My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Surprise



Aku tak sabar menunggu hari Minggu. Walau begitu aku tetap masih memiliki perasaan curiga pada Kenzo. Jika memang mereka bersepupu mengapa mereka tidak memiliki marga yang sama.


Aku mengambil ponselku dan menelfon asistenku.


'halo, ada apa boss?'


'cepat carikan aku info tentang gadis bernama Cantika Alexandria yang berkaitan dengan Kenzo'


'baik boss'


'aku tunggu, paling lama 10 menit'


'baik boss'


///***///


10 Menit kemudian.


Ting.. Ting...


Sebuah notifikasi berbunyi di komputerku. Aku langsung mengeceknya. Ternyata itu adalah email dari asistenku mengenai data Cantika.


*Cantika Alexandria*


• Tinggi 165 cm


• Berat badan 45 kg


• Putri dari Paman Tuan Muda Kenzo.


• Lulusan Universitas London


• Seorang Model


• Teman masa kecil Kenzo


• IQ 117


• Memiliki EQ yang lebih tinggi dibanding IQ


• Suka bermain laki-laki


"astaga, kenapa datanya seperti ini. Padahal perasaan aku cuma nyuruh yang berhubungan sama Kenzo aja. Kenapa rasanya malah mau ngurusin hidup dia?" gerutuku


Aku melihat-lihat lagi data tentang Cantika. Memang sesuai dengan apa yang dikatakan Kenzo. Tapi aku masih penasaran, kenapa namanya seperti tidak ada marganya.


Aku mengambil ponselku.


'halo'


'ada apa bos?'


'cari tau, tentang marga dari Cantika. Sedetail mungkin'


'baik'


'cari sekarang dan jelaskan padaku'


'jadi menurut beberapa kabar terdahulu, nona Cantika tidak suka ada yang memanggilnya dengan nama marga, jadi dia selalu menutupi nama Marganya. Hingga saat sekolah hanya gurunya yang tau tentang marganya'


'hanya itu?'


'hanya itu informasi yang saya dapat'


'baiklah (menutup telfon)'


'haih, boss ini. Tanpa terima kasih langsung tutup telfon. Siapa gadis ini, sepertinya berani mengusik boss besar'


///***///


Hari Sabtu Malam


"hum, apa ya kejutannya. Ahh, ya Tuhan kau menyiksaku" ucapku


Aku sangat antusias menunggu hari Minggu. Hatiku cukup tenang ketika tau kalau Kenzo tidak berbohong tentang Cantika.


"ah sebaiknya aku pakai masker saja, biar besok lebih cantik saat bertemu Kenzo" ucapku


Aku mengambil sebuah masker dan memakainya. Tak lupa aku juga menaruh timun dimataku untuk menghilangkan kantung mataku. Aku bersantai sambil mendengarkan lagu.


Tring... Tring....


Ponselku berbunyi aku terkejut dan langsung melihat ponselku. Sebuah pesan dari Kenzo.


Kenzo


Night sweety:)


Angel


Night too:)


Kenzo


lagi apa?


Angel


Mikirin kamu:/


Kenzo


jangan terlalu dipikirin, besok ketemu. Besok adalah hari besar, cepetan tidur. Besok aku jemput:)


Angel


Apa sih kejutannya:(


Kenzo


Udahlah cewek kepo, besok juga tau


Angel


Ih kamu mah:(


Kenzo


Udah, tidur sana. Night sweety;*


Angel


Night too honey:)


Aku hanya tersenyum sendiri melihat chatan ku dengan Kenzo. Aku kembali memakai maskerku. Namun, tak lama aku ketiduran.


///***///


Minggu Pagi


Pukul 04.30


Ding Dong... Ding Dong...


Bel rumahku berbunyi.


"hih, siapa sih pagi-pagi udah dateng aja. Kayak gak ada waktu aja, ganggu orang tidur aja" gerutuku


Aku bergegas turun kebawah dan membukakan Pintu.


"ya siapa? Ada apa?" tanyaku


"nona, nona belum siap?" tanya supir


"saya supir yang dikirim tuan Kenzo. Apa nona lupa?" tanya supir


"Kenzo? Memangnya ada apa, kenapa dia mengirimmu?" tanyaku


"apa nona lupa?" tanya supir


"lupa? Lupa apanya?" tanyaku


"eh? Kejutan tuan Kenzo" ucap supir


"kejutan? Astaga aku lupa. Tu tunggu dulu ya. Kamu masuk dulu saja, duduk didalam. Aku mau mandi sebentar" ucapku kaget


"baiklah" jawab supir


"tapi kenapa kau yang kesini?" tanyaku


"tadi mendadak Tuan Kenzo ada urusan, jadi saya menggantikannya" ucap supir.


