
Setelah mengetahui keadaanku Kenzo langsung bergegas menuju ruang ICU untuk melihatku.
Ruang ICU
Dilihatnya diriku yang terbaring lemas dan tidak berdaya dengan berbagai peralatan yang ada disampingku.
"kenapa keadaannya seperti ini?" tanya Kenzo
"sebenarnya dia baik-baik saja. Namun entah hari keberapa dia sadar dan mendengar tentang kabarmu yang membutuhkan darah karena tidak ada darah yang cocok dengan darahmu sama sekali karena golongan darahmu sangat langka. Angel langsung bersikeras memohon untuk mengambil darahnya ternyata cocok. Akhirnya ia mentransfusikan darahnya ke padamu" jelas Chriss
"kenapa kau menyetujuinya?" tangis Kenzo
"sebenarnya aku menolak, hanya saja ia terus memohon dan dia berkata kalau lukanya tidak parah, lebih parah lukamu makanya dengan sangat terpaksa aku dan dokter menyetujuinya" jelas Chriss
"kenapa aku sangat bodoh, membiarkan orang yang kucintai berkorban banyak demi diriku. Apa yang terjadi padaku hingga aku membutuhkan banyak darah?" tangis Kenzo
Tanpa sadar air mata Kenzo terus mengalir hanya karena melihat keadaaku yang seperti ini.
"saat jatuh kepalamu terbentur puing-puing pesawat dan kepalamu bocor. Makanya butuh banyak darah dan yang luka adalah kepala belakangmu. Kau sangat beruntung syarafmu tidak kenapa-napa" jelas Chriss
"jelaskan keadaan Angel sedetail-detailnya" gertak Kenzo
"kakinya kesleo makanya bengkak, tangan kirinya retak, kemungkinan terkena ledakan dan terhantam puing-puing pesawat. Kepalanya terbentur karena ledakan dan terhantam puing-puing pesawat. Apa dia memiliki masalah sebelum jatuh bersamamu?" tanya Chriss
"hmm... Dia mengeluh kalau dia phobia ketinggian" ucap Kenzo
"apa!!! Kau tunggu dulu, akan kukabari dokter dulu" ucap Chriss
Chriss langsung bergegas dan menemui dokter serta mengatakan kalau aku phobia ketinggian.
"bagaimana dok?" tanya Kenzo
"beruntung aku tau masalahnya, sekarang akan lebih mudah. Serahkan semua pada kami, kami akan berusaha sebaik-baiknya. Berdoalah semoga besok dia sadar" ucap dokter
"tuan, mohon tunggu diluar" ucap suster
Dokter bertindak dan memeriksaku. Kenzo dan Chriss masih resah karena keadaanku dan menungguku dikursi luar ruanganku.
"Kenzo istirahatlah. Kau juga butuh istirahat" ucap Chriss
"tidak, aku akan menunggu istriku" bentak Kenzo
"tapi kondisimu juga tidak baik" ucap Chriss
"kalau kubilang tidak ya tidak" ucap Kenzo sambil menekankan kata-katanya
"huh, baiklah. Aku tak akan memaksamu, aku akan menemanimu" ucap Chriss
Kenzo sebenarnya tidak terlalu parah namun luka dikepalanya yang bisa membahayakan. Kenzo hanya mengalami luka dikepalanya, 2 tulang rusuknya patah akibat ledakan dan beberapa goresan luka-luka disekujur tubuhnya.
Beberapa saat Dokter pun keluar...
"bagaimana dok?" tanya Kenzo
"puji Tuhan. Ini adalah keajaiban, tiba-tiba keadaan pasien membaik. Kini ia butuh istirahat dan semoga besok ia bisa sadar. Tunggu, saat kalian kecelakaan kalian pulang dari mana?" tanya dokter
"dia pulang liburan setelah menikah dok" jawab Chriss
"semoga ia belum mengandung, karena itu akan mempengaruhi pemulihannya dan bisa membahayakan nyawa janin dan ibunya" jawab dokter
"apa dia hamil dok?" tanya Chriss
"hmm.. kita belum bisa memastikannya. Semoga belum" ucap dokter
Kenzo menangis karena bahagia sekaligus sedih. Ia bahagia karena ada kemungkinan istrinya hamil namun juga sedih karena itu mengancam nyawaku dan anakku.
