
Aku berjalan dengan baju penuh dengan noda darah, tapi maaf. Tadi kalian sendiri yang mengatakan kalau aku kejam, maka tunggu saja akan aku beri tau apa arti kejam.
Aku kembali berdiri dan menghadap Lisa.
"oh iya lupa, Lisa tadi kau bilang si Black Shadow itu kejam ya kan" ucapku
"ti tidak, aku tidak bilang begitu" hindar Lisa
"aku tidak buta dan tuli loh Lisa. Nanti akan kuberi kalian pelajaran dan memberikan arti apa sesungguhnya kejam" ucapku
Aku berjalan perlahan pergi, Lisa perlahan merangkak mengambil pistol David yang jatuh tak jauh darinya.
Ceklek...
Ia mengisi pelurunya dan...
Dor......
Ia menembakkan satu peluru padaku.
Bruugg.....
Kenzo terjatuh.
"astaga Kenzo bagaimana kau bisa disini, ya Tuhan kau tertembak" ucapku panik
Aku segera berlari menuju Lisa dan menendang kepalanya dan menginjak tangannya.
"Lisa, kau sungguh sudah menghabiskan kesabaranku" ucapku marah besar
Ceklek..
Aku mengambil pistolku, pistok yang kumiliki berbeda dari yang lain, peluru yang kumiliki terdapat racun disetiap ujung pelurunya.
Dor...
Aku menembakkan satu peluru ketangannya. Lalu aku segera kembali ke Kenzo, dan menyandarkan kepalanya diatas pahaku.
"Kenzo, kumohon bertahanlah. Kenapa kau bisa disini?" tanyaku
"ah, hehehe a a ku ti dak papa" gelagap Kenzo
"diam jangan banyak bergerak kumohon" ucapku
Saat aku berjalan, Lisa menembakku dari belakang dan secepatnya Kenzo berlari dan memelukku hingga peluru itu mengenai pinggangnya, aku tau pistol David. Itu pistol khusus gengku, bahkan aku sendiri yang merancang bentuk pelurunya. Bentuk peluru keci, ramping, runcing yang akan mengeluarkan jarum dibeberapa sisi setelah menancap dan mengeluarkan racun. Setiap orang yang tertembak, kemungkinan selamatnya hanyalah 35% untuk hidup lagi.
"Angel..... " panggil Kenzo
"aku mau tanya, jika ini pertanyaan terakhir..." ucap Kenzo
"tidak, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau pasti selamat huumm huummm.... " sahutku sambil menangis
Aku langsung menelfon asisten mafiaku untuk segera datang dengan pasukan.
"ahh.... Andai aku tanya, jika aku memohon 1 kesempatan lagi untuk bersamamu apa jawabanmu?" tanya Kenzo
"huummm.... Aku pasti menerimanya, hanya kau yang kucintai seumur hidupku. Untuk itu bertahanlah, jangan tinggalkan aku sendiri" ucapku menangis
"aahhh.... Apa kau mau memakai cincin ini lagi?" tanya Kenzo
Kenzo merogoh sesuatu dari sakunya, dan cicin lamaran kami yang ia keluarkan. Ia memegang cincin itu dengan tangan penuh darah.
"apa kau mau memakainya lagi? Aahh" tanya Kenzo
"ya ya ya aku mau, hhuummmm.... Jangan tinggalkan aku... " tangisku
Perlahan ia memasangkan cincin itu jariku dan melemas.
"aku senang, meski aku mati seperti ini tapi setidaknya aku mati diatas pangkuanmu" ucap Kenzo lemas
"tidak tidak, kau tidak boleh meninggalkanku dulu. Jika tidak aku akan selingkuh dengan pria lain huummm.... " tangisku
"hahaha, kau ini.... Ahh... ka kau harus menungguku, tidak boleh selingkuh... " ucap Kenzo
"tahan dulu, pasukanku segera datang. Bertahanlah Kenzo" ucapku
Tak lama semua pasukanku datang dan menyaksikan kami.
"maafkan aku Angel jika aku ada salah" ucap Kenzo
"tidak Kenzo, jangan pergi hhuuummm.... " tangisku
"bye Angel, semoga kita bisa bertemu dikehidupan selanjutnya" ucap Kenzo
"tidak tidak boleh, kau harus menemaniku" ucapku menangis
Semua pasukanku hanya melongo melihatku menangis hanya karena demi seorang pria.
"maaf Angel, aku pergi. Aku tak bisa menahannya" ucap Kenzo
"tidaaaaaakkk..... " teriakku
"aku pamit, selamat tinggal" ucap Kenzo lemas
Brugg......
