
Aku mundur 1 langkah, melihat kanan dan kiri.
'Angel, bersiaplah sepertinya akan ada yang datang'
'baik kak'
Klotak... Klotak... Klotak...
"Hai Angel, gimana? Lupa nggak sama aku?" tanya Lisa
"sudah kuduga" ucapku
"wah-wah sepertinya aku gagal untuk memberimu kejutan ya" ucap Lisa
"tak usah basa-basi, mana Clarissa?" gertakku
"santai saja, dia aman" ucap Lisa
"cepat tunjukam dimana dia atau kau akan mati dengan sangat kesakitan" gertakku
"ya ya, keluarlah" ucap Lisa
"hummm.... Hummmm.. Hummm.... " ucap Clarissa
Clarissa yang tangannya diikat, mulut yang dilakban dan wajah penuh memar perlahan datang dan menangis.
"apaa... Apa yang kau perbuat padanya" teriakku
"santai saja, kami melakukannya karena ia melawan" ucap Levi
"dasar j*l*ng. Chriss, kumohon jangan gegabah(lirih)" ucapku
"kenapa, takut?" tanya Levi
"cih, takut? Mana mungkin aku takut pada manusia serendah kalian" ledekku
"beraninya kau, apa kau tak tau situasimu?" tanya Lisa
"kenapa tidak, aku juga punya mata jadi aku bisa melihatnya. Sekarang lepaskan dia. Urusanmu hanya denganku. Lepaskan dia dan aku akan pergi dengan sukarela dengan kalian" ucapku pasrah
"huh, kami tak sebodoh itu" ucap Lisa
"memangnya sejak kapan kalian pintar? Kalian kan selalu dibawahku" ledekku
"beraninya....." ucap Levi
Plakkk.......
Levi menampar Clarisaa.
"tidakkk, how dare you b*tch. Chriss kumohon jangan gegabah, tenang ada aku. Terus awasi yang lain(lirih)" ucapku
Ceklek....
Aku mengambil pistol dan mengarahkan pada Levi, secepatnya Levi menarik Clarissa dan menutupi tubuhnya dibelakang Clarissa.
'Angel jangan.....'
'tenang, tahan. Tetap tenang kak'
Aku mengayunkan lagi tanganku kearah Clarissa.
'apa yang kau lakukan?'
'diamlah'
"huh mana mungkin kau berani menyakitinya" ledek Levi
Aku terdiam sesaat memikirkan kata-kata Levi. Aku mengingat semua kenangan hidupku dulu.
"huh, kau benar juga. Aku hanya membuang tenaga. Aku ini sudah ditakdirkan dari kecil tak punya siapapun, jika aku memiliki seseorang dihatiku ia hanya akan menghalangi jalanku" ucapku
Klotak....
Aku membuang earphone yang tersambung dengan milik Chriss.
'Angel apa yang akan kau lakukan'
"hei apa yang kalian lakukan, buang saja gadis ini. Ia tak berguna lagi bagiku, tak ada lagi artinya. Aku hanya akan memilih mana yang lebih menguntungkan bagiku yang lain tak penting" ucapku
"benarkah?" tanya Levi
"kenapa tidak, dan juga Kenzo. Kalau kau mau ambil saja, dia hanya seorang pria. Jika aku mau aku bisa mendapatkan semua pria seperti apapun yang kumau" ucapku
"tidak mau, sekarang Kenzo hanya jadi budakmu" ucap Levi
"maksudmu?" tanyaku
"ya, sahamnya kan sebagian besar ada ditanganmu. Aku ini masih muda, cantik dan berpendidikan. Untuk apa aku menikahi pria miskin yang tak punya pengaruh. Aku bisa mencari yang lebih baik darinya" ucap Levi
"baiklah, apa buktinya?" tanya Lisa
Aku melepaskan lakban dimulut Clarissa.
Sreeekk....
"aww, Angel kenapa kau seperti ini. Kumohon jangan seperti ini" pinta Clarissa
"hei apa yang kau lakukan?" tanya Lisa
"diamlah dan tunggu" ucapku
Aku langsung mengambil pistol ditangan Lisa dan mengarahkan pistol itu kekepala Clarissa.
"diamlah, aku muak Clarissa aku muak. Selama ini dunia hanya mempermainkanku, kini saatku untuk mempermainkan mereka yang dulu pernah mempermainkanku. Aku lelah, setiap aku memiliki keluarga aku selalu mendapat masalah. Aku lelah Clarissa aku lelah. Semua yang kuceritakan padamu belum ada dari ¼ dari beban dihatiku. Apa kau tau betapa beratnya bebanku sejak kecil, tiap kali aku tertawa hatiku menangis. Sejak kecil aku tak pernah bahagia. Kini saatnya aku menertawakan kembali orang yang dulu menertawakanku" jelasku
"jangan Angel hummmm.... " pinta Clarissa
"ketika aku baik, dunia justru menjadi jahat untukku. Lalu untuk apa lagi aku jadi baik. Itu hanya akan menyiksa diriku sendiri" jelasku
Clarissa hanya menangis memohon padaku untuk tidak melakukan hal buruk ini. Bergabung pada Levi dan Lisa.
Aku menurunkan pistolku dan melepaskan tali di tangan Clarissa.
Brugg....
Aku mendorong tubuh lemah Clarissa yang penuh memar.
"pergilah sekarang. Aku tak butuh dirimu lagi" ucapku
"Angel apa yang kau lakukan" tanya Lisa
"shut up, aku tak membutuhkannya lagi" ucapku
Secepatnya Chriss berlari menolong Clarissa.
"Angel apa yang kau lakukan, kau sudah melampaui batas" ucap Chriss
"kenapa tidak, aku lelah jadi orang baik. Dan satu lagi, Angel yang dulu sudah mati dan tak kan pernah kembali lagi" ucapku
"Angellll....... " tangis Clarissa
"ayo kita pergi Clarissa" ajak Chriss
"tidak huuuu..... kita harus menyelmatkan Angel" pinta Clarissa
"untuk apa? (teriak) Dia sudah menyakitimu. Biarkan saja dia, ini adalah pilihannya" ucap Chriss sambil menunduk
"tapii....... dia sahabatku" ucap Clarissa
"sahabat? sahabat mana yang tega menyakiti sahabatnya sendiri. Ayo pergi, dia bukan Angel yang kita kenal lagi" ucap Chriss
"syukurlah kalau kau sudah menyadarinya, lagipula aku sudah muak dengan semua sandiwara ini" ucapku
"ayo pergi Clarissa" ucap Chriss sambil menarik tangan Clarissa
---------------------------------------------
Hai readers, gimana? Angel mulai merasa lelah jadi baik loh. Akankah Angel jadi jahat atau tetap menjadi baik? Kalian maunya gimana?
Dont forget to like and comment ok;)
Follow akun saya juga ok;)