My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
CEO



Setelah makan bersama kami pun keluar. Saat perjalanan Alvaro sudah tertidur di mobil. Saat sampai dirumah, Kenzo menggendong Alvaro turun. Saat dikamar kami pun berdiskusi.


"sayang.. " panggil Kenzo


"hmm... " jawabku


"besok kamu gak boleh berangkat kerja" ucap Kenzo sontak membuatku kaget.


"kok gitu, gamau besok pokoknya aku tetep kerja" jelasku


"ga bisa, kamu itu hamil. Ga boleh terlalu capek" ucap Kenzo


"tapi aku pengen kerja, lagian seharian dirumah aku juga bosen" jawabku


"dirumah aja sama Varo, kan Varo juga udah mulai sekolah" ucap Kenzo


"hmm.. Aku bakal temenin Varo, tapi waktu pagi aku tetep kekantor. Aku pulangnya bareng Varo ok. Tapi biarin aku tetep kerja yah, aku cuma tanganin masalah perusahaanku 25% deh, yang 75% kamu yang urus. Ok" yakinku


"gabisa" jawab Kenzo


"ya pliss yaa. Kan kamu suami baik" melihat dengan puppy eyes


"huh, baiklah. Tapi saat jam Alvaro pulang kamu juga harus pulang" jelas Kenzo


"ok deh" jawabku senang


"kamu jangan nakal ya, jangan susahin mama. Tendang aja mama kalo mama bandel" ucap Kenzo sambil mengelus perutku


"apaan sih, kaya aku masih kecil aja" kesalku


"kan kamu itu istri kecil aku" jawab Kenzo


"apaan, aku udah dewasa ya" kesalku


"oh dewasa. Kalo gitu gimana kalo kita juga ngelakuin hal yang dewasa (mengedipkan sebelah mata)" ucap Kenzo


"a apaan sih. Aku ngantuk, mau tidur besok kerja" jawabku


"dasar" kesalku


Tanpa berdebat panjang aku memilih untuk tidur agar Kenzo tidak berbuat ulah.


Besoknya...


"pagi semua.. " sapa Kenzo yang baru turun dari kamar


"pagi papi.. " jawab Alvaro


Aku hanya diam melihat penampilan Kenzo yang sangat menakjubkan. Penampilan dengan kemeja putih, dasi hitam yang terikat rapi dilehernya, jas hitam yang dipakainya dengan rapi, celana yang tersetrika rapi, rambut tertata rapi kebelakang dan setengah kesamping serta sepatu kerja hitam yang mengkilap.


"kenapa? aku ganteng ya?" tanya Kenzo


"eh, ah tidak. Aku hanya terkejut kau terlihat rapi" bohongku


"iya papi sangat ganteng" jawab Alvaro


"sip, kamu emang anak papi. High five" ajak Kenzo


"high five" jawab Alvaro


"mami kalo mau bilang papi ganteng bilang aja" bisik Kenzo


"apaan sih, buruan sarapan. Nanti telat" ucapku


"ok mi" jawab Alvaro


"Varo dianter siapa?" tanya Kenzo


"biasanya diajak bareng sama om Ivory pi, soalnya sekolahku sama dengan Lina" ucap Alvaro


"oh.. Jadi kamu 'deket' sama Lina ya?" tanya Kenzo penasaran


Dug...


Aku menyenggol pundak Kenzo.


"duh apaam sih sayang?" tanya Kenzo


"jangan ajarin macem-macem, dia ini anakku yang masih kecil" ucapku sambil memeluk Alvaro


"iya-iya, lagian aku kan cuma tanya miii... " jawab Kenzo


"iya sana berangkat. Nanti telat" ucapku


"inget, ntar kalo Alvaro pulang kamu juga pulang" ucap Kenzo


"siap boss" jawabku


"mami mau kemana pi?" tanya Alvaro


"mami mau kerja. Tapi nanti kalo Alvaro pulang, mami juga pulang. Nanti Varo dijemput mami ya" jawabku


"ok" ucap Alvaro


Semua berlalu begitu saja. Aku pergi kekantorku, Kenzo pergi kekantornya dan Alvaro pergi ke sekolah.