"bisakah aku menemuinya dok?" tanya Kenzo
"mohon bersabar, pasien perlu istirahat. Besok kalian bisa menemuinya" ucap dokter
Hari ke-14 di rumah sakit
Pagi-pagi Kenzo sudah menemuiku diruangan ku.
"Angel kumohon sadarlah, jika tidak sadar aku akan menyesal seumur hidupku karena kau seperti ini demi menyelamatkanku. Aku ingin memiliki sebuah keluarga kecil bersamamu" tangis Kenzo
Tak lama aku menggerakkan tanganku dan perlahan membuka mata. Kenzo sangat senang.
"dokter, istriku sadar. Suster panggil dokter" teriak Kenzo
Tak lama dokter datang memeriksaku.
"syukurlah keadaannya sekarang sudah stabil" ucap dokter
"Angel... apa kau dapat melihatku" tanya Kenzo
Aku hanya diam dan senyum perlahan-lahan karena senang sekaligus bersyukur masih dapat melihat dan bersama Kenzo. Aku bersyukur Tuhan masih mendengar doaku.
"saya sarankan untuk memindahkannya ke rumah sakit yang lebih besar untuk penanganan yang lebih lanjut" ucap dokter
"baik dok" jawab Kenzo
Kenzo langsung bergegas mencari Chriss dan mengurus perpindahan rumah sakit untukku. Akhirnya kami kembali Ke Jakarta menuju rumah sakit terbesar di Jakarta.
Dirumah sakit yang lebih besar setiap harinya kami semakin membaik dan pulih. Genap 1 bulan setelah kejadian pesawat meledak itu aku merasa bosan.
"Kenzo aku ingin jalan-jalan" ucapku
"tidak boleh, kau belum benar-benar pulih" tolak Kenzo
"ayolah, aku sungguh bosan. Jalan-jalan disekitar rumah sakit ini saja ya. Pleasee!!!!" mohonku
"baiklah, tapi aku menemanimu" ucap Kenzo
"oke (senyum)" jawabku
Aku jalan-jalan mengelilingi rumah sakit bersama Kenzo. Saat jalan-jalan aku mengamati seorang wanita yang sepertinya depresi.
"Kenzo kasihan ya wanita itu" ucapku
"hmm" jawab Kenzo
Aku mendengar percakapan wanita itu dengan seorang suster.
"melihatnya aku jadi rindu mama. Apa dia tau tentang keadaanku yang sekarang" sedihku
"tenanglah, setelah kita pulih kita akan pulang" ucap Kenzo
Aku mengamati dengan jelas dan semakin mendekat keruangan itu.
"kamu mau ngapain?" tanya Kenzo
"sepertinya aku mengenal wanita itu. Dia seperti tak asing untukku" ucapku
"mungkin kau salah lihat" ucap Kenzo
"mama... " panggilku
Perlahan air mataku menetes melihat mamaku yang sedang menangis dan hampir disuntik penenang oleh seorang suster.
"ya ampun nak, kau sangat kurus. Kau tidak makan berapa bulan? Lihatlah tubuhmu ini, kurus kering dan penuh luka. Dan apa yang terjadi dengan menantu ganteng mama ya ampun" tangis mama
"ma, aku nggak papa. Ya kan sayang" ucapku
"tidak, memang kau kenapa-napa" ucap Kenzo
Aku menengok kebelakang dan melirik sinis Kenzo. Kenzo hanya tersenyum.
"ma beneran gak papa, mama ngapain disini? Kakek mana?" tanyaku
"Kakekmu jantungnya kumat, dan sejak dioperasi ia belum sadar" ucap mama sedih
"ma jangan sedih. Biarkan aku melihatnya" ucapku
Aku menuju ranjang kakek dan melihat keadaanya. Aku duduk disampingnya dan memegang tangannya.
"kakek, bangunlah. Cucumu baru selamat dari maut, masa kau tidak mau menyambutnya?" tanyaku
Tak lama Kakek sadar dan meneteskan air mata setelah melihatku. Kami semua senang akhirnya bisa berkumpul kembali bersama-sama.
