
Aku kembali kemobilku dengan marah-marah dan mengumpat.
"aargghhhh, Kenzo b*ngs*t. Bagaimana bisa aku dipermainkan olehnya, lihat saja akan kubalas kembali dia" ucapku
"Angel tunggu... " teriak Kenzo
Secara reflek aku menengok dan mencari siapa orang yang mencariku, dan kulihat yang memanggilku adalah Kenzo.
"humph... I dont care" ucapku
Aku berbalik kembali.
"Angel tunggu, Ya Tuhan. Dasar cewek ini. Angel.... " umpat Kenzo
"hih apaan sih, berisik" bentakku
"tunggu dulu.. Huh capek juga lari-lari" ucap Kenzo
"kau pikir, segampang itu kita damai" ucapku
Aku berbalik dan berjalan dengan kesal.
"ya terserahmu. Tapi bagaimana kalau aku bilang aku ingat semuanya" ucap Kenzo
Aku langsung berhenti seketika saat mendengar ucapan Kenzo.
"apa kau bilang..... " tanyaku
"ya aku ingat semua" ucap Kenzo
"hah, tidak mungkin. Pasti kau tanya ke semua orang" ucapku
"tidak, aku serius aku jujur. Dihari saat kau meninggalkanku dipinggir danau itu aku duduk dibawah pohon. Tiba-tiba saja aku ingat semuanya" jelas Kenzo
"benarkah?" tanyaku lembut
"iya. Aku juga ingat, aku menyatakan perasaanku padamu di menara eiffel, melamarmu dihadapan banyak orang dan sidang melawan Lisa. Bahkan aku ingat kalau sebentar lagi kita akan menikah, tapi aku kecelakaan terlebih dulu" ucap Kenzo
"a aku hanya tidak menyangka.... " ucapku
Aku hanya terdiam mendengar semua perkataan Kenzo, mataku berkaca-kaca. Aku tak tau harus sedih, bahagia, menangis, atau tertawa.
"maafkan aku Angel, aku ingin menikah denganmu" ucap Kenzo
"oh, maaf. Kau kehilangan sedikit kepercayaanku. Maka kau harus mendapatkannya kembali, kau harus berjuang sendiri untuk mendapatkannya kembali" ucapku
"ha?" kaget Kenzo
"apa perkataanku kurang jelas? Baiklah aku pergi dulu, oh iya. Selamat berjuang" ucapku sambil senyum
Aku berjalan pergi masuk kedalam mobil dan pergi pulang.
"oh, kau mau bermain denganku Angel? Ok, lihat saja pasti aku yang akan menang dipertempuran ini" ucap Kenzo
///***///
Aku naik mobil secepat mungkin langsung menuju posisi Clarissa. Saat aku melepaskan talinya, aku menempelkan sebuah gps kecil di jam tangannya. Jadi aku lebih mudah untuk melacak keberadaanya.
"ok, keberadaan Clarissa sudah ketemu. Ok kita cari dia sekarang" ucapku
Aku bergegas menuju rumah Chriss.
///***///
Dirumah Chriss
"wah-wah mewah juga rumahnya. Tapi kenapa dijaga ketat sekali?" tanyaku bingung
Aku memarkirkan mobilku dipinggir jalan dan masuk menuju halaman rumah Chriss dengan jalan kaki.
"huh rumahnya luas banget sih, lama-lama gue naik ojek online biar cepet sampek depan rumahnya" umpatku
Aku berjalan menuju depan rumahnya, namun saat aku hendak masuk aku dihadang oleh beberapa bodyguard.
"maaf nona anda tidak bisa masuk" ucap Bodyguard
"lho kenapa, Clarissa dan Chriss mana? Aku mau bertemu mereka" ucapku
"maaf nona, tuan Chriss meminta kami untuk melarang anda masuk" ucap Bodyguard
"Hei Chriss, biarkan aku masuk atau semua kubereskan" teriakku keras
Tiba-tiba Chriss muncul dari jendela lantai 2.
