
Aku hanya diam menikmati makananku tanpa berbicara apapun, begitu juga dengan Kenzo. Aku hanya masih kepikiran tentang dugaanku kalau Kenzo selingkuh. Aku tetap tak bisa membohongi perasaanku. Hatiku berkata kalau tak mungkin Kenzo akan selingkuh, namun otakku berkata lain. Aku tetap masih mencurigai Kenzo.
"aku kembali dulu ya" ucapku
"kenapa? Gak enak badan?" tanya Kenzo
"nggak kok" jawabku datar
"kamu nggak tunggu aku dulu?" tanya Kenzo
"bukannya gak mau, kerjaanku masih banyak" jawabku
"oh begitu, baiklah. Kalau ada apa-apa panggil saja aku (tersenyum)" ucap Kenzo
"baiklah, aku kembali dulu ya" ucapku
"oke" jawab Kenzo
Lalu aku berdiri dan pergi dengan wajah datar. Hal itu membuat para karyawan kebingungan. Apalagi Kenzo, sebelum pergi aku melihat Kenzo yang tqmpak kebingungan karena sikapku. Namun aku hanya diam saja dan berusaha untuk tidak bertentangan dengan hatiku sendiri
Disisi Lain....
"apa Angel curiga ya?Bisa bahaya nih kalo curiga" ucap Kenzo
Tak lama Kenzo menelfon seseorang. Aku dapat melihatnya dari CCTV yang terhubung dengan komputerku juga. Namun aku tak perduli.
///***///
Di Ruangan Ku
"huh akhirnya selesai juga, sampai sakit tanganku karena harus menanda tangani dokumen sebanyak ini. Ini harusnya diselesaikan oleh Kenzo. Eh apa aku kesana saja ya untuk melihat keadaannya" ucapku
Aku berjalan menuju ruangan Kenzo, sesampainya didepan pintu aku mendengar Kenzo berbicara ditelfon.
"hai cantik, apa kabar. Aku mau bertemu denganmu nanti malam di restoran XX jam 7 malam oke. Jangan terlambat" ucap Kenzo
Aku hanya diam termenung mendengar percakapan itu. Lalu aku memilih untuk masuk kedalam.
"hai Kenzo, aku ingin menyerahkan dokumen ini" ucapku
"oh hai, kenapa kau datang sendiri? tidak menyuruhku datang saja?" tanya Kenzo
Aku hanya diam melihat ekspresi Kenzo yang terlihat panik.
"tidak papa, aku hanya sekalian ingin minta maaf karena tadi aku mengacuhkanmu saat makan siang. Tadi aku hanya merasa moodku sedang tidak enak" jelasku
"oh begitu, tidak papa. Santai saja" ucapku
"nanti malam kau ada waktu?" tanyaku
"kenapa?" tanya Kenzo
"aku mau mengajakmu untuk makan malam bersama" ajakku
Ya aku hanya mengetes Kenzo, ini pertama kalinya aku mengajak Kenzo makan malam duluan secara pribadi. Biasanya selalu dia yang mengajakku.
"oh jam berapa?" tanya Kenzo
"jam 7 malam bagaimana?" tanyaku
"ah, jam 7?" tanya Kenzo
"iya, kenapa?" tanyaku
"bukannya aku menolak tapi aku ada urusan penting, maaf ya aku nggak bisa" jelas Kenzo
"oh, begitu. Ada urusan apa?" tanyaku
"gimana ya, ini urusan penting. Aku sulit menjelaskan padamu" ucap Kenzo
"tidak papa, baiklah aku kembali dulu" ucapku
"Angel...." panggil Kenzo
"ya?" jawabku
"kau tidak marah kan?" tanya Kenzo
Aku kembali keruanganku dengan wajah muram.
///***///
Di Ruangan Ku
"kenapa Kenzo menutupinya. Kenapa dia berbohong padaku?" ucapku
Aku kebingungan mondar-mandir gak jelas. Akhirnya aku mengambil keputusan.
"aku diam-diam saja pergi ke restoran itu. Aku ikuti Kenzo dan melihat apa yang dia lakukan. Tadi kan aku dengar percakapannya" ucapku
///***///
Pukul 7 Malam.
Di Depan Restoran XX
"seharusnya ini kan restorannya, lebih baik aku masuk kedalam" ucapku
Setelah berputar-putar akhirnya aku menemukan mereka. Aku memilih tempat duduk dibelakang Kenzo, jadi tak mungkin ia akan melihatku. Lagipula tempat paling berbahaya adalah tempat paling aman. Saat aku hendak duduk aku melihat gadis yang cantik dengan tubuh semampai dan paras cantik datang menghampiri Kenzo lalu memeluknya dan Kenzo membalas pelukannya. Aku hanya terkejut. Aku lebih memilih untuk duduk.
"apasih yang mereka bicarakan" gerutuku
Meski aku duduk dibelakangnya juga tetap sangat sulit untuk mendengarnya, aku hanya mendengar sebagian dan tidak mendengar semuanya. Aku hanya mendengar 1 kata yang sangat jelas 'Pernikahan'.
Aku hanya diam terkejut dan terus berusaha mendengarkan percakapan mereka.
"setelah kembali dari Inggris kau jadi lebih cantik ya, dan tubuhmu juga lumayan" ucap Kenzo
"tentulah, disana aku adalah bunga Kampus" jawab gadis itu
"gak usah pamer ke aku" ucap Kenzo
Untung aku membawa cermin kecil untuk melihat mereka dan yang mereka lakukan cukup membuatku terkejut. Kenzo mencubit kecil hidung gadis itu. Aku menunggu hingga lama dan akhirnya mereka berdiri.
"sepertinya mereka mau pergi" lirihku
Aku sedikit melirik kearah mereka, aku terkejut dan cukup marah. Aku melihat mereka berpelukan lalu Kenzo mencium kening gadis itu.
"cukup... aku tidak bisa menahannya lagi" ucapku
Aku berjalan dengan marah dan menuju Kenzo. Saat sampai aku langsung berdiri dengan tangan melipat tanganku.
"oh pantas tidak bisa menemaniku ya Tuan?" tanyaku dengan ekspresi sadis
"Ang Angel... ba bagimana bisa kau ada disini?" tanya Kenzo kaget
"kenapa? takut ketahuan. Yasudah aku pergi saja" ucapku
Aku langsung pergi seketika tanpa mengucap apapun.
"Angel tunggu.... " panggil Kenzo
"ah bagaimana inii..... Kalau dia menyebarkan kejadian hari ini. Citraku akan rusaaaakkk.. dan semua orang akan tau. Tidaakkkk.... " bingung gadis itu
"diamlah, kau masih sama saja. Selalu panik saat ada apa-apa" ucap Kenzo
"bagaimana ini, cepat selesaikan" ucap gadis itu
"diamlah. Yang paling penting, semoga dia tidak mendengar rencana kita" bentak Kenzo
"baiklah, sekarang pergilah. Selesaikan semua ini" gertak gadis itu
"oke-oke. Kau pulang sendiri" ucap Kenzo
"apaa.. Pria macam apa kau ini" teriak gadis itu
"diamlah, juga bayar makanannya sekalian ok. Makasih" ucap Kenzo
Lalu Kenzo pergi untuk mengejarku.
"hei... hei... heiii.... Kenzoooooo" teriak gadis itu
Kenzo berusaha untuk mengejarku namun tak sempat, aku sudah pergi duluan.