"ma Varo dimana? Aku sangat rindu padanya?" tanyaku
"dia bersama Ivory" ucap mama
"aku ingin menemuinya" ucapku
"jangan" cegah Kenzo
"kenapa? Aku sangat merindukannya" ucapku
"masa kau yakin mau menemuinya dengan keadaan seperti ini? (menunjuk seluruh diriku)" tanya Kenzo
"iya juga sih" ucapku
"kita akan disini sementara waktu hingga kakek pulih. Saat kakek pulih pastinya kita juga mulai pulih, baru kita akan menemuinya" jelas Kenzo
"hmm... baiklah" sedihku
Aku diam menunduk karena belum bisa bertemu Alvaro, namun Kenzo tiba-tiba memelukku.
"jangan sedih, kita pasti akan segera menemuinya" ucapku
"hmm hmm.. " jawabku
2 minggu berlalu, kake sudah boleh keluar dari rumah sakit dan aku serta Kenzo mulai membaik.
"huh akhirnya keluar dari rumah sakit" ucapku
"kenapa? Bosan ya?" tanya Kenzo
"iya lah, tiap hari cuma liat obat, darah, orang sakit, kecelakaan, bahkan orang meninggal" kesalku
"kamu kan pembunuh pro, masa takut?" gurau Kenzo
"dih, siapa yang takut. Aku cuma bosen liatnya itu-itu aja" ucapku
"oke deh, ntar kalau udah ada Alvaro aku ajak kamu jalan-jalan makan enak bareng ok" ajak Kenzo
"Udah lama juga kita nggak makan enak ya" jawabku
"yaudah iya, yuk pulang" ajak Kenzo
"jemput Alvaro sekalian yaa (memelas)" ucapku
"huh, baiklah. Serahmu" ucap Kenzo
Kami bergegas menuju rumah om Ivory. Rumahnya tidak terlalu besar, hanya sederhana dengan beberapa taman yang penuh tumbuhan yang indah dan memberi kesan hangat. Kami masuk dan menuju taman belakang.
Kulihat Alvaro bermain bersama Lina.
*Lina adalah anak perempuan om Ivory nomor 2 yang kebetulan seumuran dengan Alvaro.
Aku melihat Alvaro yang bermain bersama Lina dengan asiknya. Kebetulan hari ini adalah ulang tahun Alvaro yang ke 7.
"asiknya yang mainan sampe lupa sama mami" panggilku
Mendengar suaraku Alvaro langsung menengok dan melihatku. Seketika Alvaro langsung berlari dan memelukku.
"mamiii...... " panggil Alvaro
Aku langsung memeluk balik Alvaro dan mengelus kepalanya.
"happy birthday sayang. Semoga tambah gede tambah ganteng, tambah baik, tambah pinter bisa banggain mami sama papi ya. Tambah yang baik-baik dan yang buruk-buruk ilang yaa.. " ucapku sambil memeluk Alvaro
"mami ingat? (mendongak)" tanya Alvaro
"iya dong, masa lupa. Tapi maaf, mami belum bawa hadiah" ucapku
"nggak papa. Mami sama papi pulang aja itu udah hadiab besar buat aku" jawab Alvaro polos
"ehem... papinya dilupain ni?" tanya Kenzo
"papi.... (memeluk Kenzo)" panggil Alvaro
"selamat ulang tahun superhero papi" ucap Kenzo
Seketika Kenzo langsung mengangkat Alvaro dan memutar-mutarkannya. Kenzo langsung menggendong dan memeluk Alvaro.
"hayo, lukanya belum sembuh ya. Jangan macem-macem" ucapku
"liat Varo yang ganteng ini aja udah sembuh lukaku" ucap Kenzo
"cih, lebay" ucapku
Tiba-tiba aku merasa mual dan langsung berlari kekamar mandi.
Huek..
Huek..
Huek...
Seketika Kenzo langsung menyusulku.
"kenapa sayang? Sakit ya?" tanya Kenzo
"kayaknya asam lambungku kunat deh, soalnya dari tadi pagi belum makan" ucapku
"kamu mah, sukanya telat makan terus. Yuk kedokter" ajak Kenzo
"nggak usah" jawabku
"ga bisa. Kita harus periksain kamu, ga boleh nolak" gertak Kenzo
"Iya-iya" kesalku
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTE YA 🙏