My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Lamaran



"ha? Cuma ingin bilang itu tapi sampai berkeringat? Dasar Kenzo, baiklah kutunggu dipanggung" ucapku


"baiklah" ucap Kenzo


Lalu aku pergi kedalam


"aarrrggghhh. Kenapa susah sekali sih cuma bilang suka, bodoh. (Kenzo menelfon Sekretarisnya)


'Halo, bu Sara siapkan Gaun yang selama ini kupajang di ruang ganti kantor. Aku akan kirim lokasiku. Harus datang dalam 5 menit jika tidak nyawamu dalam tanganku' ancam Kenzo


"ba.. Baik pak (menutup telfon) huh kenapa ya Boss? Mengapa dia begitu menakutkan malam ini? rasanya nyawaku jadi terancam" ucap Sekretaris Sara


Disisi lain


Dipanggung


"Kenzo mau bilang apa ya tadi? Apa jangan-jangan. Ah tidak, tidak mungkin. (berjalan mondar mandir dibelakang panggung) sudahlah, jangan merusak citraku. Aku menunggu dipanggung saja" ucapku


///***///


10 menit kemudia


Di Atas Panggung


Aku berdiri diatas panggung sembari memberi ucapan dan sambutan selagi menunggu Kenzo. Tak lama kemudian sebuah gaun indah yang dipajang dalam lemari kaca dibawa dibawah panggung tepat dihadapanku.


"tunggu mengapa aku seperti mengenal gaun ini. Oh iya, ini adalah gaun pertamaku, ini gaun pertama yang kubuat. Tunggu kenapa ada disini?" tanyaku


Tak lama kemudian Kenzo naik keatas panggung, dia setengah jongkok dihadapanku dan memegang kedua tanganku.


"Kenzo? Apa yang kau lakukan? Ada banyak orang disini" ucapku


"Angel, maafkan aku jika pernah menyakitimu, jika aku membuatmu marah. Aku tak ada niatan sama sekali untuk melakukannya. Namun saat kau pergi, seolah kau membawa seluruh hatiku, aku menderita setengah mati saat kau pergi. Aku Kenzo Aileen memohon padamu untuk jangan pernah pergi lagi meninggalkanku lagi" ucap Kenzo


"apa maksudmu?" tanyaku


"aku Kenzo Aileen secara resmi melamarmu dihadapan semua orang, disini dan didetik ini. Aku akan berusaha untuk memberikan semua yang terbaik untukmu" ucap Kenzo


Mataku berkaca-kaca melihat Kenzo melamarku. Dia mengeluarkan sebuah cincin berlian indah yang dulu pernah ia berika padaku.


"Nona Angel, mohon pakailah cincin ini. Maaf jika dulu aku pernah membuatmu melepas cincin ini, jika kau mau mengahbiskan sisa hidupmu denganku, aku Kenzo Aileen berjanji akan berusaha hingga nyawaku tiada agar kau tak pernah melepas cincin ini lagi. Aku akan selalu berusaha menemanimu apapun yang terjadi dan selalu disampingmu apapun kondisimu" ucap Kenzo


"Kenzo.... " ucapku sambil menangis


"aku Kenzo Aileen secara pribadi melamar nona Angel, apakah nona Angel menerima lamaranku ini?" tanya Kenzo


Perhatian seluruh orang di Ruangan itu tertuju padaku.


"Aku Angel Calista secara resmi dan pribadi menerima lamaran dari tuan Kenzo Aileen dan siap menjadi tunangan dari Tuan Muda Aileen" jawabku penuh wibawa


Kenzo memakaikan cincin itu dengan lembut dijariku. Sungguh perasaan ini bagai mimpi.


Lalu Kenzo berdiri dan menarikku menuju tempat Michropone.


"aku Kenzo Aileen menyatakan oada kalian semua secara resmi kalau aku Kenzo Aileen dan nona Angelica Calista bertunangan secara resmi dan tak ada yang bisa menyangkalnya" jelas Kenzo


Suara tepuk tangan menggema diseluruh ruangan. Saat kami berdua turun satu persatu orang menyalami kami.


Saat bersalaman kami bertemu beberapa orang penting.


"Leo?" tanyaku


"ya ini aku" jawab leo


"astaga aku tak menyangka kita bisa bertemu lagi, jadi karena dia saat itu kau menolakku?" gurau Leo


"Hehehehe.... Tidak juga. Oh iya apa perusahaanmu sekarang?" tanyaku


"aku penerus utama dari perusahaan Oliver" jawab Leo


"oh jadi Perusahaan Oliver itu milikmu. Suatu saat The Dimont pasti senang bekerja sama dengan Oliver Group" ucapku


"hahaha.. Masih belum Angel, ayahku masih ada. Sebenarnya aku ingin mengenalkanmu padanya, tapi sekarang aku tak tau dia dimana, padahal kami berangkat bersama" ucap Leo


"tak apa, lain kali kita pasti bertemu" ucapku


"pasti, tapi maaf aku ada urusan, aku pergi dulu ya" ucap Leo


"ok" jawabku


Tak lama setelah Leo pergi Kenzo menanyaiku.


"siapa dia Angel?" tanya Kenzo


"oh, dialah sepupu Chriss yang melamarku namun kutolak" jelasku


"oh begitu, kalau begitu kau tetap harus jaga jarak darinya. Aku tak mau kau terlalu dekat dengannya" ancam Kenzo


"hei tuan Kenzo, ap kau cemburu?" godaku


"hemph untuk apa aku cemburu" ucap Kenzo


"sudahlah jangan seperti anak kecil, jika aku menyukai orang lain untuk apa aku menerima lamaranmu. Dasar bodoh" gurauku


"hei jangan panggil aku bodoh, memangnya berapa IQ-mu hingga berani mengataiku bodoh?" tanya Kenzo


"kalau kau sendiri berapa?" tanyaku


"aku? IQ-ku 198, bagaimana?" ucap Kenzo percaya diri


"waah, IQ tuan tinggi sekali" sanjungku


"tentu saja, berapa IQ-mu?" tanya Kenzo


"maaf tuan tapi IQ-ku 199, hahahahhahaha" aku tertawa terbahak-bahak


"apa bagaimana bisa. Tunggu saja pasti aku mengalahkanmu, kita hanya selisih 1 poin saja" ucap Kenzo


"baiklah akan kutunggu saat kau mengalahkanku" gurauku


Tak lama kemudian ada seorang pria datang mendekat dan memberi ucapan pada kami.


"Selamat nona Angel, semalat tuan Kenzo atas pertunangan kalian" sapa Chriss


"kak.. Kak Chriss?" tanyaku


"hai Angel apa kabar?" tanya Chriss