
Aku berjalan perlahan masuk keruangan Kenzo dengan wajah pucat dan mata merah karena menangis. Saat aku masuk, Kenzo sedang makan buah.
"oh, hei. Kau gadis yang selalu menjagaku kan?" tanya Kenzo
"Hehehehe iya..... " jawabku
"apa kau baru menangis? Kenapa menangis. Jangan menangis, aku disini" ucap Kenzo
Aku justru semakin tidak bisa menahan tangisku. Aku menangis dihadapan Kenzo lagi. Sekuat dan sekejam apapun aku, aku tetaplah perempuan yang memiliki hati. Aku hanya teringat masa dimana saat aku menangis, Kenzo selalu menenangkanku.
"siapa kau sebenarnya? Apa hubunganmu denganku? Kenapa aku merasa sakit saat mendengarmu menangis?" tanya Kenzo
Aku hampir menjawab, namun Levi tiba-tiba datang dan masuk
"hai sayang" sapa Levi
"hai Levi, kenapa kau lama sekali tidak kesini. Aku merindukanmu" ucap Kenzo
Aku hanya terdiam mendengar percakapan mereka sambil mengusap air mataku
"hei, siapa kau. Kenapa kau ada disini?" tanya Levi
"seharusnya aku yang tanya padamu. Kenapa kau disini? Memang kau siapanya Kenzo?" tanyaku
"beraninya kamu. Aku ini calon istri Kenzo. Pergilah, aku malas melihat wajahmu" bentak Levi
"dasar j*l*ng. Aku bersikap baik padamu, kenapa kau malah seperti ini padaku" gertakku
Aku berdiri dari kursi menatap tajam mata Levi.
"ke ke kenapa kau menatapku, turunkan pandanganmu. Kau lah yang j*l*ng" bentak Levi
"What the ****? How dare you!" ucapku
Plakk....
Aku menampar pipi Levi dengan separuh tenagaku. Levi terpelanting jatuh dan tubuhnya terantuk kursi.
"arrhh... Kenzo, lihat apa yang dia lakukan padaku" ucap Levi
Aku mengangkat tanganku kembali, saat aku ingin memukul Levi tanganku terasa berat dan seolah ada yang menahanku.
"Kenzo, lepaskan aku" bentakku
"siapa kau berani menampar Levi?" bentak Kenzo
"beraninya kamu menantangku Kenzo, sekali saja aku memberi perintah. Perusahaan dan geng mafiamu akan rata dalam hitungan menit" ancamku
"siapa kau berani mengancamku?" gertak Kenzo
Aku dihempaskan kebelakang Kenzo oleh Kenzo dengan keras. Sedangkan Kenzo langsung menolong Levi yang jatuh untuk berdiri. Tangaku sedikit perih karena terkena pisau buah yang berada diatas meja makan yang tak sengaja kupegang saat menahan diri agar tidak jatuh. Aku sesegera mungkin mengambil pisau buah dekat Kenzo dan menarik tubuh lemas Levi.
"diam" Bentakku
"Ke Kenzo, tolong aku. Aku takut" ucap Levi ketakutan
Sreekkk...
Aku sedikit menggores tangan kiri Levi.
"keluar dari sini atau lehermu yang akan seperti ini!" ancamku
Brugg...
Aku melempar tubuh Levi kearah Kenzo.
"apa yang kau lakukan, dasar psikopat" teriak Kenzo
"psikopat? Kau bisa memanggilku seperti itu jika kau mau" ucapku tenang
"keluarlah sayang. Biar aku yang mengurusinya" ucap Kenzo
"dasar wanita gila.. " ucap Levi sambil keluar
Ceklek...
Levi sesegera mungkin lari keluar. Entah apa yang telah diucapkan Levi hingga Kenzo berani bertindak seperti ini padaku.
Klotak.. Klotak...
Perlahan aku keluar menuju pintu.
"hei tunggu... " teriak Kenzo
Aku berhenti sejenak sambil menengok kebelakang.
"siapa kau, apa hubunganmu denganku? Aku bukan orang bodoh, auramu sangat kuat dan dingin. Tak pernah kurasakan sebelumnya" tanya Kenzo
"siapa aku? Bahkan apabila jika kuceritakan apa kau akan percaya?" tanyaku balik
"siapa kau sebenarnya, jawab" ucap Kenzo sambil memegang tanganku menahanku agar tidak keluar.
"katamu aku ini psikopat" ucapku
"aku tidak bercanda" bentak Kenzo
"aku hanya mengulangi apa yang kau ucapkan" jawabku enteng
"siapa kamu" bentak Kenzo
"aku? Aku adalah sahabatmu, musuhmu, rekan bisnismu, bawahan mafiamu, keluargamu, atasanmu, tunanganmu dan aku adalah calon istrimu" jelasku
"a apa. Bukankah Levi" gugup Kenzo
"yakan, kau tidak percaya. Lalu untuk apa kau bertanya? Sudahlah, aku tak perduli" ucapku
Aku keluar dan membuka setengah pintu lalu aku menengok kebelakang.
"oh ya satu lagi. Aku adalah Black Shadow" ucapku singkat
Setelah itu aku langsung pergi dengan rasa kecewa.