
///***///
Dirumah Kenzo
"Ayah.. Ibu.. Nenek... Kakek... Lihat siapa yang datang" sambut Kenzo
"ada apa sih Kenzo, kenapa teriak-teriak?" tanya nenek Kenzo
"nenek lihatlah, dialah yang namanya Angel" memperkenalkan dengan semangat
"oh ini yang namanya Angel, cantik sekali bagai malaikat ya. Jadi ini gadis yang membuat cucuku menangis" ucap lembut Nenek Kenzo
Kenzo sekilas melirik sini neneknya seolah memberi isyarat.
"haha... Nenek bisa saja" ucap Angel
"nenek, kakek dimana aku ingin mengenalkan Angel padanya" tanya Kenzo
"carilah sendiri, aku ingin berbincang dengan gadis cantik ini" pinta Nenek
"baik nek" ucap Kenzo
Kenzo pergi mengelilingi rumah untuk mencari kakek. Disaat itu juga didalam rumah.
"Angel sini" pinta nenek
"ya nek ada apa" jawab sopan Angel
"ayo ikut nenek" pinta nenek
Mereka berdua pergi keatas menuju kamar Kenzo.
"apa ini nek?" tanya Angel
"selain Kenzo, nenek dan pelayan khusus tak ada yang pernah masuk kesini karena Kenzo tak pernah mengizinkannya" jelas nenek
"kenapa nek?" tanya Angel
"duduk sini, Kenzo sejak kecil adalah anak yang pendiam, cerdas namun selalu tertutup pada semua orang. Jika ada masalah dia akan berusaha menyelesaikannya sendiri atau dipendam sendiri paling-paling nanti dia hanya mau cerita ke nenek" ucap Nenek
"oh begitu" jawab Angel
"lihatlah ini foto Kenzo waktu kecil, lucu sekali kan?" gurau nenek
"hahaha... Lucu sekali.. Hemm" ucap Angel
"ada apa Angel" tanya nenek
"tidak nek, hanya saja aku merasa wajah ini sangat familiar. Oh iya aku ingat. Nek apa saat kecil Kenzo pernah tenggalam dikolam renang karena dibully temannya?" tanya Angel
"iya, darimana kau tau?" tanya nenek
"jika benar, Kenzo adalah teman masa kecilku, dulu aku juga punya teman sewaktu SD dia tenggelam dan aku menyelamatkannya namun aku malah dimarahi ibunya" jelas Angel
"oh benarkah, jadi gadis kecil itu adalah kau. Astaga kebetulan sekali. Sejak kejadian itu diketahui Kenzo pindah sekolah, namun Kenzo selalu menyukai gadis itu. Nenek sering melihat banyak gadis menyatakan suka pada Kenzo hanya saja ia selalu menolak dengan alasan ada yang sudah ia sukai. Kenzo mau melupakan gadis kecil itu setelah bertemu denganmu. Tapi ternyata kau adalah gadis kecil itu ya rupanya" jelas Nenek
"aku juga tak menyangkanya, saat aku ingin ke kelas Kenzo untuk minta maaf aku mendengar kalau Kenzo sudah dipindah" jelas Angel
"tapi nek, kenapa menurut rumor Kenzo adalah pria playboy. Tak ada yang berpacaran lebih dari 2 minggu dengannya?" tanyaku
"oh itu adalah rumor. Sekali rumor ya tetap rumor. Ia berpacaran hanya untuk kepentingan bisnis tak lebih, atau bisa dikatakan hanya pengalih perhatian bisnis saja" jelas nenek
"oh begitu... " jawabku
"Nenek hanya bisa berharap kalian bisa bersatu selamanya" harap Nenek
Angel hanya diam tanpa kata sambil memandangi foto Kenzo waktu kecil.
Tak lama kemudian Kenzo masuk.
"apa yang kalian lakukan disini, Angel kakek menunggumu ditaman belakang rumah" ucap Kenzo
"Kenzo jadi kau adalah temanku saat kecil yang waktu itu pernah tenggelam" jelas Angel
"hem, yah ketahuan, kenapa nenek kasih tau. Ya ada alasan mengapa aku mau dijodohkan denganmu. Saat aku melihat fotomu aku langsung mengingatmu bahwa kaulah yang menolongku saat itu" jelas Kenzo
"sudahlah, nanti ceritanya. Kakek adalah orang yang disiplin. Kalian datanglah" sela nenek
"baik nek" ucap Angel
///***///
Ditaman belakang rumah
"perkenalkan kek, ini Angel. Angel ini kakek" jelas Kenzo
"halo kakek, nama saya Angel" sapa Angel
"duduklah" perintah Kakek
Guk.. Guk.. Guk..
Errggghhhh...
Tiba-tiba datang seekor anjing yang cukup besar berlari kearah Angel. Angel tak panik, ia langsung duduk ditanah dan dengan segera mengambil kalung yang ada dilehernya dan mengayunkannya kekanan dan kekiri, tangan kirinya perlahan menyentuh kepada anjing itu. Dalam sekejap anjing itu menjadi baik dan akrab pada Angel. Kenzo hanya melongo melihatnya.
"Angel ambilkan kakek sebuah cangkir teh di dapur, kakek minta itu tak boleh rusak ataupun pecah sama sekali" perintah kakek
"baik kek" ucap Angel
Bruuggg... Nampan itu jatuh, cangkir yang dibawa Angel terlempar keatas, dengan sigap Angel menangkap kembali. Namun Teko itu jatuh dan pecah, sebagian teh panas itu mengenai kaki pelayan tersebut dan sebagian mengenai kaki Angel.
