
Pagi harinya aku dibangunkan oleh Kenzo.
"yang, bangun..!!" ucap Kenzo
"hmm.... " jawabku
"bangun lah" ucap Kenzo
"5 menit lagi ya" ucapku
"cewek tu ga baik bangun siang" ucap Kenzo
"hmmm. iya iya bentar lagi ya pliss" pintaku
"gak bisa, bangun sekarang" bentak Kenzo
"aa, masi males bangun" ucapku
"gak bangun, ntar aku mandiin" gertak Kenzo
Seketika aku langsung bangun dan duduk.
"udah bangun (senyum)" ucapku
"mandi sana" ucap Kenzo
"kamu dulu lah" ucapku
"oke" ucap Kenzo
Saat Kenzo kekamar mandi untuk mandi, aku kembali merebahkan diri. Aku kembali tidur. Aku sangat mengantuk karena semalam tidak bisa tidur nyenyak. Saat tidur Kenzo selalu memelukku, hal itu membuatku sangat risih karena tidak biasa akhirnya aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.
///***///
Setelah Kenzo Mandi
"ya ampun, tidur lagi? Ratu tidur emang" ucap Kenzo
Aku tetap tertidur pulas.
"kok tidur lagi!!!!" bentak Kenzo marah
"hmmm, masih ngantuk" ucapku sambil memeluk guling
"bangun dulu (menarikku duduk)" ucap Kenzo
"iya iya bangun (duduk sambil ngumpulin nyawa)" kesalku
"eh bajuku tadi di kamar mandi" ucap Kenzo
Kenzo kembali mengambil bajunya di kamar mandi, tapi aku kembali berbarinh dan tidur lagi.
"ya ampun ni anak" kesal Kenzo
Aku tidak merasa apa-apa karena sangat mengantuk. Kenzo mengangkatku menuju kamar mandi lalu menjatuhkanku didalam bathtub.
Byurr.....
"waaaa..... " teriakku
"gimana? Masih ngantuk?" tanya Kenzo
"gi gi gila ya k kamu" gigilku
Aku memegangi pundakku karena kedinginan. Seketika kantukku hilang dan aku benar-benar bangun.
"mandi sekarang atau......" ancam Kenzo
"apa!!!" gertakku
"mandi sendiri atau aku mandiin?" bisik Kenzo
"oke-oke, aku mandi" kesalku
Aku berjalan kekamar mandi dengan Kesal. Aku mandi dengan cepat karena airnya sangat dingin. Entah mengapa hari itu pipa air panasnya gangguan jadi tidak bisa digunakan.
"huh akhirnya selesai.. " ucapku keluar kamar mandi
"udah?" tanya Kenzo
Aku terkejut ternyata dari tadi Kenzo duduk disofa menungguku mandi.
"kok disini?" tanyaku
"kenapa? Gak boleh?" tanya Kenzo
"nggak gitu... " ucapku
"btw, body kamu sip" ucap Kenzo
Aku baru sadar kalau kamar mandinya memang sedikit transparan walau buram.
"eh anu, hari ini mau kemana?" hindarku
"otw raja ampat lah" ucap Kenzo
"kok dadakan?" tanyaku
"udahlah, barang kamu udah siap semua tinggal berangkat. Supir udah dibawah" ucap Kenzo
"dadakan aja" kesalku
"gak mau kasih hadiah gitu?" tanya Kenzo
"apa? sini" ucapku
Seketika Kenzo langsung menghampiriku dan menciumku. Tak lama ia melepaskannya, mungkin aku harus mengalah.
Cup...
Aku mencium Kenzo kembali. Kenzo menarik leherku hingga ciuman itu semakin dalam dan kami mulai bergulat lidah. Aku juga melingkarkan tanganku dileher Kenzo. Sungguh bodoh, kami berciuman padahal Kenzo hanya memakai handuk dan aku hanya memakai baju handuk. Bahkan tubuh kami masih basah karena baru mandi. Tapi aku suka aroma tubuh Kenzo, membuatku tenang.
///***///
Kami berangkat menuju Raja Ampat. Dalam perjalanan aku hanya membayangkan betapa indahnya. Aku memang sedari awal meminta pada Kenzo. Aku mau honey moon tapi sederhana saja, tidak perlu mewah. Aku lebih suka hal sederhana namun berarti daripada apa-apa mewah dan menghambur-hamburkan uang.
///***///
Raja Ampat
"welcome Raja Ampat. Astaga ini sangat indah" ucapku
"suka?" tanya Kenzo
"banget" ucapku
"yuk ke penginapan" ucap Kenzo
"yuk" jawabku
Kami berjalan menuju penginapan. Sesampainya di penginapan kami menata beberapa barang-barang kami.
"udah selesai sayang?" tanya Kenzo
"udah, tinggal dikit lagi" ucapku
"kamu capek nggak? Atau mau jalan-jalan?" tanya Kenzo
"lumayan lah, tapi pengen jalan-jalan. Ya deket-deket aja gapapa. Sekitar penginapan sini aja" ucap Kenzo
"liat sunset mau?" tanya Kenzo
"mau.. beneran?" tanyaku
"yuk" ajak Kenzo
Kami berjalan-jalan melihat indahnya pemandangan sambil menunggu sunset. Kami bermain-main sambil menikmati sunset.
