itu juga" ujar Kenzo


"mana kutau, yang kulihat dari film-film seperti itu. 10 menit sampai atau gaji kupotong, 5 menit sampai atau kubunuh" ujar Grazie sambil mempraktekkan gaya sinetron


Dia ini dokter, tapi apa sebodoh ini? -Batin Jaxtyn


"baiklah, next" ujar Kenzo


"kedua, aku butuh libur. Aku bukan robot, aku masih manusia. Aku juga perlu memikirkan masalah kencan juga" ujar Grazie


"its okey, next" jawab Kenzo


"ketiga, jauhkan aku dari si muka datar ini. Aku tidak suka, gayanya kaya detektif profesional saja. Dia ini manusia kan? Bukan robot terobosan terbaru (menunjuk Jaxtyn)" ucap Grazie


"aku manusia normal" jawab datar Jaxtyn yang dari tadi diam


"oh syukurlah" ujar Grazie


"i cant promise" ujar Kenzo


"why?" kesal Grazie


"karena disaat tertentu, ia akan membantumu. Juga akan mengantarmu kerumah kami" ucap Kenzo


"oh my gosh, i hate this. But its okay, if dont every day" ujar Grazie


"okay, besok Jaxtyn akan menjemputmu" ujar Kenzo


Jaxtyn membelalak mendengar perkataan Kenzo.


"okay, jadi si muka datar ini namanya Jaxtyn. Kukira tidak punya nama" ujar Grazie


"haha, bersiaplah nona... " ucap Kenzo menggantung


"Grazie Ross" jawab Grazie


"prepare your self for tomorrow Ms. Ross" ujar Jaxtyn


"okay" jawab kesal Grazie


Semua berjalan dengan lancar, aku dan Kenzo pulang dengan jet pribadi karena aku masih trauma karena kecelakaan pesawat itu. Sedangkan Grazie sibuk membaca majalah tentang Indonesia. Jaxtyn diam datar seperti biasa seperti tiang.


///***///


Di Pesawat


"di Indonesia memiliki 2 musim kan?" tanya Grazie


"yes dr. Grazie" ujarku


"panggil saja Zie" ujar Grazie


"baiklah" ucapku


"eh, btw kenapa kau tidak mengencani Jaxtyn saja. Dia tampan, setia dan jomblo walau sedikit datar" godaku


"aih, dia terlalu datar. Aku ingin pacar yang bersemangat yang bisa benar-benar memperhatikanku" ujar Grazie


"kau dengan Jaxtyn?" godaku


"ya" jawab datar Jaxtyn


///***///


Di Indonesia


Semua berjalan lancar, aku pulang kerumah dan Jaxtyn mengantar Grazie ke apartemennya.


****


Di Mobil Jaxtyn


"baik sekali kau mau mengantar?" tanya Grazie


"hmm, ini perintah nona" ucap datar Jaxtyn


"bisakah kau tidak terlalu datar" ucap Grazie kesal


"aku begini adanya" jawab singkat Jaxtyn yang kembali fokus menyetir


"besok ada waktu?" tanya Grazie


"why?"


"ajak aku jalan-jalan, aku ingin mengenal Indonesia" ucap Grazie


"pergi sendiri, jangan manja" ucap Jaxtyn datar


"aku ini orang baru, mana tau. Aku juga belum terlalu paham bahasa Indonesia. Dasar Pria tidak berguna" kesal Grazie


Jaxtyn mulai kesal, berkali-kali ia melirik sadis Grazie tapi ia tidak takut malah melirik sadis Jaxtyn kembali.


Baru kali ini ada yang tidak takut dengan lirikanku, wanita seperti apa dia ini? -Batin Jaxtyn


"huh... baiklah, jam 8 pagi. Tidak ada kata terlambat" jawab datar Jaxtyn


"okey" jawab senang Grazie


Mereka berdua menuju apartemen Grazie. Alangkah terkejutnya Jaxtyn, ternyata apartemen mereka bersebelahan.


Dosa apa Tuhan aku ini hingga apartemenku bersebelahan dengannya -Batin kaget Jaxtyn