My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Hai Ayah



Setelah beberapa hari aku pergi ke markas. Aku pergi menemui kak Chriss. Aku bertemu dengan ayah kandungku sedang berbicara dengan kak Chriss di ruangannya. Aku berhenti sejenak mengamatinya. Aku berusaha menahan rasa rinduku pada ayahku yang tidak bertemu selama 1 bulan. Hati nuraniku ingin sekali meminta maaf padanya atas apa yang terjadi sebelumnya. Namun aku berusaha mengontrolnya. Aku mendekat dan menyapanya.


"Tuan Maurren" sapaku


"ya. siapa kau" jawab ayahku


"Tuan Maurren aku perkenalkan padamu, dia tangan kananku, nona Valerie" sahut Chriss


"perkenalkan Tuan Maurren, aku Valerie. Ada keperluan apa anda kemari" tanyaku


"pergilah ini urusanku dengan tuan Arion, tidak ada hubungannya denganmu" ucap ayahku sombong


Aku hanya terdiam. Dalam hatiku berkata. "oh ayah jadi ini sikapmu ke semua orang, aku tak akan mengira kau juga memperlakukanku seperti orang lain. Aku tak tau bagaimana reaksimu jika kau tahu ini aku"


"Tuan Maurren, ini markas kami tolong hormati orangku. Dia tangan kananku apa kau ada masalah dengan hal itu? Kau bisa membicarakan semuanya dihadapannya. Dia adalah pengatur strategi. Jika dalam perang tak ada dia, kami mungkin akan kalah" ucap Chriss membela


Sekali lagi aku kembali terdiam.


"baiklah, maafkan aku tuan Arion, baiklah putriku sekarang sedang kabur dari pernikahan yang telah kususun secara matang." jelas ayahku


"lalu apa hubungannya dengan kami" tanya Chriss


"saat dia pergi dia membuat taruhan dengan Tuan Muda Kenzo, bahwa dia akan melebihi Tuan Kenzo" jelas ayahku


"hahahhaha... Apa putrimu sebodoh itu beraninya dia menantang Kenzo" sahut Chriss


"dia sebenarnya anak yang baik, hanya saja terlalu polos dan lugu. Aku ingin anda mengutus seseorang untuk menggagalkan semua upaya untuk melawan Kenzo" pinta ayahku


"apa alasanmu untuk menikahkan dia tuan" sahutku


"aku ingin dia menikahi orang kaya sehingga keluarga kami akan bertambah kaya dan perusahaanku akan lebih berkembang lagi" jawab ayahku


Lalu dalam hati aku berkata, apakah ayah setega itu ingin melihat aku gagal. Apa ayah sebenci itu padaku sehingga berusaha membuatku menikahi orang yang tidak kucintai. Bahkan dia tega menikahkanku dengan orang yang tidak kucintai untuk kepentingan bisnis. Lalu apa bedanya dengan menjual aku pada orang kaya?


"maaf jika menyela, namun bila saya boleh berpendapat. Seorang wanita akan cepat merasa jika diintai dalam waktu yang lama, mengalami kegagalan yang bertubi-tubi. Namun jika yang mengintai itu sesama perempuan, dia tak akan menyadarinya. Apalagi dia hanya seorang gadis bodoh yang lugu dan polos, pasti mudah tertipu dengan kata pertemanan" sahutku


"ya kamu benar Valerie, aku setuju padamu. Tapi kenapa harus kami yang anda beri tugas tuan?" tanya Chriss


"yah, walau dia polos dan lugu. Dia memiliki banyak akal dan sangat cerdik" ucap ayahku


"jika bos mengijinkan, biarkan aku yang melakukan tugas ini. Biarkan ini menjadi keberhasilan pertamaku" sahutku


"baiklah, kau kuijinkan. Kuserahkan tugas ini padamu" jawab Chriss


"baiklah bos, aku undur diri" ucapku


Lalu aku pergi untuk pulang, sesampainya dikamar aku menangis karena mengingat kata-kata ayahku yang ingin melihatku gagal.


Aku hanya terdiam dikamar sambil mendengarkan musik, merenungi perkataan ayahku saat dimarkas. Tapi setelah semua kejadian ini aku masih merasa aneh. Pertama, jika aku memang putri kandungnya mengapa ia sebenci itu padaku. Kedua, mengapa Kak Chriss lebih sering memanggilku dengan nama Valerie daripada Angel. Ketiga, aku masih penasaran dengan ruangan disudut markas lantai atas yang dekat dengan ruang pribadi kak Chriss. Keempat, kenapa Kak Chriss dengan mudah menunjukan identitasnya, menurut rumor, pemimpin geng ini hampir tak pernah terlihat. Namun mengapa dengan mudah dan sering ia muncul didepan anggota lain.


Namun setelah kupikir-pikir, saat memandangi wajah Kenzo entah mengapa aku seperti mengenalnya, bahkan aku merasa sangat akrab dengan wajah itu. Aku berusaha mengingat semua itu namun saat mengingatnya kepalaku malah sakit dan pusing.


Aku juga merasa sedikit aneh dengan kematian kakakku. Aku merasa terdapat hal yang tersembunyi dibalik kematian kakakku, terkadang aku juga memimpikan aku bertemu ibu, namun ibu mengatakan bahwa dia masih hidup.


Tuhan apa yang terjadi, kenapa hidupku seperti ini. Kenapa takdirku serumit ini. Jawablah pertanyaanku, apa dosaku hingga kau menghukumku dengan membuatku semenderita ini.


Sudahlah, bersedih dan berlarut-larut dalam masa lalu tak ada gunanya, semuanya sudah berlalu dan waktu tidak dapat diputar kembali. Aku hanya bisa berjuang untuk kehidupanku sendiri.


Baiklah ayah, selama ini aku yang kau jadikan pion dipermainanmu. Sekarang giliranku untuk menjadi ratu bagimu. Kali ini kau yang akan menjadi pionku, dan hanya aku yang bisa menyelamatkanmu dari apapun kedepannya. Tunggu aku ayah.