
"wah, capek banget. Pengen buru-buru tidur" ucapku
"ayok, kalo aku mah oke-oke aja" ucap Kenzo
"dih, apaan sih. Mandi dulu, bau tau (menjitak dahi Kenzo)" ucapku
"aduh masih sakit sayang (mengelus dahi)" ucap Kenzo
"yaudah maaf, sini aku tiupin" ucapku
Fuh.. Fuh.. Fuh..
Aku meniup dahi Kenzo yang sakit karena terantuk tembok tadi.
"gimana? Masih sakit?" tanyaku
"kamu nggak goda aku kan?" tanya Kenzo
"apaan sih. Siapa yang goda, dih ke pd an" ucapku
Kenzo memajukan wajahnya dan berusaha menciumku. Aku langsung lari.
"aku masuk kamar dulu" teriakku
"dasar.. Udah jadi istri masih susah aja. Awas kalo kena, gak aku lepasin kamu" ancam Kenzo
///***///
Di Kamar
Brugg....
Aku merebahkan tubuhku diatas kasur yang empuk.
"capek banget, kayaknya enak nih rendam bathtub" ucapku
Aku langsung berdiri dan bergegas untuk mandi. Namun langkahku terhenti ketika tangan Kenzo menarikku.
"eh.. " kagetku
"mau kemana?" tanya Kenzo
"mandi lah.. " jawabku
"oh mandi. Mandi bareng yuk (mengedipkan sebelah mata)" tanya Kenzo
"apaan sih. Dasar mesum" kesalku
"siapa tau nanti kalo tangan kamu gak nyampe waktu nyabun punggung. Kan aku bisa bantu" goda Kenzo
"a a apaan sih" kesalku
"ayolah, dirumah ini cuma ada kita honey. Only you and me in here" ucap Kenzo
"hhiihh... Gak perduli, aku mau mandi. Inget mandi sendiri-sendiri" tegasku
"galak amat" gurau Kenzo
Aku langsung bergegas menuju kamar mandi dan sedikit kesal. Aku terkejut saat melihat kamar mandinya, karena baru pindah aku belum sempat berkeliling rumah ini.
Desaim kamar mandi yang elegan. Bahkan untuk kamar mandinya saja lebih luas dari kamar di apartemenku yang dulu. Rasanya seperti masuk di 2 kamar yang dijadikan 1. Ruangan itu seperti dibagi menjadi tiga, depan, tengah lalu belakang. Namun hanya ruang depan yang temboknya kaca.
Saat aku masuk disuguhkan dengan sofa menghadap pemandangan pantai dan beberapa peralatan mandi. Saat aku masuk terdapat sebuah tempat mandi dengan kaca buram yang indah. Saat sampai diujung ruangan aku mendapati sebuah bathtub yang besar, mungkin bisa menenggelamkanku. Bathtub itu berukuran besar. Aku juga kaget, tapi aku puas.Karena aku pasti bisa bermain air disana hingga tertidur. Aku memilih untuk berendam di bathtub.
///***///
Di Dalam Bathtub.
"ya Tuhan, ini nikmat sekali. Sangat rileks, wahh rasanya aku bisa tertidur disini" ucapku
Tanpa sadar aku sedikit tertidur dibathtub karena kelelahan. Aku terbangun, dan tiba-tiba Kenzo sudah ada disebelahku. Aku menyandarkan tubuh dan kepalaku pada dadanya yang bidang.
