
Sembari menungguku lahiran, Kenzo mondar-mandir tak tenang menungguku diluar.
"Angel... Aku benar-benar khawatir padamu"
"pi kenapa tidak duduk saja?" tanya Alvaro
"papi tidak tenang nak" ujar Kenzo sambil mondar-mandir
"duduk saja, Varo yakin mami pasti bisa" ucap Alvaro
"hm... "
Kenzo menuruti apa kata Alvaro untuk duduk, namun baru beberapa menit ia sudah berdiri dan mondar-mandir lagi.
///***///
Di Ruang Operasi
Pastinya Grazie yang membantu menanganiku lahiran.
"huuhh... "
ayo sayang, mama tau kamu bisa -Batin mama dari luar
"terus Angel terus.. "
Astaga, jika aku tau rasanya sesakit ini akan kupertimbangkan untuk lahiran dengan operasi -Batinku
Sebenarnya aku hanya ingin persalinan normal namun karena anakku dua jadi lebih susah. Sebenarnya dokter sudah memperingatkanku namun aku tak menggubrisnya. Namun ditengah-tengah persalinan aku pingsan karena kelelahan, akhirnya aku terpaksa dioperasi.
Setelah berjam-jam, akhirnya semua proses persalinan selesai. Aku sudah dipindahkan ke ruang yang sebelumnya kutempati.
///***///
Ruang VVIP Kelas 1
"sayang, kau sudah berjuang cukup keras" ucap Kenzo sambil mengelus kepalaku dan mencium keningku "terima kasih telah memberiku hadian terindah didunia ini"
Perlahan aku menggerakan tangan, mataku terbuka perlahan. Pandanganku yang kabur perlahan terlihat jelas.
"ahhh... " keluhku
Rasanya seluruh rasa sakit menjadi satu, tubuhku benar-benar lemah dan sakit. Aku merasa paling sakit dibagian perut.
"airr... Ambilkan aku air" ucapku lemah
"oh, ini minumlah sayang" ucap Kenzo lembut sambil memberikan gelas berisi air
Aku meminumnya perlahan.
"bagaimana anak kita?" tanyaku
"syukurlah, semua lahir dengan selamat dan sehat" ucap Kenzo
"bagaimana keadaannya?" tanyaku
"baik-baik saja, ia sangat cantik sepertimu... " ucap Kenzo menggantung
"dia perempuan?" tanyaku senang
"dan yang laki-laki pastinya tampan seperti ayahnya" ucap Kenzo
"siapa yang pertama?" tanyaku
"kau yang melahirkan malah aku yang ditanya" gurau Kenzo
Aku diam melirik saja.
"haha, bercanda. Perempuan baru laki-laki" ucap Kenzo
"syukurlah, aku ingin bertemu mereka" ucapku
"tunggu dulu, tubuhmu masih lemah dan pasti dokter nanti membawanya kemari" ujar Kenzo
"tapi kenapa perutku sakit luar biasa, aku hanya ingat kalau aku tadi mulai tidak sadar" tanyaku
"karena kamu pingsan, dokter terpaksa melakukan persalinan dengan operasi. Karena jika tetap dilanjutkan dengan normal akan membahayakan nyawamu dan bayi kita" jelas Kenzo
Ceklek....
"Angel... Happy new life sayang" ucap Clarissa yang datang tiba-tiba dan memelukku lembut
"hei jangan keras-keras, ia masih lemah" ucap Kenzo
"iya-iya aku tau" kesal Clarissa
"ga papa sayang, aku baik-baik aja" ucapku
"selamat atas kelahiran bayimu Angel" ucap Chriss sambil memberikan setumpuk kado
"eh apa ini?" tanyaku
"ini ada baju bayi, bedak bayi, shampoo bayi, peralatan makan bayi, sabum bayi, popok bayi...." ucap Chriss yang menggantung karena mulutnya ditutup oleh tangan Clarissa
"sa sayang, jangan ember-ember kenapa. Nanti biar mereka buka sendiri" ucap Clarissa
"oh begitu ya" ucap Chriss
"dasar" ucap Kenzo
Tak lama, seorang suster datang untuk memberi tahuku.
"nyonya, ini waktunya bayi anda minum ASI" ucap suster
"oh baiklah, bawa bayinya kesini" ucapku lembut sambil senyum
"jadi siapa namanya?" tanya Chriss dan Clarissa
"eh... Namanya... " ucapku menggantung "oh putra putriku yang tampan dan cantik" ujarku sambil menyambut kedatangan bayiku.
"lihat, cantik seperti ibunya dan tampan seperti ayahnya" ujar Kenzo
"idih" sela Chriss
Melihat aku yang hendak membuka baju karena ingin menyusui langsung menahan tanganku.
"eh, kenapa? Cepetan, nanti bayinya haus" ucapku
"tunggu dulu" ucap Kenzo
"apa lagi?" tanyaku
"kalian keluar dulu (menunjuk Clarissa dan Chriss)" jelas Kenzo
"eh?" bingung Chriss
"aku kan juga cewek" ucap Clarissa
"gak ada tapi-tapian, keluar. Yang bisa disini cuma aku, Angel, bayiku dan suster. Yang lain keluar" ucap Kenzo
Aku hanya diam memegangi kening melihat semua ini.
