My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Hidup Dan Mati



"memangnya apa hubunganmu dengan geng Naga Darah?" tanya William


Srett....


Aku membuka tudungku.


"masih tidak kenal siapa aku?" tanyaku


"siapa?" tanya William


"huh dasar bodoh" kesalku


Srett...


Aku membuka kaca mataku.


"bagaimana? (senyum seringai)" tanyaku


"n no nona Angel?" kaget William


"kenapa? Kaget?" tanyaku


"ba bagaimana bisa?" tanya William


"why not, but sorry. Kau harus menanda tangani ini" perintahku


Prok.. Prok...


Aku menepuk tangan dan asistenku memberikam sebuah kertas berisi perjanjian.


"a apa ini?" ketakutan William.


"kau harus menyerahkan gengmu padaku dan kelak Kenzo lah yang akan memimpin gengmu" jelasku


"apa" kaget William


"tanda tangani atau mati" ancamku


"ba baiklah" jawab paksa William


"lain kali jangan bermain dengan orang yang salah" bentakku


Srett...


William terpaksa menanda tangani surat tersebut.


"sudah" jawab William


Ceklek...


Aku mengarahkan pistol ke kepala William.


"a apa maksudmu, mengapa kau mengancamku?" tanya William


"hum, sebenarnya aku ingin melepaskanmu. Namun mengingat gengmu pernah terlibat pengedaran obat terlarang aku jadi berubah pilihan. Lagi pula, kau telah mengetahui identitasku. Selama ini orang yang mengetahui identitasku kalau tidak jadi bawahanku, budakku atau mereka akan mati" jelasku


"am ampun, kumohon jangan bunuh aku" mohon William


William memohon dan bersujud dikakiku agar tidak membunuhnya.


"kumohon jangan bunuh aku" mohon William


"humm, bagaimana ya.. Kau terlalu banyak menyesatkan orang dan banyak membunuh serta membuat keluarganya menderita. Apa kau masih pantas untuk hidup? (menendang kepala William)" tanyaku


"aww.. kumohon"pinta William


"kukira kau pria sejati. Ternyata hanya karena takut mati kau mampu bersujud padaku. Tak usah untuk berpikir menyerang balik, semua pasukanmu diluar telah aku habisi" kejamku


"kumohon boss, aku akan jadi budakmu. Lepaskan aku" mohon William


"baiklah, kau boleh pergi. Moodku sedang bagus hari ini" jawabku


"terima kasih nona, aku akan selalu mengabdi padamu" hormat William


William berbalik dan hendak pergi, namun saat memegang gagang pintu...


Dor..


Aku menembak lengan kanan William. Lalu...


Dor... Dor... Dor... Dor...


Tembakan bertubi-tubi melesat kearah tubuh William hingga ia terjatuh dan mati dengan darah yang membanjiri ruanganku. Memang bukan dia yang pertama mati diruangan itu. Ruangan itu merupakan ruang pertemuan namun juga ruang eksekusi untukku, aku akan membuat orang lain jera disitu.


"ayo keluar" ajakku


"ba baik boss" jawab asistenku


"bereskan semua ini, aku ingin besok semua bersih seperti baru" ucapku


"baik boss" jawab asistenku


Di Luar...


"mengapa boss membunuhnya?" tanya asistenku


"aku tidak membunuhnya. Aku hanya membantu Tuhan untuk menghukumnya. Lagipula kalau mau menjadi pemimpin kalau tidak turun secara sukarela ya dibunuh agar kita bisa jadi pemimpin" jelasku


"tapi ia sudah memohon pada anda" ucap asisten


"apa kau ingat Alvaro?" tanyaku


"iya boss" jawab asisten


"dialah dalang yang membuat Alvaro kehilangan orang tua. Aku tak mau Alvaro mengetahui ini dan akan balas dendam kemudian hari dan menjadi jahat. Maka biar aku yang menghukumnya, lagi pula banyak keluarga yang menderita karena ulahnya" jelasku


"astaga" kaget asisten


"segera umumkan pada Harimau Hitam kalau mereka akan kedatangan pemimpin baru. Yang berontak langsung bunuh ditempat, tanpa ampun" perintahku


"baik boss" jawab asisten


"aku akan pergi, urus semuanya" jawabku


"baik boss" jawab asisten


Flashback Off


"astaga... " kaget Kenzo


"kenapa?" tanyaku


"kenapa rasanya aku sedang berhadapan dengan iblis?" tanya Kenzo


"aku ini iblis cantik kan (mengedipkan sebelah mata)" gurauku


"dih genit" jawab Kenzo


"sama suami emang ga boleh? Kalo gitu aku genitnya sama turis ganteng itu ya (menunjuk turis)" gurauku


"silakan jika kamu mau dia mati dan kututup tempat ini" ancam Kenzo


"uuuu aku takuuuutt... (meniru anak kecil)" jawabku


"dasar gemesin" kesal Kenzo


"aku ini manis tapi bisa tragis kalau orang yang kusayang kau buat menangis" ucapku


"dih, pinter amat bikin kata-kata" tanya Kenzo


"nggak juga sih, tadi baca dari google" gurauku


"yeee... " ucap Kenzo


Setelah puas bermain dan jalan-jalan kami kembali ke penginapan dan packing untuk siap-siap check out.


"udah beberes nya?" tanya Kenzo


"udah lah" jawabku


"sini (tepuk-tepuk sofa)" ajak Kenzo


Aku duduk disamping Kenzo diatas sofa dan bersantai.