"oh begitu" ucapku


10 Menit Kemudian


Setelah mandi aku melihat ponsel. Ternyata ada pesan dari Kenzo.


Kenzo


Maaf aku masih ada urusan, aku menunggumu. Supirku akan kesana, dan pakai baju biasa saja, jangan pakai riasan apapun atau aku akan menghukummu;*


"hih, dasar gila" ucapku


5 Menit Kemudian


Aku turun dengan pakaian biasa, Kaos panjang dan celana panjang. Wajah tanpa riasan.


"mari nona" ucap supir


///***///


Setelah Sampai


"silakan turun nona. Kita telah sampai" ucap supir


"kok disini?" tanyaku


"tuan Kenzo nanti menyusul, anda masuk dulu. Didalam juga ada teman anda yang menunggu" ucap supir


"teman? Siapa paaa... Baru aja ngeliat kesana berbalik supirnya udah gak ada aja. Masuk aja deh" tanyaku


Aku masuk kedalam salon yang ada didepanku.


"hai tata" sapa Clarissa


"eh, kok lu disini?" tanyaku


"kenapa gak boleh? Gak rindu gitu?" tanya Clarissa


"eh nggak gitu, ya kaget aja. Ngapain disini?" tanyaku


"heemm, dipaksa pacarmu tuh suruh baintuin. Katanya biar kamu lebih cantik, kalo perlu jadi cewek yang paling cantik didunia katanya" jelas Clarissa


"hahaha, aneh-aneh aja" ucapku


"come on baby, lets make some change" ucap Clarissa


Setelah mulai jam 5 Pagi, akhirnya jam 6 Pagi selesai. Disitu aku dimaskeri, manicure, body care, skin care, dll. Sebenarnya aku sedikit lelah karena hanya duduk hingga hampir tertidur.


"hai baby, wick up" ucap Clarissa


"hah apa?" ucapku kaget


"finishing part" ucap Clarissa


"hah?" tanyaku


Aku dibawa Clarissa menuju Salon sebelahnya.


"buat dia jadi gadis paling cantik hari ini, madam" ucap Clarissa


"okay, dont worry. Aku tangani sendiri" ucap pegawai salon


"hah?" tanyaku


"kamu tunggu dulu, biar cantik dulu. Nanti kujelaskan" ucao Clarissa


Dari jam 06.10 hingga jam 08.30 pagi aku hanya duduk dan mencoba pakaian. Lalu aku keluar dan menunjukannya pada Clarissa.


"so?" tanyaku



"oh my gosh, you are really beautiful like a Angel" ucap Clarissa


"come on, Angel memang namaku" ucapku


"okey okey. Ayo ikut aku sambil nanti kujelaskan" ucap Clarissa


Aku kembali ditarik paksa oleh Clarissa. Aku masih bingung, pertama aku diajak kesalon lalu dirias dan sekarang tidak tau apa lagi.


Aku ditarik kesebuah butik terkenal yang aku tau.


"udah sono masuk, pakai bajumu. Itu baju pernikahanmu. Kenzo ingin melihatmu memakai itu" ucap Clarissa


"ha? oke-oke" ucapku


Setelah ganti baju.


"gimana?" tanyaku


"siapa kau nona?" tanya Clarissa


"ha?" tanyaku


"kau sungguh cantik, aku sampai lupa siapa kamu" gurau Clarissa


"kamu kenapa make up an? Dressmu juga bagus" ucapku


"ayok" ajak Clarissa


"kemana lagi sihh... " ucapku jengkel


Tiba-tiba aku diajak masuk kehalaman gereja, namun pintunya masih tertutup.


"mengapa kita disini?" tanyaku


"oh Tuhan, kadang kau sangat pintar. Tapi kalo udah mulai tolol ya gini nih" ucap Clarissa


"ihh, aku tanya beneran. Ngapain?" tanyaku


"body care, make up, beautiful dress and chruch. Its your wedding day baby" ucap Clarissa


"ha? Apa, ka kamu jangan bercanda dong" ucapku gugup


"Kenzo yang menyiapkan semuanya. Udah gak usah banyak tanya, ini kejutannya. Sana masuk, Kenzo udah nunggu" ucap Clarissa


"bentar, aku mau ambil nafas. Sumpah aku gak ngira. Biarin aku nafas dulu" pintaku


"oke deh, jangan lama-lama. Kasihan suamimu tuh hahaha" ucap Clarissa


"ah kamu mah" ucapku


Aku berusaha tenang dan tidak gugup. Sungguh aku tak mengira, seolah semua terjadi begitu saja. Apa karena ini dia bertanya padaku tentang pernikahan hari itu.