My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Apa dia mamaku?



Apa, bagaimana bisa? -Batin Jaxtyn


Ternyata, apartemen Jaxtyn dan Grazie bersebelahan. Hal itu membuat Jaxtyn kaget setengah mati. Bagaimana bisa ia bertetangga dengan wanita yang paling dihindarinya.


Dia tidak boleh tau kalau apartemenku ada disebelahnya. Aku harus tetap merahasiakannya -Batin Jaxtyn


"turun.. " ucap Jaxtyn


"apartmeneku yang mana?" tanya Grazie


"yang ini (menunjuk sebuah rumah) besok aku akan menjemputmu untuk pergi kerumah Tuan dan Nyonya Aileen. Bersiaplah" ucap Jaxtyn datar


"bukannya besok kita mau jalan-jalan?" tanya Grazie


"sesudah dari rumah Tuan Aileen" jawab Jaxtyn


"oh, okay. Jam?" tanya Grazie


"jam 8, tidak ada kata terlambat" ujar Jaxtyn


"okay, sekarang pulanglah. Pergi-pergi sana" ucap Grazie


Untung kau wanita -Geram Jaxtyn


"turunlah, atau kau mau ikut denganku" ucap Jaxtyn datar


"ih ogah" ucap Grazie


Grazie turun dari mobil dan bergegas masuk.


///***///


Di Dalam Apartemen Grazie.


"wah.. Ini apartemen apa kastil. Benar-benar mewah" ucap Grazie terkagum "Ken harus kuberi tau!'


Grazie :


Hei Ken.. Apa kabar


Kenneth:


Baik..


Grazie:


Bagaimana kuliahmu sayang?


Kenneth:


Jangan seperti itu, aku bukan anak kecil


Grazie:


Baiklah, butuh uang? Jangan berbohong


Kenneth:


Kau kan sudah tau semuanya, kau tanya temanmu yang dosen itukan, Elina.


Grazie:


Elina memang memberitahu ku, tapi aku ingin mendengarnya darimu sendiri


Kenneth:


baiklah, bayar uang semester terakhir. Kira-kira $750. Maaf selalu merepotkan


Grazie:


Jangan begitu, aku sangat menyayangimu. Besok kutransfer okay, dont worry be happy:)


Kenneth:


maaf, i love you:). Tapi kau dapat uang dari mana Zie? Kenapa dengan mudahnya langsung setuju? Kau tidak menjual organ pasien kan?


Grazie:


Astaga, aku ini dokter yang baik Ken. Sudahlah, selesaikan S2 mu lalu pulang dan temui aku. Akan kuceritakan semua:)


Kenneth:


Baiklah, tidurlah sudah malam:) good night


Grazie:


okay, kau jangan tidur malam-malam. Belajarnya besok saja:)


Kenneth:


Iya Zie ku sayang:)


"huh, aku lega memberitahunya. Padahal aku ingin sekali belanja, tapi tidak papa. Ken lebih penting dari segalanya" ujar Grazie


Grazie cukup kelelahan karena penerbangan yang lama. Ia membaringkan tubuh diatas kasur, tanpa sadar ia tertidur dan tidak mengganti pakaiannya ataupun menata bajunya.


///***///


Apartemen Jaxtyn


"bagaimana bisa? Aku harus hati-hati. Aku malas sekali berurusan dengannya" kesal Jaxtyn


Jaxtyn masih kesal karena tau apartemennya bersebelahan dengan apartemen Grazie. Ia mengumpat didalam apartemennya. Tanpa ia sadari baru kali ini ia memperhatikan wanita selain ibunya dan diriku. Memikirkan diriku karena aku bosnya tentunya.


Flashback on..


"sayang, biarkan Grazie tinggal disebelah Jaxtyn ya" ucapku


"memangnya kenapa?" tanya Kenzo


"aku merasa kalau mereka cocok, lagipula kalau ada apa-apa kan mereka bisa saling membantu" bujukku


"tapi kalau mereka tanya, kita kan butuh alasan yang logis" ujar Kenzo


"hmmm... " pikirku


"ah, jawab saja kalau aku membutuhkan Grazie jadi Jaxtyn bisa mengantarnya. Jaxtyn kan orang kepercayaanmu" pendapat Kenzo


"ah benar, kau memang suamiku yang pintar (mencubit kedua pipi Kenzo)" ucapku gemas


"bangga nggak?" tanya Kenzo


"iya dong" ucapku


"kalau bangga, sini cium" goda Kenzo


Cup..