"astaga maafkan aku" reflek Angel
Angel sesegera mungkin mengambil serbet di pinggang pelayan itu, membawanya ke kran dan membasahi dengan air. Lalu Angel berlari dan menempelkan kain basah itu pada kaki pelayan itu.
"nona maafkan aku, ini kecerobohanku. Kau tak perlu melakukan ini semua" cegah pelayan
"hei, kakimu tersiram air panas. Obati dulu kakimu ya. Maafkan aku tadi menabrakmu, apa kau masih sanggup berjalan?" tanya Angel
"tidak apa nona, masih bisa" ucap pelayan
"baiklah masuk dan segera obati ya, jangan sampai terluka lagi" ucap Angel sambil tersenyum
"terima kasih nona, tapi nona kakimu juga tersiram" ucap pelayan
"sama-sama. Halah tidak usah dibahas, ini hanya luka kecil. Pergilah obati kakimu" balas Angel
"baik nona" jawab pelayan
Aku segera menuju meja ditaman.
"maafkan aku kakek, aku terlambat dan cangkir ini tak lagi higenis" ucap Angel menunduk
"Kenzo keluar" perintah kakek
"apa... Tapi kek, kaki Angel terluka aku perlu mengobatinya... " sela Kenzo
"keluar" bentak kakek
Setelah itu Kenzo keluar.
"duduk" perintah kakek
"baik kek" jawab Angel
"siapa kau?" tanya kakek
"ha? Aku Angel kek" jawab Angel
"kau tidak sekedar itu. Nak aku tau aku hanya orang tua yang mungkin tak berguna. Namun aku sudah melalui banyak peristiwa. Anjing tadi adalah anjing paling galak disini dan kau bisa menjinakkannya dalam sekali lihat. Kenzo saja yang cucuku butuh 3 hari untuk akrab dengannya. Dan tadi reaksimu saat melihat pelayan tadi tersiram air kau langsung menolongnya tanpa pikir panjang dan caramu menangkap cangkir juga sangat mahir, tak mungkin dilakukan orang biasa. Aku tanya siapa kau. Dari semua aksimu tadi aku melihat ada nilai kecerdasan, peduli, tanggap dan solidaritas. Jawab jujur aku tak akan memberitahukan pada siapapun. Kenzo pun juga sudah tak ada" jelas kakek
"baiklah kek sepertinya aku tak bisa bohong lagi. Aku adalah pendiri Mafia Sky Blood di Amerika, aku biasa dikenal sebagai Black Shadow, namun sampai saat ini belum ad yang tau selain aku dan kakek" jelasku
"oh, jadi selama ini kaulah si pemimpin misterius itu" tanya Kakek
"iya kek, tapi kakek tau darimana?" tanyaku
"Hemm... Kenzo sendiri kan pemimpin Mafia Naga Darah jadi kakek juga tau tentang semua berita seputar dunia mafia" jelas Kakek
"oh jadi selama ini dia mempermainkanku yah." lirih Angel
"ada apa nak?" tanya kakek
"tidak papa kek, tapi kumohon rahasiakan ini ya kek. Hanya aku dan kakek yang tau tentang ini" pintaku
"tentu saja. Omong-omong aku menyukaimu, aku rasa kau pantas disisi Kenzo daripada si Lisa yang manja itu. Dan hubunganmu dengan Kenzo sudah sampai mana?" tanya kakek
"Hahahahahaha... Kakek bercanda, kami masih teman. Kami belum ada hubungan spesial" jawabku
"oh begitu, lagipula kau bilang tadi kan belum ada jadi pasti ada peluang untuk diadakan" gurau kakek
Aku dan kakek bercanda dan berbincang mengenai banyak hal. Setelah beberapa saat aku memutuskan untuk pulang.
"terima kasih kek untuk hari ini, tapi saya harus pulang ada banyak urusan yang harus saya urus" ucapku sopan
"baiklah aku mengerti. Minta Kenzo mengantarmu ya" pinta Kakek
"baik kek, saya pamit" ucapku
"ya hati-hati" pesan kakek
Akhirnya aku keluar, saat aku keluar aku telah ditunggu oleh Kenzo.
"Angel" Kenzo mengagetiku
"astaga kau buat kaget saja" ucapku kaget
"bagaimana disana, bagaimana dengan kakek?" tanya Kenzo
"humm.. Ya kakekmu orang yang asik ya" jawabku
"asik?" tanya Kenzo
"ya, kami membicarakan banyak hal. Oh iya dia memintamu untuk mengantarku pulang" ucapku
"hei, kakekku kau apakan. Kenapa dia jadi begini, kau tidak mengerjainya kan?. Lagipula untuk apa aku mengantarmu pulang" gurau Kenzo
"hei aku ini juga punya sopan santun kalau sama orang tua. Lagipula kan yang mengajakku kesini kan kamu, jadi ya kamu harus tanggung jawab. Kau harus antar aku pulang" ucapku
"ya ya nona, kau menang" gurau Kenzo
"yah begitulah aku, selalu menang" puas Angel
"ya terserahmu saja" jawab Kenzo
"huh kau memang menyebalkan" ucapku