Kami duduk diatas pasir menikmati sunset.
"terimakasih sudah datang dalam hidupku" bisikku
"terimakasih juga telah mau menjadi belahan jiwaku" bisik Kenzo
Kami kembali berciuman disaat sunset paling indah. Setelah agak gelap kami kembali ke penginapan.
///***///
Di Penginapan
Saat kembali kami langsung mandi. Aku mandi lebih dulu baru kemudian Kenzo. Setelah Kenzo mandi ia bertanya padaku.
"capek?" tanya Kenzo
"nggak sama sekali. Malah seneng banget" ucapku
"aku senang kalo kamu senang" ucap Kenzo
"eh sayang besok mau nyelam gak?" tanyaku
Kenzo hanya mengangkat alis.
"kenapa? oh maaf, kami gak bisa renang ya" ucapku
Lagi-lagi Kenzo hanya mengangkat alisnya.
"ihh, jangan gitu. Jawab dong" kesalku
"kan dulu waktu SD aku yang nyelametin kamu waktu hampir tenggelam" ucapku
"itu dulu, sekarang beda lah" ucap Kenzo
"kamu udah bisa renang?" tanyaku
Seketika Kenzo mendekat dan melingkarkan tangan kekarnya dipingganggku.
"nona, aku ini peminpin utama mafia terbesar di Indonesia. Masa ga bisa renang. Nanti kalo gak sengaja aku jatuh kelaut gimana? Mau tunggu bantuan atau pasrahin Tuhan? Belum sempet pasrah udah mati aku. Lagian Tuhan kan masrahin semua yang kita miliki sekarang pada kita, masa malah kita pasrahin balik ke Tuhan. Kan ya gak masuk akal... " jelas Kenzo panjang lebar
Cup..
Aku mencium Kenzo secara tiba-tiba, dan Kenzo pun kaget. Aku hampir tertawa melihat ekspresi terkejut Kenzo.
"bawel banget sih jadi suami" ucapku
"oh udah berani ya kamu... " gertak Kenzo
"berani sama suami sendiri, masa ga boleh? Kalo gak boleh trus sama siapa? mantan, temen cowok atau mas-mas alfa?" gurauku
"awas ya kamu berani macem-macem" ancam Kenzo
"ah ahah hahahahah, Kenzo lepasin geli. hahaha" tawaku
Kenzo langsung menggelitikku sampai aku terjatuh diatas ranjang dan dia menindihku.
"imut banget jadi cewek. Cantik banget sih istriku ini" ucap Kenzo sambil mengelus rambutku
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Kenzo. Kenzo menciumku dan semakin memajukan wajahnya hingga ciuman kami semakin dalam. Ia mulai menggunakan lidah, melumat habis bibirku. Perlahan ciuman itu semakin panas. Lama-lama Kenzo semakin turun dan menciumi leherku.
"sayang, biarkan malam ini menjadi milik kita" ucap Kenzo
"hmmm.. uhmmm... " jawabku
Kenzo yang hanya memakai lilitan handuk dan aku yang hanya memakai baju handuk terbaring bersama diatas ranjang. Perlahan Kenzo membuka semua pakaianku dan pakaiannya. Untuk pertama kalinya kami melakukan itu. Aku senang Kenzo selalu menerima apapun keputusanku dan menghormatinya.
///***///
Besoknya
Pagi Hari
Aku bangun dan terduduk saat melihat matahari sudah menyinari kamar penginapan itu. Kami berdua sama-sama masih tidur dengan selimut menutupi badan.
"aww.. aduh pinggangku" keluhku
Aku melihat Kenzo masih tertidur.
"sayang bangun" ucapku
"hmm.. " ucap Kenzo
"ayo bangun, katanya mau temenin aku jalan-jalan?" tanyaku
"iya iya ini bangun" ucap Kenzo
"mandi sana gih" ucapku
Kenzo langsung memelukku dari belakang.
"ga mau mandi bareng?" tanya Kenzo
"udah ah, jangan goda-goda mulu. Turutin kamu nanti malah gak jadi nyelam" ucapku
"hmm.. tapi aku masih males" ucap Kenzo
"yaudah kamu tidur aja, aku jalan-jalan sendiri" kesalku
"iya iya ini bangun, jangan ngambek ya" ucap Kenzo
Setelah selesai mandi kami menuju pantai untuk menyelam. Aku tertarik karena kata orang-orang karang yang dibawah air sangat indah. Aku sangat penasaran. Aku membuka kadi dari Clarissa yang merupakan baju selam. Aku mengeluarkannya.