"astaga.. " kagetku
"kenapa? Kaget?" tanya Kenzo
"ya iyalah (mengucek mata), tiba-tiba kamu disini" kesalku
"yaudah, mau gimana lagi" ucap Kenzo
"eh tunggu, kok kamu disini?" tanyaku
"dari tadi kali. Lagian disuruh mandi malah tidur" ledek Kenzo
"ka kamu kapan masuknya?" gugupku
"tadi, aku udah mandi bahkan udah selesai. Aku tungguin kamu gak selesai-selesai, jadi aku cari. Taunya malah tidur disini. Yaudah aku susul (mengedipkan sebelah mata)" ucap Kenzo
"ko k kok bisa" gugupku
"shhh, udah gak usah banyak tanya. Lagian siapa suruh tidur disini. Tidur itu dikasur sayang. Bukan dibathtub, terkecuali kalo tidurin aku gapapa" goda Kenzo
"ka kamu apaan sih" ucapku malu
"lagian, ini tu air sabun. Liat busanya aja masih banyak, ntar kalo kamu flu gimana?" tanya Kenzo
"iya-iya maaf" ucapku
"sebenernya aku lebih suka kalau ini air jernih biasa" goda Kenzo
"kenaa..... Ka kamuuu" geramku
"kenapa sih? Udah sah gak papa lah. Terkecuali kalo belum mah ga boleh" goda Kenzo
"udah-udah, keluar sana. Aku juga mau keluar, kamu dulu" ucapku
"gak kamu dulu aja?" goda Kenzo
"ihh, keluaarr... " kesalku
"yakin?" tanya Kenzo
"kenapa nggak?" tanyaku
"dengan keadaan seperti ini?" tanya Kenzo
Kenzo mengangakat salah satu kakinya pelan-pelan. Aku baru sadar kalau kakiku masih menindihnya. Aku langsung turun dan duduk dengan benar. Aku langsung reflek menurunkan kaki Kenzo.
"oh maaf, udah gak usah tinggi-tinggi angkatnya" ucapku
"itu doang?" tanya Kenzo
"kenapa?" tanyaku
"gak mau tanggung jawab?" tanya Kenzo
"tanggung jawab kenapa? Kan kamu udah suami aku" jawabku
"kalo aku bilang junior aku bangun?" tanya Kenzo
Aku langsung terdiam dan mukaku merah seketika.
Seketika Kenzo menarik wajahku hingga berhadapan dengannya.
"gimana nih?" goda Kenzo
"ihhh. Tau ah" kesalku
"ganti rugi lah" ucap Kenzo
"apaaaa" kesalku
Cup....
Seketika Kenzo menempelkan bibir seksinya kebibirku. Itu membuatku sedikit terkejut. Namun seketika juga Kenzo menarik pinggangku hingga kami lebih mendekat. Tak lama tangan Kenzo menarik leherku hingga ciuman itu semakin dalam.
Entah setan apa yang merasukiku, aku juga menikmatinya. Bahkan aku melingkarkan tanganku dileher Kenzo. Perlahan Kenzo semakin menggila, ia semakin kasar hingga aku hampir tak bisa bernafas. Akhirnya aku menggigitnya.
"aww.... " teriak Kenzo sambil melepaskan ciuman kami
"gimana hah?" tanyaku
"kenapa sih sayang?" kesal Kenzo
"cium ya cium tapi ya liat-liat dong. Gak tau apa aku hampir gak bisa nafas. Kalo aku gak nafas ntar aku bisa mati, kalo aku mati kamu ciuman sama siapa. Trus nanti kamu jadi duda dong. Ya ampun, ntar jadi duda tampan dan kaya trus nikah lagi apa balikan lagi sama mantan kamu yang itu, ahhh. Nggak nggak nggaakk" teriakku
Cupp...
Ciuman sekilas Kenzo seketika membuatku diam.
"bawel banget. Aku gak bakal tinggalin kamu sayang. Mantan itu sampah, kalo nggak dibuang ya didaur ulang. Tapi kalo didaur ulang ya tetep rasanya gak se enak yang baru. Mending sama kamu yang baru plus masih segelan" goda Kenzo
"a a apaan sih" ucapku malu
"kenapa? Malu? Sama suami sendiri kok malu" ucap Kenzo
"ihh.. Kamu mah, udah sama naik" ucapku
"kemana? Naikin kamu?" goda Kenzo
"ahh maksudku keluar. Dasar gila" kesalku
"gak mau ya? Gak mau coba aku?" goda Kenzo
"aahhh, keluaar Keluar keluar keluar.. " ucapku sambil mendorong Kenzo
"yakin?" tanya Kenzo
"iyalah, kenapa nggak?" tanyaku
"aku telanjang loh baby. Gak sekalian?" bisik Kenzo
Ahhh. Aku salah tingkah lagi. Dibiarin dibathtub malah menggila, kalo keluar dia masih telanjang. Jadi serba salah rasanya. Ahaa, aku punya ide.