"jangan bodoh, pergi kau" teriak Chriss
"hah, bikit kaget aja tiba-tiba nongol kek hantu. Baiklah kau tak memberiku pilihan" ucapku
Aku melirik sadis para bodyguard, hanya melirik aku cukup membuat mereka gemetar.
"biarkan aku masuk atau kalian tau akibatnya" ucapku
"maaf nona pergilah" ucap Bodyguard sambil mendorongku
Kratak... Kratak....
Aku mengepalkan tanganku.
"tuan-tuan yang tampan, maafkan aku ya kalau tidak sopan. Tapi tolong biarkan aku masuk" ucapku lembut
"Hahahahahaha, tidak bisa" ucap Bodyguard
"why not?" tanyaku
Aku melihat sekilas beberapa targetku, aku melihat jam dan memutar jamku memastikan kalau aku tepat sasaran.
"im sorry boy" ucapku lembut
Clup.....
Sebuah jarus bius dosis tinggi menancap pada masing-masing mereka. Dan....
Brug.....
Mereka langsung jatuh pingsan.
Ceklek....
Aku membuka pintu rumah itu dengan perlahan.
"wow, bahkan kau memasang sinar laser. Good Chriss, kau keren. Sepertinya aku perlu meniru gayamu" ucapku
Aku langsung melompat dan salto untuk melewati sinar laser itu. Aku harus ekstra hati-hati saat melewati laser itu karena sinarnya bisa membakar bagian tubuhku yang terkena sinar. Aku terus berjalan hingga mencapai lantai 2.
"yah akhirnya" ucapku
Aku mendatangi satu-satunya kamar yang ada dilantai 2 itu.
Bruagg......
Aku mendobrak pintu dengan keras, aku melihat Chriss dan Clarissa.
"Clarissa.... " panggilku
Aku langsung berlari menabrak Chriss dan memeluk Clarissa.
"Clarissa, maafkan aku kalau aku menyakitimu" ucapku
Secepat mungkin Chriss memisah kami.
"hei apa-apaan kau, keluar. Aku tak mau kau menyakiti Clarissa lagi" ucap Chriss
"keluar palalu, lu tu tolol pa gimana sih? Gue bertaruh nyawa disana dan lu malah pergi seenaknya aja" ucapku
"apa maksudmu?" tanya Chriss bingung
"yaelah, gue sandiwara tolol. Trus ngapain lu malah tinggal gue sendiri disana?" tanyaku
"yee, ya maaf. Lagian drama lu meyakinkan banget dan semua tadi kan diluar rencana jadi mana gue tau" ucap Chriss
"yaelah, kenapa lu bisa ceroboh gitu sih. Untung gue yang lu tinggal bukan Clarissa. Sampe lu berani tinggal Clarissa sendiri gue penggal kepala lu" gertakku
"yee, iya iya. Kejam amat" ucap Chriss
"lah biar" ucapku balik
"aku sangat bersyukur tadi tidak nyata" ucap Clarissa
"yah kan lu tau sendiri gue kek gimana? Udah cantik, baik, pinter, cerdas, cerdik lagi" ucapku
"yee ke PD an dia" ucap Chriss
"tapi bener juga, kan waktu SMA Angel tu jadi Drama Queen di SMA kami selama 3 tahun berturut-turut loh" ucap Clarissa
"masa?" tanya Chriss
"iyalah gue, eh tadi kenapa Kenzo disana?" tanyaku
"oh, kali aja kangen sama lu Ta" goda Clarissa
"eh, ngapa jadi sampe kangen. Udah-udah, Chriss beresin noh anak buah lu" ucapku
"loh, mereka kenapa? Lo apain?" tanya Chriss
"liat aja sendiri. Untung ya mereka kaga gue bunuh" ucapku
"hahahahahahahaha, sukurin dikerjain kan sama Angel hahahaha" tawa Clarissa
"awas aja ya lu... " ucap Chriss
"wleeee..." ledekku
Aku bercerita tentang semuanya pada Clarissa, sedangkan Chris bingung kalang kabut mengurusi anak buahnya.