"haih, kalian keluar saja daripada pusing disini" ucapku
"haish, baiklah. Kami tunggu diluar, kalau udah selesai panggil kami lagi" ucap Clarissa
"ok" jawabku
Setelah itu Chriss dan Clarissa keluar, hanya tinggal aku, Kenzo dan seorang suster.
"kenapa kamu suruh mereka keluar sih?" tanyaku
"cuma aku dan suster ini yang boleh liat badan kamu" ucap Kenzo
"lah kenapa?" tanyaku
"kamu kan istriku yang cantik dan seksi" ucap Kenzo
"udah-udah, sini anak aku" ucapku
"hey, ini anakku juga ya" ucap Kenzo
"yaudah iyaa... " ucapku
Aku mengendong putriku terlebih dulu, putriku lebih diam dibanding putraku yang sedari tadi selali bergerak dan mudah menangis.
Betapa cantiknya kamu nak, tangan sekecil dan seimut ini. Mami gak pernah nyangka bakal punya putri secantik kamu. Semoga kamu tumbuh menjadi wanita yang lemah lembut -Batinku
Aku selesai menyusui putriku dan aku gantian menyusui putraku.
Nak kau adalah pria tertampan selain ayah, kakek dan pamanmu. Mami berharap kau akan menjadi pria yang bijaksana dan tegas namun tetap lembut -Batinku
Dari tadi Kenzo melihatku sambil menelan ludah.
"kenapa?" tanyaku
"ah nggak kok" hindar Kenzo
"suster, bisakah kau menunggu diluar. Nanti aku akan memanggilmu lagi" pintaku
"baik nyonya" jawab suster
Setelah itu suster itu keluar dan hanya tinggal aku, Kenzo dan putra putriku didalam.
"so? Why?" tanyaku
"bagaimana aku bisa menahan diri kalau kau se seksi ini" ucap Kenzo sambil mengalihkan pandangan
"inget dua anak ini sayang" ucapku
"iya aju tunggu kok haha" godaku "btw, ini namanya siapa? Kita gak pernah kepikiran sebelumnya ya"
"hmm.. iya juga, bentar aku mikir dulu" ucap Kenzo sambil berfikir "oh Kenzie dan Kenza saja"
"eh? Kenapa namanya hampir sama dengan namamu?" tanyaku
"kan anakku" ucap Kenzo
"Ken itu Kenzo, Zie.. Grazie? Kamu mau selingkuh sama Grazie?" tanyaku curiga
"eh apaan sih, nggak ya. Ya kali aku selingkuh sama dia" ucap Kenzo
"gak, gak ada gak boleh nama itu. Yang lain" ujarku
"bagusan itu sayang" ucap Kenzo
"gak ada, situ enak tinggal nikmatin. Sini yang berjuang sampe hampir mati buat lahirin ni 2 bocah. Lagian ini juga anakku tau" ucapku kesal
"haih, tapi kan bagus" ucap Kenzo
"GAK BOLEH!" ucapku sambil menekankan kata-kataku
"trus?" tanya Kenzo
"mereka kan lahirnya di bulan Juli, gimana kalo Julia dan Julio. Udah nama belakangnya kamu yang kasih, gimana cukup adil?" tanyaku
"kok gitu?" tanya Kenzo
"aku nama awalnya, nama akhirnya kamu trus tinggal tambahin nama marga sayangku kasihku cintaaa... " ucapku kesal
"bagusan tadi" ngeyel Kenzo
"gak mau, yaudah sana lahirin anak sendiri" ucapku kesal
"yaudah yaudah... Aku kalah" ucap Kenzo
"jadii..???" tanyaku
"JULIA ALEXANDRA AILEEN" ucap Kenzo
"ih, baguss... Padahal dulu aku yang pengen nama Alexandra eh malah anakku yang namanya Alexandra" ucapku senang "yang satunya?" tanyaku
Saat Kenzo menyebut nama itu tiba-tiba putriku yang tengah tidur pulas terbangun dan membuka matanya. Mata bulat, bulu mata panjang dan hitam pekat.
"JULIO ARVAGAS AILEEN" ucap Kenzo
"hmm.. boleh juga" ucapku
Saat Kenzo menyebut nama putraku, tiba-tiba putraku tersenyum mendengarnya.
"eh sepertinya dia suka namanya" ucapku
"udah itu aja, aku suka, anak-anak juga suka dan kamu juga suka. Jadi panggilnya Lia dan Lio?" tanya Kenzo
"ok" ucapku senang "tapi aku boleh minta satu permintaan gak?"
"ya sayang, ngomong aja" ucap Kenzo
"jangan umumkan nama asli mereka pada publik. Cukup katakan nama mereka adalah Sandra Aileen dan Arva Aileen" jelasku
"kenapa?" tanya Kenzo
"aku tau kita ini serba kecukupan, bahkan bisa dikatakan lebih-lebih. Tapi aku tak ingin kedua anakku hidup serba mewah dan bergelimang harta. Aku yakin setiap orang itu ada pasang dan surut. Jadi jika terbiasa dengan kehidupan sederhana maka mereka akan siap menghadapi segala sesuatu dan siap dalam segala situasi" jelasku
"kau memang ada benarnya juga. Jadi maksudmu kita akan membuat 2 identitas untuk mereka tanpa merubah data-data mereka?" tanya Kenzo "aku paham, tapi apa tujuanmu yang sebenarnya?"
