
Leo menceritakan alasannya dengan menundukan kepala.
"aku cemburu... " ucap Leo
"ha? Cemburu?" tanyaku
"iya aku cemburu, apa karena dia kau menolakku waktu itu?" tanya Leo
"apa? Tidak" selaku
"lalu kenapa? Aku merasa tersiksa tiap hari. Aku tak bisa melupakanmu setelah hari itu" ucap Leo
"Leo, kumohon lupakan aku. Aku sudah mencintai orang lain" pintaku
"tidak Angel, aku tidak sanggup" jawab Leo
"kumohon lupakan aku, dan satu lagi. Bukan Kenzo alasanku menolakmu" ucapku
"lalu kenapa, siapa dia?" tanya Leo
"Chriss.. " jawabku singkat
"apaaa..... " kaget Leo
"ya, dia adalah alasanku menolakmu saat itu. Saat itu aku sangat mencintainya namun tidak lagi" jelasku
"tidak mungkin" ucap Leo
"Leo kumohon lupakan aku, aku sudah mencintai orang lain. Aku harap kau bisa menemukan gadis yang lebih baik dariku" ucapku
"mana mungkin, kau adalah yang terbaik. Kau selalu sempurna" ucap Leo
"tidak Leo, cobalah cari gadis dengan keunikan tersendiri. Tak ada manusia yang sempurna" ucapku sambil memegang pundak Leo
"tidak Angel..... " ucap Leo
Leo perlahan menangis dan lemas. Aku lekas membuatnya berdiri dan aku memeluknya dengan sangat erat.
"maafkan aku Leo, tapi kumohon lupakan aku" ucapku lembut
Leo membalas pelukanku dengan sangat erat dan menangis dipundakku. Baru kali ini aku melihat pria benar-benar menangis.
"aku yakin, suatu saat pasti ada yang akan memenangkan hatimu sepenuhnya. Kau akan sangat mencintainya hingga kau mampu mengorbankan segalanya hanya untuknya" ucapku
"aku berharap begitu.. " ucap Leo sambil menangis
Kami berpelukan cukup lama, Leo yang menangis tersedu-sedu dihadapanku membuatku tak tega untuk membunuhnya. Aku melepas pelukan kami dan memegangi kedua pundaknya serta memandang wajahnya secara langsung.
"Lupakan aku Leo, dan kumohon dari lubuk hatiku paling dalam. Jangan sakiti Kenzo, aku memaafkanmu kali ini. Namun kumohin jangan lakukan hal seperti ini lagi" ucapku
"kenapa bukan aku yang mendapat cintamu Angel. Tuhan sungguh tak adil padaku.. " tangis Leo
"apa maksudmu?" tanya Leo
Ceklek.....
Seorang pria tua masuk kerungan itu hingga membuat kami tegang. Aku berdiri tegak dan Leo menghapus air matanya. Aku melihat pria itu dengan seksama.
"ayah?" tanyaku
"ha? Ayah?" tanya Leo
"Angel, ternyata kau ada disini. Dan Leo apa yang kau lakukan?" tanya ayah angkatku
"aku hanya mengadiri pertemuan. Ayah sendiri?" ucap Leo
"oh, kukira tak ada yang datang makanya aku kesini" ucapku
"ayah? Apa hubungan kalian?" tanyaku
"maaf Angel aku menutupi semuanya. Oliver adalah perusahaanku. Leo adalah putra sulungku, kakak dari putriku yang meninggal" jelas ayah angkatku
"apaaa.....?" tanyaku kaget
"kenapa sepertinya kau mengenal Angel yah?" tanya Leo
"oh iya, Leo ini Angel, adik angkatmu. Dia ini anak angkat ayah sejak beberapa tahun yang lalu" jelas ayah angkatku
"anak angkat? Tapi kenapa ayah tak membicarakannya padaku?" tanya Leo
"yah, beberapa tahun yang lalu ia menghilang secara misterius dan hanya meninggalkan sebuah surat" ucap ayah angkatku
"hah?" tanya Leo
"iya itu benar, saat itu aku pergi untuk menenangkan diri. Tak menyangka kami akan bertemu lagi seperti ini" ucapku
Aku langsung berlari dan memeluk ayah angkatku, kami saling berbagi rindu dan berbagi cerita.
"Leo bagaimana kau bisa mengenal Angel?" tanya ayah angkatku
"yah, dia ini lho yang menolakku waktu itu" ucap Leo
"hahahahaha, maafkan aku Leo" ucapku
"tak apa, mungkin aku menyesal jika menikahi pria sepertinya. Dia ini anak manja hahahaha" gurau ayah angkatku
"ayaaahh..... " gertak Leo malu
"Hahahahahaha, ayah bisa saja" ucapku
Kami berbincang, berbagi cerita. Maafkan aku Leo tapi aku tidak bisa memaksakan kehendakku sendiri. Aku tak bisa memaksa diriku untuk mencintaimu.