///***///


Saat Alvaro pulang sekolah


Aku bergegas menuju sekolah Alvaro, aku menunggu diluar.


Kringg... Kringg... Kringg...


Bel tanda pulang pun berbunyi.


"mamiii.... " panggil Alvaro


"sayang, sini" ucapku


Aku memeluk Alvaro dan hendak menggendongnya.


"mami, aku gamau digendong" tolak Alvaro


Aku terkejut mendengar hal itu. Padahal biasanya dia sangat senang kalau tau akan aku gendong.


"kenapa?" tanyaku heran


"kasian adik nanti sakit" ucap Alvaro sambil mengelus perutku


"eh?" kagetku


"yasudah, ayo ikut mami kekantor yuk. Kita main disana, nanti makan siang bareng papi" jawabku


"asiikk... " senang Alvaro


Kami bergegas menuju kantorku. Dari jam 10.00 pagi sampai jam 11.30 kami bermain dikantor. Saat hampir tengah hari aku mengajak Alvaro untuk makan bersama Kenzo dikantornya.


"ayo makan bareng papi" ajakku


"ayok, kita makan apa mi?" tanya Alvaro


"hmmm... gimana kalo hot chicken sama yakiniku, minumnya ice float? trus pencuci mulutnya salad buah?" tanyaku


"ok mi" jawab Alvaro


Sebelum sampai kantor Kenzo aku membeli makanan untuk dimakan bersama.


///***///


Saat sampai aku bertanya pada resepsionis, dia langsung secara pribadi menunjukan padaku ruangan Kenzo dan meninggalkan diriku didepan pintu bersama Alvaro.


Ceklek..


Aku membuka pintu. Aku terkejut ketika melihat seorang wanita sedang jongkok dibawah Kenzo yang duduk disofa. Wanita itu terlihat memamerkan dadanya dan terlihat Kenzo hendak membantunya atau malah 'menikmati' pemandangan itu.


"papi... " panggil Alvaro


"Varo, anak papi sini nak" ucap Kenzo yang masih tetap duduk


Aku hanya diam menatap sinis. Ah aku punya ide.


"sayang, aku sangat merindukanmu" ucapku


"sini duduk disebelahku. Aku juga merindukanmu" jawab Kenzo


Terlihat gadis itu sangat terganggu dengan kedatanganku dan ucapanku. Gadis itu masih membersihkan berkas pecahan kaca yang berserakan dibawah Kenzo. Aku berjalan dengan anggun dan...


Duk....


Aku sengaja seperti tersandung, lututku menghantam kepala gadis itu. Dan aku terjatuh dipelukan Kenzo.


"ah aduh... " kesla gadis itu


Gadis itu terlihat kesal dan mengepalkan tangannya.


kenapa? Mau pukul? Sini pukul, bakal kita lihat siapa yang lebih cepat mematahkan tangan lawan -batinku.


"ah maafkan aku, aku yang tidak lihat-lihat. Maafkan aku" dramaku sambil mencoba membersihkan pecahan kaca


"jangan" bentak Kenzo


"ha?" kagetku


"Catherine, kau keluar. Suruh OB membersihkan ruanganku. Sayang jangan bersihkan kaca itu, kau akan terluka. Jika kau tetap membersihkan kaca itu aku akan menghukummu" canda Kenzo


"baik pak" jawab Catherine terlihat kesal


"maaf ya gadis. Aku benar-benar tak sengaja. Ngomong-ngomong siapa namanu?" tanyaku


"Catherine nyonya, saya sekretaris Tuan Kenzo" jawab Catherine


"perkenalkan Angel Aileen, nyonya muda keluarga Aileen, CEO utama dan pemegang saham terbesar perusahaan The Dimont" pamerku


"pergilah Catherine" ucap Kenzo


"saya undur diri Tuan" jawab Catherine


Lalu Catherine keluar dan aku langsung menatap sinis pada Kenzo.