"hmm.. Aku ini pernah mengalami segala situasi didunia ini dari yang senang hingga yang sedih, kehilangan semuanya hingga mendapatkan semuanya. Aku hanya ingin tau siapa saja orang yang tulus dengan anak-anakku dan mereka bisa menjalani kehidupan orang normal pada umumnya" jelasku
"kau memang berpikiran luas istriku" ucap Kenzo sambil memelukku
"sayang, aku masih menggendong putramu" ucapku
"haih, aku juga menggendong putriku" ucap Kenzo "tapi kenapa dari tadi Julio banyak gerak sedangkan Julia malah diam saja ya dan tidak banyak gerak?"
"entahlah, mungkin ia mengantuk" ucapku
Papi benar-benar bersyukur pada Tuhan nak karena bisa menjadi papimu dan Julia serta bisa menjadi suami dari mamimu yang cantik dan baik hati ini -Batin Kenzo
"tapi sayang, nanti kalau mereka sekolah bagaimana?" tanyaku
"kan masih lama ngapain dipikirin sih?" tanyaku
"ya iyalah, biar gak repot. Jadi gimana?" tanyaku
"haih, kita tetap akan menyekolahkan mereka disekolah terbaik namun dengan identitas orang biasa dan masuk dengan jalur prestasi. Di sekolah hanya kepala sekolah yang mengetahui identitas asli mereka. Bagaimana?" tanya Kenzo
"uhh... Kau memang terbaik" ucapku senang
"apapun yang terbaik untukmu dan untuk kedua anak kita" ucap Kenzo tersenyum
"tapi dimana Alvaro? Sudah lama aku tak melihatnya, apa dia tidak ingin bertemu adiknya?" tanyaku
"oh tadi keluar sama kakek sama mama. Belanja katanya buat baby nya" ucap Kenzo
"haih, padahal aku pengen kenalin Lia Lio ke Alvaro" ucapku
"tunggu ya, nanti juga balik" ucap Kenzo
*****
Di Luar Ruangan
"haih, mereka ngapain sih didalem. Lama bener, sampe bosen nunggu aku disini" ucap Chriss kesal
"sabar sayang, mereka kan juga butuh privacy" ucap Clarissa
"kamu enak ya duduk, la aku berdiri terus dari tadi tau" ucap Chriss
"kasian neneknya kalo gak dapet gempat duduk" ucap Clarissa sambil melihat kursi tunggu yang penuh
Memang semula mereka hendak menunggu didepan ruanganku tapi Clarissa tidak kuat berdiri lama, jadi Clarissa mengajak kekantin dan saat kembali entah mengapa Clarissa nyidam ingin duduk dikursi tunggu.
Author : Aneh bener mbak nyidamnya?
Clarissa : La yang nulis cerita siapa_-
Chriss : Gak usah jelek-jelekin bini orang
Author : Galak amat mas, sini author jadiin selir author;)
Chriss : Sini ngomong sekali lagi, kalo mau saya tembak pake pistol
Clarissa : Ntar dagingnya jadiin sate yang sayang
Author : Eh anu, pacar telfon. Pulang dulu yaa:) /Lari pulang
"sayang aku ada ide" ucap Chriss
"apaan, jangan aneh-aneh" ucap Clarissa
"kamu berdiri, trus nanti duduk dipangkuan aku ya" goda Chriss
"ogah, yuk balik" ucap Clarissa
"haih, udah jadi bini masih aja susah" ucap Chriss
Disaat hendak kembali, Clarisa bertemu dengan mama, Kakek dan Alvaro.
"eh Clarissa, makin cantik aja. Gimana? Sehat? Kapan lahiran?" tanya mama
"sehat tante, masih lama tante" ucap Clarissa
"kesini sama siapa nak?" tanya kakek
"sama suami kek" ucap Clarissa
"duh, yang pengantin baru" goda mama
"hehe" basa-basi Clarissa
"tantee, Varo kangen" ucap Alvaro sambil memeluk kaki Clarissa
"eh main peluk-peluk aja, enak banget ya" ucap Chriss
"apa sih om, kan Varo cuma peluk" ucap Alvaro
"sama Varo mau, giliran sama aku gak mau" rajuk Chriss
"kamunya kalo udah peluk aneh-aneh sih" ucap Clarissa
"eh, kata siapa?" tanya Chriss
"kataku, barusan aku ngomong" ucap Clarissa
"alah udah, gak ada yang bela" kesal Chriss "sini anak kecil, digendong om ya. Kita lihat adik kamu" ucap Chriss
"ok om"ucap Alvaro senang
_____________________________________________
Hai readers, maaf ya kalo ada yang kecewa:(
Tapi author bakal berusaha biar kalian tetep suka bacanya ok;)
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