
07.30 AM
"huh baru bangun lapar sekali. Oh iya aku ingin ke caffe yang meledak itu. Hanya tempat itu yang memiliki kenangan terakhir dan terbanyak dengan Clarissa.
Aku berganti pakaian, memakai pakaian biasa dan datang ke Caffe itu layaknya orang biasa.
///***///
Di Caffe
"Kenzo kau mau pesan apa, tapi kenapa ke Restoran ini. Kita kan bisa ke restoran yang lebih mahal dan mewah" ucap Lisa
"huh, jangan banyak tanya. Lagipula gadis sepertimu hanya tau bagaimana menghambur-hamburkan uang tanpa tau susahnya mencari uang. Diamlah atau kau kuantar pulang" jawab sadis Kenzo
"ya baiklah" jawab Lisa sayu
Kliinngg...
Bunyi bel masuk dari pintu berbunyi.
"permisi saya akan duduk dimeja nomor 7" ucap Angel
"baik nona, silakan tunggu kami akan segera melayani anda" ucap kasir
Aku segera membayar dan pergi kemejaku. Aku duduk menuju meja nomor 7, ya suasananya masih sama hanya saja dekorasinya sedikit berbeda setelah ledakan itu. Saat menuju meja Angel sempat terhenti melihat pria yang duduk dan berhadapan dengan wanita cantik bersingkuran dibelakang meja Angel.
"Kenzo, oh astaga kenapa aku kepikiran tentang dia sih. Mungkin ini hanya ilusi karena lama tak bertemu" ucap lirih Angel
Aku langsung menuju meja nomor 7 dan duduk disana sambil menunggu pesanan makanannya.
"Nona Angel meja nomor 7, apa benar ini pesanannya" tanya kasir
"Angel? Oh astaga banyak orang yang memiliki nama Angel, astaga lama-lama aku semakin bodoh." lirih Kenzo
"ada apa Kenzo" tanya Lisa
"tidak apa" jawab Kenzo
"Kenzo tunggu ya, aku mau ketoilet" ucap Lisa
"jangan seperti anak kecil, pergilah. Lagipula kau tak perlu selalu izin padaku setiap saat, merepotkan saja" bentak Kenzo
"maaf, aku ketoilet dulu" ucap Lisa sayu
Lisa berjalan menuju toilet.
"Kenzo? Bentuk tubuh sama, gaya sama, nama juga sama, apa mungkin?" ucap Angel pada diri sendiri.
Angel langsung berdiri untuk menuju wastafel yang ada di sebelah meja Kenzo.
"Angel?" panggil Kenzo
Secara reflek Angel menengok.
"Kenzo?" jawab Angel
Kenzo langsung berlari menuju Angel dan mereka berpelukan sangat lama.
"apa kau tau selama ini aku merindukanmu. Kemana saja kau ini, apa kau tau bagaimana tersiksanya aku saat kau pergi" ucap Kenzo sambil meneteskan air mata
"maafkan aku Kenzo, aku belum bisa menjawabnya" jawab Angel menangis.
Mereka berdua saling memeluk dan menangis, dan disaat yang sama Lisa kembali dari toilet. Melihat hal ini, Lisa langsung lari dan memisahkan mereka berdua.
"Kenzo, apa yang kau lakukan. Dan siapa wanita ini. Heh wanita, siapa kau. Baju biasa tanpa make up, rambut tanpa hairstyle, tidak fashionable, pasti hanya orang miskin" leceh Lisa
"Lisa, apa hakmu menilai orang" bentak Kenzo
"Kenzo, siapa dia. Apa dia adikmu? Atau pacarmu, huh aku tak menyangka seleramu hanya bocah kecil tak tau malu(senyum seringai)" sindir Angel
"apa kau bilang, siapa yang bocah" bentak Lisa marah
"hei, dari tadi aku duduk dibelakang Kenzo dan juga aku belum tuli. Aku mendengar semua yang kalian bicarakan" sindir Angel
"dasar kau, Kenzo lihatlah apa yang dia katakan padaku" rengek Lisa
"kau pulanglah, sopir sudah menunggumu. Kau yang keluar atau aku menyeretmu. Kau tau kan aku bisa kejam" ancam Kenzo
"hemph... Baiklah aku pergi" ucap Lisa marah sambil pergi
"bye sweety" ledekku
Setelah itu Lisa keluar dan pulang diantar oleh sopir. Disaat yang bersamaan didalam caffe Angel dan Kenzo berbincang dan bercanda layaknya sepasang kekasih.
"hei gadis nakal, kenapa kau mengerjainya. Bagaimana kalau dia nangis" sindir Kenzo
"hei aku bukan gadis bodoh, siapapun yang ingin mempermalukanku maka akan kupermainkan 10X lipat" ucap Angel
"dasar kau, tak berubah" ucap Kenzo
"hei, aku berubah. Apa kau tak melihat malaikat yang dihadapanmu ini jadi lebih cantik?" gurau Angel
"lho, dulu kau kupanggil malaikatku tidak mau. Sekarang aku menyebut dirimu sendiri malaikat. Jangan-jangan kau naksir sama aku ya?" gurau Kenzo
"idih, Ke-PD an banget sih lo. Hei namaku kan Angel dalam bahasa inggris Angel artinya malaikat" jelas Angel
"ya ya ya, kali ini kau menang. Ayo kerumahku, kuperkenalkan pada keluargaku" ucap Kenzo sambil menarik tangan Angel
"hei hei hei, tunggu aku perlu ganti baju dan bersiap" teriak Angel sambil berlari karena ditarik Kenzo
"sudahlah, malaikat itu memakai apapun tetap cantik" rayu Kenzo
"cih, dasar Raja Gombal" sindir Kenzo
Akhirnya mereka pergi kerumah Kenzo untuk menemui keluarga Kenzo.