My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Kenapa



Saat didalam aku akhirnya sempat menelfon kak Chriss.


"akhh.. Halo kak, bagaimana keadaan disana" tanyaku


"Angel, selamat. Kita menang telak pemimpinnya bahkan tertangkap" sahut Chriss gembira


"akh.. Wah benarkah, kak segera datanglah ke Rumah Sakit Kota sekarang juga. Baiklah aku hubungi nanti lagi" ucapku


"tunggu apa kau baik-baik saja. Halo.. Halo... Halo... Angel" jawab Chriss


Aku langsung bergegas masuk. Saat berjalan aku merasa sangat lemas, aku pergi ke dalam untuk mengurus surat administrasi Kenzo. Aku sempoyongan berjalan kedalam sambil memegangi perut kananku yang tadi terasa sangat sakit. Semua orang memadangiku yang tanpa sadar aku berjalan sambil meneteskan darah dilantai.


"Akhh... Mana yang harus kutanda tangani sus" tanyaku sambil menahan sakit


"ini nyonya mohon ditandatangani semua" ucap suster


"akhh... Baiklah" ucapku sambil meringis kesakitan


"terima kasih nyonya, nyonya apa kau baik-baik saja?" tanya suster


"akhhh... Aku baik baa"


Brugg...


Aku jatuh pingsan, suster itu menolongku dan membawaku keruang operasi.


Astaga aku tak salah dengan saat jendral itu menembak Kenzo, aku mendengar ada 2 suara tembakan namun aku hanya melihat 1 peluru yang terdapat pada tubuh Kenzo, ternyata peluru yang satunya tanpa kusadari mengenai tubuhku sendiri. Entah mengapa kali ini aku merasa diriku sangat ceroboh.


///***///


Setelah operasi selesai.


"Ah tuan sudah siuman, mohon maaf apakah nama anda Tuan Kenzo?" tanya suster


"ah, iya benar. Dimana aku sekarang?" tanya Kenzo


"tuan mohon berbaringlah, anda dirumah sakit. Anda baru siuman setelah melakukan operasi" jawab suster


"operasi? Siapa yang membawaku" tanya Kenzo


"istriku, siapa namanya? Dan apa maksudmu" tanya Kenzo


"hahaha.... Bagaimana kau bisa lupa pada istrimu sendiri. Namanya Angel. Dia berusaha berjalan dengan susah payah membopongmu bahkan saat dia sendiri terluka, dia bahkan mengancam dokter untuk menyelamatkanmu" ucap suster


"terluka? Terluka bagaimana, dimana dia sekarang?" tanya Kenzo


"tenanglah tuan, dia mendapat luka tembak dibagian perut kanannya, untunglah tembakannya tidak terlalu dalam, namun menurut hasil operasi kemungkinan saat membopongmu dia mengerahkan semua tenaganya sehingga luka didalam semakin lebar dan sedikit ada infeksi. Namun tenanglah dia sudah melewati masa kritisnya. Namun mungkin jika tidak membawa beban berat mungkin lukanya tidak separah tadi dan tidak akan membahayakan nyawanya. Sekarang dia aka diruang sebelahmu." jawab suster


"apaaa aku harus melihatnya sekarang" ucap Kenzo sambil beranjak pergi.


"tunggu tuan lukamu masih belum kering" teriak suster sambil mengejar Kenzo


Bruaakk...


Kenzo menerobos pintu dan langsung mengampiriku, dia melihatku dengan seksama dan akhirnya dia mengenaliku, karena saat operasi semua aksesorisku dilepas. Dia langsung berlari padaku dan mengelus kepalaku.


"Angel sadarlah, aku Kenzo. Aku disini kumohon sadarlah" ucap Kenzo


Perlahan aku sadar. Saat sadar aku melihat sepasang mata indah dihadapanku sedang meneteskan air mata. Astaga itu Kenzo. Aku perlahan membuka mata.


"Kenzo? Mengapa kau disini, kau harus beristirahat. Kau baru selesai operasi" ucapku mengelus kepalanya


"bagaimana denganmu, kudengan lukamu bertambah parah karena menolongku" ucap Kenzo khawatir


"tidak apa, aku tidak papa.... Awww..." kataku sambil menahan sakit saat berusaha duduk


"hei jangan banyak bergerak dulu" bentak Kenzo


"tenanglah, aku baik-baik saja" ucapku


"nyonya, ini waktu kunjungan doktermu" ucap suster


"oh baiklah" ucapku


Aku sedikit heran, kali kini dia tau rahasia dan identitasku tapi malah dia mengkhawatirkan keadaanku daripada bertanya tentang identitasku.