Aku mencium pipi kiri Kenzo, dan seketika Kenzo mencium bibirku dengan bibir seksinya. Perlahan ciumannya semakin dalam dan menggila.


"mau lanjut baby?" tanya Kenzo


"inget yang didalem perut sayang" jawabku lembut


Bruk...


Kenzo membanting majalah yang baru ia baca dan bergegas keluar dengan kesal.


"dih ngambekan" ujarku


Flashback off...


///***///


Pagi Hari


Di Apartemen Grazie


"oh, aku memasak terlalu banyak. Padahal hanya aku yang makan. Hum aku berikan ke tetangga sebelah saja, hitung-hitung berbagi karena rumah baru" ujar Grazie


Sudah menjadi kebiasaan kalau pagi hari Grazie selalu memasak untuk dirinya. Alasannya ia ingin makanan yang lebih sehat dan menghemat uang untuk membiayai kuliah Kenneth.


Grazie bergegas keluar membawa rantang susun penuh makanan. Tanpa ia sadari kalau Jaxtyn sudah duduk didalam mobil didepan apartemennya.


Tok... Tok.. Tok..


"excuse me neighbours... " sapa Grazie


Oh no, maybe they are dont understanding about i say. I need dictionary -Gumam Grazie


Grazie membuka ponselnya dan mengartikan kata-kata yang hendak ia ucapkan kedalam bahasa Indonesia.


"oh.. permisi tetangga... " sapa Grazie


Right or wrong? -Gumam Grazie


"ngapain dia disana?" bingung Jaxtyn


"saya tetangga baru, permisi" sapa Grazie


Masih sama, diam tanpa jawaban.


"mungkin tidak ada orang, next time okay" ujar Grazie


"hei, ngapain?" teriak Jaxtyn


"ah.. buat kaget saja" kaget Grazie


"ayo berangkat! Tidak ada kata terlambat, remember!" tegas Jaxtyn


"oh si datar, pagi-pagi udah ketemu aja (gumam) oke bentar" teriak Grazie


Grazie mengambil tas dan masuk kemobil Jaxtyn.


"ngapain?" tanya Jaxtyn


"tadinya mau kasih makanan, kan tetangga baru. Eh ga ada orang" jelas Grazie


Huh untung, aku keluar lebih cepat. Kalau ketahuan bahaya -Batin Jaxtyn


"nih buat kamu aja" ucap Grazie sambil memberikan rantangnya tadi


"makanan, buat kamu. Daripada gak kemakan kan sia-sia. Nih, cobain masakan aku" ujar Grazie


"ya" jawab Jaxtyn datar


"harusnya kamu bersyukur kalau ada dokter cantik yang memberikan makanan enak padamu" ujar Grazie


"aku kan gak minta" jawab Jaxtyn datar


Ini orang apa robot sih, susah banget diajak bercanda -Batin Grazie


"tau lah" kesal Grazie


Jaxtyn masih diam tak menanggapi. Seperti biasa wajah datar dan fokus menyetir.


Kalau diliat-liat, ganteng juga ni orang... Eh ga boleh, aku mana suka cowo datar. Aku kan sukanya sama cowo yang bersemangat. Yah setidaknya seperti Ken lah -Batin Grazie


///***///


Di Rumah Ku dan Kenzo...


"wah gila, ini rumah apa kastil kerajaan? Mewah banget sumpah" bengong Grazie


"ayo masuk, ngapain?" tanya Jaxtyn yang membuyarkan lamunan Grazie


Pengacau bener sih ni orang satu -Umpat Grazie


"ayo masuk, tunggu apa?" sapaku


"haii.. " sapa Grazie


Jaxtyn mengode mata diriku, aku paham.


"masuklah Grazie, aku akan berbicara sebentar dengan Jaxtyn" ucapku


"okay" jawab Grazie


*******


Di Ruang Baca


"apa maksudnya boss?" tanya Jaxtyn to the point


"oh, masalah apartemen? Karena kau kan asistenku yang paling baik, setia dan ganteng jadi aku minta tolong sekalian jaga dia. Bagaimanapun dia kan wanita, yah mau yah. Apa kau tidak kasihan pada bossmu yang cantik ini kalau kehilangan dokter seperti dia" ucapku drama dengan satu tangan diatas dahi dan pura-pura lemas seperti di sinetron Tv Tv


Sejak kapam boss ku jadi wanita dramatis yang letoy? -Batin Jaxtyn


"tapi boss... " cegah Jaxtyn


"kumohoo.... aww... " teriakku


Hiks... Hiks.. Hiks..