"sama-sama, makasih juga udah hadir dalam hidupku" ucapku sambil memeluk Kenzo


///***///


Besoknya


Pagi Hari


"yank, kita pulang pagi ini aja yuk" ajakku


"hmmmm.... " jawab Kenzo


"hihh, kok tidur. Bangun dong (menggoyang-menggoyangkan Kenzo)" kesalku


"apa sih... " kesal Kenzo


"hahaha... " tawaku.


"kenapa? Apa yang lucu?" kesal Kenzo


"suara kamu sama ekspresi kamu bangun tidur lucu" gurauku


"oh berani ya" kesal Kenzo


"nih liat, wajah kamu waktu tidur. Imut banget (menunjukan foto diponselku)" gurauku


"oh udah berani ya... " ucap Kenzo


"kenapa? Gak boleh simpen foto kamu? Apa aku simpen aja foto pacar orang lain biar kamu gak marah?" gurauku


"serah" kesal Kenzo


"eh, ngambek. Uluh-uluh sayangku ngambek (mencubit pipi Kenzo)" godaku


"tau" kesal Kenzo


"sini-sini peluk mami biar ga marah" gurauku


Kenzo memelukku dengan sangat erat dan bertingkah seperti anak kecil yang membuatku semakin gemas.


"udah ya, papi mandi dulu. Papi bauu... " guaruku


"eh, udah papi mami aja manggilnya" gurau Kenzo


"eh apa sih, salah denger kali" hindarku


"aku gak tuli mami (meniru suara anak kecil)" ucap Kenzo


"ih apaan sih. Udah sana mandi, bau tau" kesalku


"emang mami udah mandi?" tanya Kenzo


"udah dong, mami mau buruan balik ke Jakarta. Udah kangen Alvaro" ucapku


"cie mau dipanggil mami" goda Kenzo


"apaan sih. Mandi sana" kesalku


"ga mau" ucap Kenzo masih memelukku


"mandi sana loh, bau tauu" kesalku


"panggil dulu 'papi sayang yang paling ganteng, mandi sana' trus cium" ucap Kenzo


"ih apaan sih" ucapku


"kenapa? Gamau? Aku gak keberatan kalau kita pelukan gini sampe besok. Jadi pulangnya besok" ucap Kenzo


"huh... oke (mengehela nafas). Papi sayang yang paling ganteng, mandi sana (senyum, elus kepala)" ucapku


"cium?" tanya Kenzo


Cup..


Aku mencium pipi Kenzo.


"kok pipi, sini dong (tunjuk bibir)" ucap Kenzo


"ga usah manja. Kalo gak buruan mandi, aku ngambek trus nanti pulang ke Jakarta sendiri" kesalku


"oke-oke" kesal Kenzo


Setelah itu Kenzo mandi dan bersiap. Aku dan Kenzo setuju untuk pulang lebih awal.


///***///


Di Bandara


Aku naik pesawat umum. Dan bergegas untuk pulang. Namun saat perjalanan...


"sayang" panggil Kenzo


"hmm.. " jawabku


"kamu cinta nggak sama aku?" tanya Kenzo


"kenapa tanya gitu? Aneh banget" kagetku


"cinta nggak?" tanya Kenzo


"cinta sayang, cinta banget malahan" ucapku


"makasih" ucap Kenzo sambil memelukku


"kenapa tiba-tiba tanya gitu?" tanyaku


"gatau kenapa. Lagian aku pengen mastiin aja, kan aku gak tau kapan aku mati" jawab Kenzo


"ih kok bilang gitu.. Gak boleh, pokoknya kita harus terus hidup bareng Kamu gak boleh tinggalin aku" ucapku


"iya-iya. Maaf ya kalo selama ini aku ada salah kekamu" jawab Kenzo


"hmmm..... " jawabku


Aku masih bingunh dengan pertanyaan Kenzo. Kenapa tiba-tiba dia berubah seperti itu.


Saat tengah perjalanan..


Duar... Tin.. Tin.. Tin.. Tin..


"kenapa? Apa yang terjadi?" panikku


Pengumuman, harap semua penumpang memasang sabuk pengaman. Karena pesawat mengalami turbulensi dan gagal mesin. Pilot akan berusaha untuk melakukan pendaratan darurat.


"apaa..... " kaget pebumpang


"Kenzo apa yang terjadi?" tanyaku


"pesawat mengalami turbulensi" jawab Kenzo


"apaa!!!! Kita tak bisa diam. Jika dibiarkan kita akan mati dalam pesawat" panikku


"sedangkan kita diatas laut, tak mungkin pesawat ini akan mendarat" jawab Kenzo


"bagaimana ini, ponselku tak ada sinyal" kesalku


*Kenzo dan Angel terpaksa menyalakan ponsel karena sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi.


"tenanglah ada aku (senyum)" ucap Kenzo


"kauu.. Jangan begituu, kita baru menikah sayang .. hiks.. hiks.. hiks.. " tangisku


"tenanglah (memeluk, mengusap kepalaku). Apapun yang terjadi aku akan selalu melindungimu" ucap Kenzo


____________________________________________


Hai readers, gimana? Kayaknya Kenzo dan Angel selamat gak nih? Mereka kan baru nikah. Angel semakin dibingungkan karena keadaan dan perkataan Kenzo tadi.


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT AND VOTE 🙏