"ter terserah kamu. Keluar lah, ini udah mau malam loh" godaku
"kenapa? Emangnya kenapa? Aku gak jamin bisa sabar lagi loh" goda Kenzo
Aku masih mencoba bertahan
"aku tutup mata, menghitung sampai 10 kalo kamu nggak keluar trus bilas tubuh kamu... " ucapku
"emang kenapa? Emang kamu bisa apa?" ledek Kenzo
"humm apa yaa.. Oh iya, kalo tetep nggak mau keluar ntar aku nggak kasih jatah" ancamku
1
2
3
Byur.. Byurr. Byurr...
Aku mendengar kalau Kenzo sudah mandi.
"dasar, giliran diancem langsung lari kayar ngejar maling aja" ucapku
Setelah Mandi, aku langsung keluar dengan berpakaian piyama yang ada. Aku juga cukup bingung diruang ganti, perasaan aku membawa banyak piyama dan baju, tapi kenapa yang ada diruang ganti hanya beberapa gaun dan piyama seksi ataupun piyama transparan. Aku sangat kesal melihat piyama itu hingga aku ingin membakarnya.
"ahh.. Ini pasti ulah Kenzo, liat aja gantian ya sekarang aku yang kerjain kamu" ancamku
Aku keluar dan terpaku melihat Kenzo terbaring tertidur diatas kasur tanpa baju, hanya memakai boxer.
Batinku...
'Astaga, pria ini sungguh menggoda. Tubuhnya yang seksi, wajahnya yang tampan dan otonya itu lho bikin gak kuat aku mas'
Aku hanya berjalan diam-diam lalu berusaha naik kekasur dan tidur. Padahal tadi aku berencana mengerjai Kenzo, eh malah orangnya udah tidur duluan.
Tapi saat aku berjalan tiba-tiba Kenzo terbangun dan duduk dengan tegak.
"bagus juga body kamu. You're really sexy. You're look hot baby" ucap Kenzo
Aku sontak terkejut, bukannya dia sudah tidur?. Aku hanya merasa malu dengan piyamaku. Aku masih heran, apa benar ini piyama. Piyama yang sangat transparan dan dapat memperlihatkan semua lekuk tubuhku, bahkan memperlihatkan dalamanku. Ah, bodoh keputusanku kali ini memang bodoh. Tapi aku mencoba untuk tetap tenang.
"a a apa lihat-lihat" gertakku
"tidak papa, aku hanya merasa pintar hingga memilihkan piyama yang sangat cocok untukmu" goda Kenzo
"sudahlah aku mau tidur" ucapku
Kenzo masih membiarkanku sampai aku berbaring, aku merasa sedikit aneh. Saat aku terbaring tiba-tiba ia memelukku dari samping. Dan seketika tubuhnya berada diatasku.
"a a apa yang kau lakukan?" gugupku
"kenapa? Gugup? Kamu sendiri yang menggodaku dan membuatku seperti ini. Juniorku bangun nih, gimana nih?" bisik Kenzo
Seketika Kenzo melumat bibirku. Astaga, aku benar-benar bodoh. Perlahan Kenzo mulai turun keleherku.
"kumohon Kenzo, jangan sekarang. Aku belum siap" ucapku
"nanti juga biasa honey" ucap Kenzo
"kumohon, aku lelah. Aku ingin tidur" pintaku
"baiklah, aku menghormatimu. Apa ganti ruginya?" tanya Kenzo
Kenzo menindihku tiba-tiba.
"astaga kau berat sekali sungguh" keluhku
"apa ganti ruginya?" tanya Kenzo
"oke-oke. Saat honey moon" ucapku sembarang
"oh, oke. Aku akan menahannya" ucap Kenzo
Astaga ucapan apa tadi. Keputusan yang bodoh, kini masalahnya semakin runyam. Aku memang bodoh kadang-kadang. Sekarang apa yang haru kulakukan.
Malam itu tak ada yang terjadi, kami hanya tidur seperti biasa. Padahal niatnya aku yang mengerjainya, sekarang kenapa malah aku merasa kalau aku yang dikerjai. Satu pelajaran yang dapat kuambil, jangan ganggu singa jantan yang sedang tidur atau aku akan diterkam sebagai mangsanya.