Aku menangis keras dan duduk. Lalu Kenzo yang mendengar tangisanku langsung berlari menendang pintu sampai terbuka. Saat terbuka ia langsung menarik kerah baju Jaxtyn kuat-kuat keatas.


"kau apakan istriku hah" bentak Kenzo


"tidak, tidak seperti itu.. " cegah Jaxtyn pasrah


Grazie yang mendengar keributan langsung datang juga.


"whats wrong?" tanya Grazi


Grazie terkejut melihatku menangis keras dan kelakuan Kenzo pada Jaxtyn.


"kau apakan hah!" bentak Kenzo


"ti tidak.. " jawab Jaxtyn


"Kenzo... hiks.. jangan.. hiks.. ia hiks.. tidak.. hiks.. bersalah.. " tangisku sambil melerai Kenzo dan Jaxtyn


"siapa yang menyakitimu katakan padaku!" bentak Kenzo sambil memegangi kedua pundakku


"apa? Apa kontraksi? Atau terjadi sesuatu padamu, katakan gejalanya" panik Grazie


"akuu... tidak sengaja.. menggigit lidahku... hiks..." tangisku


Seketika semua hening, Jaxtyn menarik tangan Grazie untuk keluar dan Kenzo masih diam canggung mengingat kelakuannya tadi.


Bodoh sekali aku ini. Aku merasa kalau IQ ku menjadi 0 seketika -Batin Kenzo


"hei.. ada apa?" tanyaku


"ti tidak" jawab Kenzo


Bruakk....


"hoi, cucu tidak tau diri. Sudah pulang tidak kasih kabar hah" bentak Kakek


"kakek.. " panggilku senang


Kakek melihatku yang seperti baru menangis langsung memukuli Kenzo dengan tongkat panjangnya.


Dug.. Dug... Dug..


"beraninya kau menyakiti cucuku lagi hah! Bosan hidup?" bentak kakek


"ah ampun kek, tidak seperti itu" ucap Kenzo yang berjongkok kesakitan dipukuli Kenzo


Aku tak berniat menolong, biar ia merasakan apa yang namanya sakit dulu. Tak lama mamaku juga datang berlari memelukku.


"Angel ku sayaang... ya ampun, mama merindukanmu" ucap mama sambil memelukku erat hingga aku hampir tak bisa bernafas


"ma ma... a aku ta tak bisa ber nafas... " ucapku tersengal-sengal


"oh astaga maaf" ucap mama sambil melepaskan pelukannya


"iya, mama apa kabar?" tanyaku


"baik, apa kabarmu?" tanya mama sambil melihatku dari atas sampai bawah "astaga Angelku sayang kurusan, dia kurusa. Ya ampun, badanmu kurus sekali nak, kau ini makan atau tidak? Kenapa seperti tidak makan 1 bulan hah?"


Apa aku sekurus itu? Bukannya kalau manusia normla jika tidak makan 1 bulan akan mati? -batinku


"ya ampun, kau kurusan, bajumu lusuh, mukamu pucat, kantung matamu tebal, rambut berantakan, mata merah, apa kau pilek? badanmu juga ada lebam dan LUKA! Ya ampun ini Luka, ya Tuhan. Kita harus segera kerumah sakit. Papa, telfon dokter bedah ortopedi dan ahli tulang, juga dokter kandungan dan profesor ahli gizi. Ya ampun anakku sangat memprihatinkan!" ceramah mama Angel


Kenapa malah rasanya seperti aku sedang sekarat dan akan mati ya? Bukankah ini berlebihan? -Batinku


"maa, Angel baik-baik saja" ujarku


"apa! Angel terluka? Cucuku terluka hah! Jaxtyn panggil ambulan, pesankan ruangan VVIP kelas 1 di rumah sakit terbaik dikota ini" kaget kakek


"kek, aku tidak sedang sekarat" jawabku datar


"sayang tolong aku" ucap Kenzo sambil memegangi tubuhnya sendiri


"apa? kenapa kau dipukuli?" tanyaku sambil berpura-pura tidak tau


"lihat, dia sudah memukulmu dan kini dia membuatmu menangis! Aku harus memberinya pelajaran" geram kakek


"kakek aku tidak menangis karena dia, tapi aku tidak sengaja menggigit lidahku sendiri" jawabku datang


Jreng..


