My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Membujuk



Kenzo berputar-putar mencariku, namum Kenzo tak menemukanku. Akhirnya Kenzo menyusulku keapartemenku.


///***///


Di Apartemenku


Ding dong.... Ding dong...


"siapa sih, ganggu aja" gerutuku


Aku bergegas membuka pintu, namun yang datang membuatku terkejut.


"mau apa?" tanyaku sinis


"dengerin penjelasan aku dong" pinta Kenzo


"apa lagi? ada yang lain?" tanyaku


"Angel... aku serius. Dia bukan siapa-siapa. Dia itu cuma.... " jelas Kenzo


"hah, sudahlah. Aku masih ingin sendiri. Aku ingin menenangkan diri, jangan ganggu" ketusku


Aku menutup pintu namun tangan Kenzo mengganjalnya sehingga pintunya tidak tertutup. Lalu Kenzo membuka pintunya kembali dan berteriak.


"Angel... Aku mencintaimu" teriak Kenzo


Aku tak merespon hanya menutup kembali pintu dan naik keatas. Sedangkan Kenzo kembali pulang dan menyadari kalau aku butuh waktu untuk sendiri.


///***///


Besoknya


Di Kantor


Di Ruanganku


tok... tok.. tok...


"masuk" ucapku


"Angel... " panggil Kenzo


"ada apa?" tanyaku


"maafkan aku, dia itu... " ucap Kenzo


"jangan bahas masalah pribadi dikantor diwaktu kerja" selaku


"tapi... " sela Kenzo


"jika tak ada yang dibicarakan anda bisa keluar" ucapku


"baiklah, aku menunggumu di kantin karyawan saat makan siang" ucap Kenzo


Ceklek....


Pintu kembali tertutup dan Kenzo keluar.


"huh, masalah apa lagi ini. Membuatku sungguh stress. Rasanya aku ingin pergi jauh dari negara ini" ucapku


///***///


Saat Makan Siang


Di Kantin karyawan


Tuk...


Kenzo duduk didepanku dimeja yang sama.


"aku ingin menjelaskan semuanya... " ucap Kenzo


"huh.... (menghela nafas). Biarkan aku makan dengan tenang dulu, baru kita bahas" ucapku


"baiklah.. terserahmu" ucap Kenzo


Setelah aku selesai makan siang, Kenzo memulai percakapan.


"jadi begini... " ucap Kenzo


"huh, baiklah jelaskan dengan sejujur-jujurnya atau jika kau berbohong, kau tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi" ancamku


"baiklah" ucap Kenzo


"so.. How?" tanyaku


"dia bukan siapa-siapa" ucap Kenzo


"aku tidak tanya, aku mau penjelasan" ucapku


"dia adalah adik sepupuku" ucap Kenzo


"lalu kenapa sepertinya sangat mesra?" tanyaku


"walau sudah besar, ia masih seperti anak-anak. Dan juga sejak kecil aku selalu mengganggunya terkadang sampai dia menangis. Pernah sekali dia demam selama 4 hari gara-gara kukerjai hingga masuk kedalam kolam renang" jelas Kenzo


"nakal sekali masa kecilmu" ucapku


"ya begitulah" ucap Kenzo


"oh right, aku tidak menggodanya" ucap Kenzo


"so?" tanyaku


"namanya memang Cantik" ucap Kenzo


"what.... " ucapku


Aku terkejut dan menggebrak meja hingga seluruh karyawan melihat kearahku.


"tunguu kau jangan salah paham. Duduklah dulu, semua melihat kita" bujuk Kenzo


Aku memahami situasi dan kembali duduk di kursiku dan mencoba tenang.


"namanya Cantik. But not really Cantik. Namanya Cantik Alexandria" jelas Kenzo


"oh... " jawabku


Aku sedikit malu atas apa yang kulakukan tadi. Aku salah paham.


"so, why i never see her before. Dan kenapa kau menemuinya diam-diam" ucap Kenzo


"huh, itu sulit dijelaskan (memegang dahi)" ucap Kenzo


"oh.. susah ya.. baiklah, aku kembali dulu" ucapku sinis


"eh tunggu dulu. Akan kujelaskan" ucap Kenzo


"so?" tanyaku


"dia baru pulang kuliah dari Inggris. Dia juga cukup populer dan punya banyak fans pria. Jadi dia memintaku untuk menemui dirinya dengan diam-diam" jelas Kenzo


"but, why you dont tell to me? and you lie" tanyaku


"im sorry. I just... huh... Maafkan aku, aku tau aku salah. Tapi kumohon, jangan batalkan janji kita hari minggu" pinta Kenzo


"i will think about it" ucapku


"please honey, i have surprise for you" ucap Kenzo


"surprise?" tanyaku


"yes, tapi nanti akan kuberi alamat. pagi pukul 04.30 aku akan menjemputmu" ucap Kenzo


"pagi sekali mau kemana?" tanyaku


"rahasia" ucap Kenzo


"aaaaa.... Give me a help please" ucapku


"no" jawab Kenzo


"please honey" pintaku


"still no" jawab Kenzo


"kalau tidak, aku akan marah" ucapku


"tidak mungkin" ucap Kenzo


"why not" ucapku


"okey okey. Kita akan melihat gaun pengantinmu" ucap Kenzo terpaksa


"whatt.... " ucapku


Aku terkejut dengan apa yang dikatakan Kenzo. Seketika aku tak marah lagi padanya.


"lalu kenapa berangkat pagi sekali?" tanyaku


"kalo dikasih tau dulu bukam kejutan namanya" ucap Kenzo


"aaaa. Kasi bocoran lah, please ya ya" pintaku


"no. Still no. Sudahlah, tunggi saja hari minggu. Jadi orang jangan kepo-kepo banget napa (menjitak dahiku) " ucap Kenzo


"aw.. Sakit tau. Yaudah iya. Jangan lupa hari minggu, aku mau keatas dulu" ucapku


"kok aku ditinggal?" tanya Kenzo


"punya kaki kan? Jalan sendiri lah" ucapku


"gitu amat. Tapi gak marah lagi kan?" tanya Kenzo


"i dont know" ucapku


"kok gak tau, jangan marah lah. Nanti hari minggunya batal" ucap Kenzo


Seketika aku yang berjalan berhenti dan berbalik menghadap Kenzo.


"hehehe, bercanda. Aku maafin kok, hari minggu jadi ya" ucapku


"dasar" ucap Kenzo


"ya jadi ya" pintaku


"ok ok" ucap Kenzo