My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Hukuman



"kami pihak pengadilan memutuskan tuan Theo sebagai tersangka" ucap Hakim


"apaa... Bagaimana mungkin, aku mana berani melukai putriku satu-satunya. Ini pasti salah paham. Angel, kau pasti melakukan sesuatu" teriak Theo


"maaf tuan, selama pemeriksaan Nona Maureen tak pernah mendekati Nona Theo, jadi tak mungkin untuk menyalahi hasil tesnya" jawab Pengacaraku


"aku ini ayah, bahkan seekor macan pun tak berani melukai anaknya, apalagi saya. Putri saya adalah penerus tunggal perusahaan Theo, jadi bagaimana saya berani melukainya" ucap Theo


Para penimbang pengadilan juga berunding setelah mendengar perkataan tuan Theo.


"lagipula atas dasar apa saya berusaha membunuh putri saya, saya mempunyai motif apa?" tanya Theo


"menurut bukti yang kami kumpulkan, tuan Theo berusaha mencuri desain dari The Dimont dipesta kemarin, namun putri anda hampir menggaggalkannya dan malah pergi kekamar hotel" jelas Pengacaraku


"a apa buktinya" ucap Theo gugup


"masuklah" ucapku


Seorang pria yang kutangkap kuhadirkan untuk menjadi saksi dipengadilan ini.


"bicaralah, mungkin dengan kejujuranmu hakim akan mengurangi hukumanmu" ucap Pengacaraku


"saya menangkap pria ini sedang berpura-pura bekerja di perusahaan saya dan mencoba mencuri desain perusahaan saya" jelasku


"sa sa saya disuruh tuan Theo untuk mencuri desain The Dimont dan diberi bayaran Rp. 200.000.000" ucap saksi


"bagaimana mungkin, bisa saja dia ini pria yang kau suruh untuk mengada-ada" bela Theo


"kami juga memiliki bukti transfer dan juga video CCTV yang merekam saat mereka berdua melakukan perjanjian juga saat bertemu" jelas pengacaraku


"Lisa, bantu ayah bicara" gumam Theo


"i i itu tidak benar, saat aku dihotel aku melihat dengan jelas kalau Angel lah yang mencekikku" bela Lisa


"sekarang saya bertanya pada anda nona Lisa, aoa yang anda lakukan dihotel malam itu?" tanya pengacaraku


"i i itu tidak penting, itu privasiku" jawab Lisa


"jika anda ingin membuktikan kalau anda dan tuan Theo tak bersalah, anda harus menjelaskannya" ucap pengacaraku


"bagaimana kalau saya berkata kalau malam itu nona Lisa berusaha menjebak tuan Kenzo?" tanyaku


"memang apa motif Nona Lisa untuk menjebak tuan Kenzo?" tanya pengacara Lisa


"mungkin cemburu, karena malam itu Tuan Kenzo melamar nona Angel" jawab Pengacaraku


Plok.. Plok..


Aku menepuk tanganku kemudian Kenzo, seorang pelayan dan seorang wanita yang membawa gelas didalam plastik pun masuk.


"pak Jaksa, Pak Hakim. Saya membawa saksi malam itu untuk membuktikan bahwa nona Lisa bersalah" ucapku


Kenzo menjelaskan semuanya yang terjadi malam itu, pelayan itu menceritakan apa yang dilihatnya malam itu dan wanita itu memberikan gelas itu untuk diperiksa.


"bagaimana keputusan anda pak Hakim?" tanya pengacaraku


Pengacara Lisa hanya terdiam pucat.


"aku tidak bersalaaah...." teriak Lisa


"anda bisa melakukan pembelaan nona Lisa" ucap Hakim


"aku membawa rekaman CCTV malam itu" teriak Lisa


Astaga, aku lupa mengatasi masalah CCTV malam itu, bagaimana aku bisa seceroboh ini. Aku hanya terdiam pucat.


*sedang memutar video CCTV malam itu*


Aku terdiam pucat saat pihak pengadilan hampir memutar video CCTV malam itu.


namun aku terkejut ketika melihat rekaman itu, rekaman itu menjadi Theo lah yang melakukannya bukan aku. Tapi ulah siapa ini, aku tidak menyuruh siapapun.


"baiklah pak Jaksa, anda bisa melihat. Lagipula nona Angel ini wanita yang lembut anggun dan penuh kharisma. Bagaimana ia memiliki kekuatan seperti pria hingga bisa mendobrak pintu itu hingga terbuka" ucap Pengacaraku


"baiklah kami memutuskan, Anda Tuan Theo dan Lisa Theo bersalah(do dok dok)" ucap Hakim


"tuan Theo dijatuhi hukuman penjara selama 25 Tahun dan denda sebesar Rp. 25.000.000.000 atas kasus percobaan pembunuhan, penyalah gunaan kekuasaan dan pencurian.


Dan Lisa Theo penjara selama 4 tahun atas kasus penjebakan, penyalah gunaan kekuasaan dan pencemaran nama baik. Sidang selesai" ucap Jaksa


Huh aku lega sekali, aku kira aku akan memiliki catatan kriminal di catatanku yang putih itu. Aku tak takut untuk dihukum namun takut mengototi nama baikku yang susah payah kuperbaiki.


///***///


Di Apartemenku


Diruang baca


"hummm, siapa yang melakukan hal itu ya. Aku merasa tidak menyuruh orang sama sekali, ketika pengambilan video itu pasti sudah dicek terlebih dahulu. Kemungkinan video itu diambil oleh hacker, akun milik Lisa diretas dan video itu diedit ulang. Tapi siapa yang melakukannya" ucapku sambil mondar-mandir