"gila, ini mah seksi abis. Press body banget ke gue" ucapku
"apa sih sayang? Pagi-pagi udah marah-marah aja" ucap Kenzo
"liat, ini baju selamnya. Punya kamu bagus, lah punya aku? Press body banget" ucapku
"udahlah gapapa, pakainya nanti disana. Lagian adanya juga ini" ucap Kenzo
"tapi kan.. " selaku
"tapi apa? Kan paling yang liat jelas cuma aku (mengedipkan sebelah mata)" ucap Kenzo
"huh serah kamu. Aku mau turun (melempar baju selam pada Kenzo)" kesalku
Kami pu keluar bersiap untung menyelam. Dan saat menyelam, benar saja. Keajaiban Tuhan memang tiada habisnya. Karang yang ada sangatlah indah dan kehidupan bawah airnya benar-benar membuatku senang.
Kami sangat puas bisa bermain dengan air, menyatu dengan alam dan melihat keajaiban bawah air yang sangat indah ini.
Setelah selesai kami kembali ke penginapan saat tengah siang. Kami hendak melanjutkan menyelam, namun cuaca sedikit panas. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali.
Setelah kembali kami membersihkan diri dan kembalu jalan-jalan menikmati indahnya alam di Raja Ampat.
"aku masih heran sama orang-orang?" tanyaku
"kenapa?" tanya Kenzo
"banyak orang kaya yang bingung hanya karena ingin keluar negeri. Ke China, Jepang, Korea, Swiss, Inggris, Amerika dan lainnya. Apa yang mereka lihat dan cari menurutmu?" tanyaku
"entahlah, pemandangan mungkin?" tanya Kenzo
"pemandangan, dinegara sendiri saja ada banyak keajaiban alam yang seindah ini. Lalu mengapa orang-orang malah lebih suka keluar negeri?" tanyaku
"entahlah, beda orang beda pendapat juga" ucap Kenzo
"entah mereka memang orang yang susah puas atau karena mereka kurang bersyukur atau bahkan tidak bersyukur sama sekali. Jika. dipikir saat negara lain badai, negara kita aman. Saat negara lain sedang cuaca dingin ekstrem atau turun salju disini hanya hujan. Diluar negeri banyak gelombang panas disini hanya panas biasa, bahkan hanya menyalakan ac sudah dingin" ucapku
"iya juga sih" ucap Kenzo
"apa yang mereka cari? Kepuasan? aku tidak tau bagaimana arah pemikiran mereka. Tapi andai saja mereka mau bersyukur sedikit saja mungkin semua hal yang disekitar kita bisa menjadi nikmat terindah dalam hidup kita" ucapku
"mungkin mereka hanya kurang bisa menghargai apa yang mereka punya" ucap Kenzo
"kalau menurutku dan pemikiranku. Baik atau buruk, indah atau jelek, jauh atau dekat, sederhana atau mewah. Itu semua tak berarti, asal aku bisa bersyukur pasti semua rasanya akan lebih berarti dan yang buruk akan jadi indah" ucapku
"jadi maksudmu, menurutmu titik kepuasan seseorang tergantung pada rasa bersyukur mereka sendiri?" tanya Kenzo
"ya begitulah, kalau menurutmu gimana?" tanyaku
"kalo aku mah, penting ada kamu semuanya jadi indah" gurau Kenzo
"dih malah gombal" ucapku
"biar lah, gini-gini gombalin istri sendiri bukan istri orang" ucap Kenzo
"yaudah iya. Eh balik yuk!" ajakku
"kenapa? Capek ya. Yaudah yuk balik" ajak Kenzo
Kamipun berdiri hendak kembali ke penginapan.
"gamau aku gendong sini?" tanya Kenzo
"dih, aku masih punya kaki ya. Lagian emang kamu kuat?" tanyaku
"yee, ngeledek ni anak. Sini" ucap Kenzo
Aku digendong Kenzo kembali ke penginapan. Kami bercanda selama perjalanan kembali. Saat dipenginapan kami berdua membersihkan diri.
"udah mandi?" tanyaku
"udah dong, emang kamu" ledek Kenzo
"dih apaan sih. Aku malah mandi lebih dulu ya" ledekku
Kami bercanda dan bermesra-mesraan layaknya pengantin baru. Kami bercanda diatas ranjang. Kakiku kuluruskan karena kesemutan.
"kenapa? sakit ya?" tanya Kenzo
"enggak, cuma kesemutan doang" ucapku
"sini aku pijit" ucap Kenzo
"eh gak usah, kan harusnya istri yang mijit suami kok kebalik?" tanyaku
"biarin, aku sukanya gini. Suka manjain daripada dimanja" ucap Kenzo
"yaudah, tapi kalo kamu capek jangan" ucapku
"enggak kok" ucap Kenzo
Kenzo memijit kakiku, sesekali ia menyentuh pahaku. Namun juga kadang menggelitik telapak kakiku.
"lagi yuk?" tanya Kenzo
"apanya?" ucapku sambil mengalungkan tangan ke leher Kenzo
"oh berarti mau" ucap Kenzo
"apany..." ucapku
Belum selesai berkata Kenzo sudah menciumku lebih dulu. Kami melakukannya lagi malam itu. Dasar Kenzo, bekas ciuman yang kemarin belum hilang ini malah ditambah lagi.