Semua menjadi hening seketika, Kenzo berusaha berdiri. Tiba-tiba suasana menjadi canggung.


"eh Kenzo, maafkan kakek ya. Kakek salah paham. Kau mau memaafkan kakek kan? Ah pastilah, aku kan kakek istrimu. Lagian pasti suami cucuku kuat kan (menepuk pundak Kenzo)" ujar kakek sambil tersenyum


Kenzo hanya membalasnya dengan tersenyum.


Kuat palalu, emang dia belum pernah apa dipukuli kayak gini, makanya gak tau rasanya. Untung dia kakekmu Angel, jika tidak sudah kubanting dia kekanan kekiri. Huh sabar Kenzo, tidak boleh melawan orang tua -Batin Kenzo


"makanya jangan main pukul aja kakek" ucapku datar


"ya iya, maaf. Sekali ini saja" ujar kakek


"huh... baiklah" jawabku


"Kenzo, kalau salah jangan diulangi lagi ya. Tapi kalau bosan hidup gapapa diulangi, lain kali pasti ganti pedang atau samurai kok yang memukuli tubuhmu seperti tadi" ucap kakek sambil senyum seringai


"enggak kek, makasih. Sekali ini aja" ujar Kenzo dengan senyum terpaksa


Nggak Kakek nggak cucu sama aja kalo ngancem pandangan matanya atau senyumnya bikin ngeri -Batin Kenzo


"pah, ini Angel gimana? Perlu kerumah sakit yang di Amerika aja ya? Biar aku siapin pesawat atau helikopternya" ujar mama Angel


"maaa, aku ini cuma hamil dan ini cuma kegores kecil. Aku nggak akan mati hanya karena luka kecil ini, aku tidak selemah itu. Lagian ini cuma luka gores sehari dua hari sembuh, ini luka gores ma bukan habis kecelakaan atau lagi sekarat. Ngapain panggil banyak dokter atau ke Amerika" ucapku sambil menghela nafas menghadapi tingkah mama yang over protective


"tapi kan, kalau infeksi bisa bahaya. Kalau kenapa-napa gimana ha? Kalau nanti keluar darahnya gimana? Kalau kamu kehabisan darah gimana? Kalau pengaruh sama baby nya gimana?" bingung mama Angel


"astaga mama, gini deh. Aku butuhnya shopping bukan dokter. Mama mau temenin?" tanyaku


Ya aku mengeluarkan jurus jitu ini kalau mama sudah khawatir seakan aku mau mati. Mama bisa sangat over protective tapi akan lupa kalau mendengar kata shopping.


"yaudah, kapan? Kita nanti ke body spa, kita rileks in badan trus kesalon rambut, liat rambut kamu kusut gitu. Trus ke face salon, tancap dikit lah, trus ke make up counter okey, trus beli tas, baju, sepatu, aksesorin perhiasan juga jangan lupa.. " ucap mama panjang lebar


"maa... " panggilku datar


"shhh, liat nih (mengeluarkan ponsel dan menunjukannya padaku) Lihat, brand XY mengerluarkan tas terbaru dan baru kemarin. Liat udah bagus, cantik elegan lagi. Ini limited edition, kita harus dapetin gak boleh nggak. Trus brand ini ada keluaran terbaru, oh iya produk sepatu ini ada sepatu limited edition, ini juga dressnya yaampuunn.. bagus banget apalagi kalo kamu yang make. Astaga pasti cocok banget. Iihhh, jam tangannya elegan banget ya ampuunn... " ceramah mama


Apa dia ini masih mamaku? -Batinku


___________________________________________


Hai readers, i miss you all:(


Maaf banget ya, telat update. Akhir-akhir ini author bener-bener sibuk banget. Meski begitu author tetep kepikiran terus kalau nggak update buat kalian:(


Kali ini chapternya agak panjang ya, sepanjang kisahku sama dia.. eaa wkwkwk


Sekali-kali bonus buat kalian.


Kalau nganggur, mampir yuk ke novel Author yang satunya


"MY SEXY WIFE"


Sekian terimakasih.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE OK 🙏