Kenzo pingsan lemas.
"tidaaakkkkkk....... " teriakku
Aku hanya menangis histeris disana tak tau apa yang harus kulakukan.
"benarkah?" tanya Kenzo
Kenzo langsung duduk dengan tegak.
"oke kalau begitu ayo kita ke KUA" ucap Kenzo
"ba ba bagaimana?" tanyaku
"hahahahahahahaha, Angel bodoh. Aku sudah pernah hampir mati karenamu tapi tidak untuk kedua kalinya" ucap Kenzo tertawa terbahak-bahak
"ha?" ucapku kaget
"bodoh, aku ini memakai rompi anti peluru. Mana bisa tertembak?" tanya Kenzo
"kaaaauuu........ " ucapku marah
"maaf ya sayang, ayo kita menikah" ucap Kenzo
"jangan mimpi huh, b*ngs*t" ucapku marah
Aku langsung berdiri lalu berjalan pergi, semua pasukanku tak bisa menahan tawa mereka termasuk asistenku.
"hahahahahahahahaah......" tawa seluruh pasukanku
Aku melirik tajam mereka, seketika mereka langsung diam tanpa suara.
"asisten, bawa mereka bertiga ketempat biasa" ucapku
"baik bos" jawab asistenku
Asistenku memberi sinyal pada pasukan lain, seketika pasukanku langsung membereskan mereka bertiga, namun tanpa sadar Lisa lari, ke sebuah kapal dan melarikan diri.
"bos ada satu yang kabur, naik sebuah kapal. Tapi kapalnya belum jauh" ucap asistenku
"oh begitu tak usah dikejar biarkan saja, kita lihat sejauh mana ia bisa menghindariku" ucapku
Aku langsung mengambil posisi berlutut dan membidik kapal itu dengan pistolku.
"apa yang anda lakukan bos?" tanya asistenku
"shh.... " ucapku
Dorr...
Aku berniat membidik salah satu kaki Lisa.
"ah b*ngs*t, meleset" ucapku
"kenapa bos, meleset ya?" tanya asistenku
"tak apa, aku mengenaik awak kapalnya. Semakin ia berlayar kelaut lepas perlahan kapal itu akan tenggelam karena kemasukan air. Asisten siapkan sebuah kapal, jemput nona Lisa dilaut dan seret ketempat biasa" perintahku
"baik boss. Saya undur diri" ucap asistenku
"tunggu, langsung jemput saja. Selamatkan semua orang yang tak bersalah. Pokoknya aku tak mau mendengar ada korban yang tak selamat apalagi dia orang yang tidak bersalah. Langsung jemput dengan helikopter" perintahku
"tapi bagaimana jika ia melawan?" tanya asistenku
"aku mengijinkan kalian memukulnya, tapi tidak sampai ia mati. Lagipula ia tak mungkin melawan, tubuhnya sudah lemas terkena racun yang ada dipeluruku" ucapku
"a a apa, racun dipeluru boss?" tanya asistenku
"kenapa?" tanyaku
"ti tidak, bahkan untuk siapapum anda tak rela mengeluarkan peluru itu bahkan untuk orang yang pernah hampir membunuh anda di London. Sekarang anda menembakkan salah satu peluru itu pada gadis itu? Apa anda semarah itu?" tanya Asistenku
"huh, tak usah banyak bicara. Cepat laksanakan" perintahku
"baik boss, saya undur diri" ucap asistenku
Kenzo menghampiriku dan bertanya padaku.
"apa yang kau lakukan? Ah itu tak penting, ayo kita menikah!" ajak Kenzo
"diam, masalah kita belum selesai humph.... " ucapku sambil berbalik
Aku bergegas pergi dan kembali dengan baju penuh noda darah. Sedangkan Kenzo ditertawakan semua pasukanku yang ada.
"hahahahahahaha" tawa seluruh pasukan
"diam, kau pikir mudah menjinakan singa betina sepertinya. Eh tidak malah mungkin menjinakkan iblis sepertinya" ucap Kenzo
Kenzo hanya memandangiku dari belakang, tersenyum, dan berkacak pinggang.
"huh, harus bagaimana aku menghadapimu Angel?" tanya Kenzo
///***///
Disisi Lain
"huh, gimana sih Kenzo. Kan gue ngambek kok gak dibujuk kek atau disusul. Dasar Kenzo bodoh" umpatku
Aku hanya mengumpat selama perjalanan pulangku
///***///
Dipelabuhan
"tak peeduli sesulit apapun perjuanganku, kini aku yang akan mengejarmu. Aku pastikan aku akan mendapatkanmu kembali tunggulah" ucap Kenzo