Di Luar....


"untung kau masih istri Kenzo. Jika suatu saat aku menggantikanmu, akan kutindas kau dan kubuang kau wanita sialan" kesal Catherine


***************


"kenapa diusir?" kesalku


"kau mau apa? permainkan dia?" tanya Kenzo


"tentu saja, kalau dia lebih baik dariku maka aku akan melepaskanmu untukknya" sindirku


"bicara apa kau ini" ucap Kenzo


"mami papi, ayo makan. Aku laper" jawab Alvaro


"ok sini, ayo makan" ucapku


Kami makan dan bolak-balik Kenzo bertanya dan mengajakku berbicara tapi aku mengabaikannya atau menjawabnya dengan cuek. Setelah makan aku bergegas pulang.


"ayo Varo. Kamu pulang atau disini sama papi?" tanyaku


"aku ikut mami" jawab Alvaro


"mau kemana?" tanya Kenzo


"mau pulang ke ru-mah" ucapku sambil menekankan kata-kataku


"kau ini kenapa?" tanya Kenzo


"tidak papa, ayo pulang" ajakku


"ok mi" jawab Alvaro


Aku pulang tanpa pamitan ataupun melihat wajah Kenzo. Semakin lama aku memandang Kenzo aku semakin kesal karena kejadian tadi.


Di Rumah.....


"mami marah sama papi ya?" tanya Alvaro


"enggak kok sayang, mami cuma gatau kenapa. Bawaannya marah terus" bohongku


"apa karena ada adik? Makanya jadi sering marah-marah?" tanya Alvaro


"mungkin" jawabku


///***///


Dirumah...


Malam Hari...


Aku masih kesal, mendengar Kenzo pulang aku bergegas kekasur dan berpura-pura tidur duluan.


Ceklek...


Kenzo membuka pintu.


"bangunlah, aku tau kau berpura-pura. Helaskan semuanya. Urusan kita belum selesai" panggil Kenzo


Belum selesai kepalamu. Seharusnya aku yang berkata seperti itu woyy... -batinku


"bangun, atau aku memaksamu bangun" kesal Kenzo


Dengan kesal aku duduk terdiam membelakangi Kenzo. Perlahan Kenzo mendekat dan duduk disampingku, aku langsung menggeser dudukku untuk menjauh. Kenzo hanya menghela nafas.


"huh... Baiklah, ceritakan semuanya? Jangan hanya mendiamkanku, aku tak paham" ujar Kenzo


"tadi siapa?" tanyaku datang dengan melipat tangan


"oh, cuma Sekretarisku. Namanya Catherine" jawab Kenzo


"oh, se-kre-ta-ris ya" ucapku menekankan kata-kataku


"kau ini kenapa sih? Cemburu ya? Dengar, tadi ia hanya tak sengaja menjatuhkan gelas didepanku lalu mebersihkannya. Aku hendak membantunya dan kau datang" jelas Kenzo


"oh, tapi sepertinya kau juga menikmati pemandangan itu" ketusku


"pemandangan apa?" bingung Kenzo


Kenzo kebingungan sendiri sementara aku masih diam dengan tangan terlipat dan mata tatapan membunuh.


"oh, bukan. Kau salah paham, aku tak melihatnya sama sekali Bagiku hanya kau yang paling seksi" ucap Kenzo sambil memelukku.


Aku hanya diam dan mengankat tanganku. Aku melipat jariku hingga hanya hari telunjuk dan tengah yang belum terlipat. Aku mengangkat tanganku menuju mataku lalu kemata Kenzo.


Aku masih kesal dan bergegas tidur tanpa memperhatikan Kenzo. Kenzo hanya diam mengehela nafas dan bingung memikirkan bagaimana cara menenangkanku.