My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Firasat



Setelah penjelasan itu aku pulang untuk merebahkan diri. Aku bersantai dan menikmati waktu, namun ada satu hal yang membuat hatiku merasa tak nyaman namun aku masih belum mengetahuinya.


"hah hari ini sangat membosankan" ucapku


Setelah pulang aku kebingungan sendiri karena bosan. Akhirnya aku menemukan hal yang bisa kulakukan.


"sungguh membosankan, hah aku main laptop saja, melihat keadaan di markas sambil mengamati persiapan anggotaku" ucapku


Namun beberapa saat aku mengamati tempat jendral yang menggangguku saat pertama aku datang, entah mengapa aku masih memiliki perasaan tak baik padanya. Aku merasa ada yang aneh darinya tapi aku tidak tau kenapa.


"tunggu apa yang dia lakukan, semua anggota bersiap namun kenapa dia malah pergi ke tempat lain" ucapku bertanya-tanya.


Akhirnya aku melihat semua CCTV yang menunjukan kemana arah jendral tersebut pergi. Aku melihat setiap CCTV dengan teliti, mengikuti jejak jendral itu pergi.


"tunggu mengapa dia mengambil ponsel dan seperti menelfon seseorang, apa yang dia lakukan. Argh kenapa aku tak memasang microfone ditempat itu. Iya benar juga, itu tempat paling tersembunyi di markas, hampir tak ada yang pernah kesana" ucapku kesal


Aku memutuskan pergi keluar sebentar untuk mencetak ulang peta daerah yang digunakan untuk menyerang. Aku keluar berlajan kaki karena rumah ayah angkatku cukup dekat dengan kota.


Aku berjalan menuju sebuah tempat pencetakan yang disebelah toko pakaian besar. Aku mencetak 5 lembar peta itu dengan sudut pandang yang berbeda. Setelah aku keluar aku melihat seorang wanita yang keluar dari toko pakaian, dia berjalan membelakangiku. Setelah aku amati dia mirip sekali dengan Clarissa. Aku ingin sekali memanggilnya namun aku berfikir kalau dia tidak mungkin Clarissa.


"Cla... Huh tak mungkin dia Clarissa, dia sudah tiada, mungkin aku berhalusinasi karena merindukannya, sudahlah lebih baik aku pulang dan menyipkan semuanya" ucapku pada diriku sendiri.


Aku segera pulang dan menyalakan laptopku. Aku menyebar 5 lembar peta itu di atas kasurku, aku mengambil pensil dan spidol untuk mempermudah membuat jalur dan penanda. Lembar pertama kugunakan untuk menggambar formasi yang tadi. Lembar kedua kugunakan untuk membuat formasi dari atas. Lembar ketiga untuk membuat formasi jebakan, 2 peta terakhir bukan dari lokasi rumah kosong itu namun jalan kedua menuju markas geng musuh. Aku memutar otak memikirkan semuanya, aku tidak peduli jika formasi ini sia-sia, namun aku tak berani ambil resiko dengan membiarkannya karena ini akan mempengaruhi masa depanku.


///***///


"Astaga aku hampir terlambat, aku terlalu lama membuat formasi ini, dasar otakku yang lemot. Apa kata anggotaku jika aku selalu menyuruh mereka tepat waktu namun aku sendiri telat, dasar aku !!!" ucapku kesal


Akhirnya aku pergi bersiap, aku menggunakan sepatu boot berhak 4 cm, kaos putih, jaket hitam dan memakai celana jeans berwarna biru tua semu hitam dengan bagian bawah terlipat. Kali ini aku mengikat rambutku karena akan mempersulitku jika rambutku tergerai. Setelah selesai aku segera berangkat dan mengebut saat naik motor. Akhirnya aku sampai, aku segera berlari kedalam dan mempersiapkan semuanya. Aku memberi sedikit pengarahan pada semua anggota. Setelah semua siap kami pun berangkat.