
Dengan sigap dan cepat Kenzo berlari dan memeluk tubuhku hingga aku terjatuh dengan posisi dia diatasku. Tuhan aku tak tau apakah ini menengangkan atau romantis. Kami saling memandangi satu sama lain dengan cukup lama.
"Angel.... " panggil Kenzo
Akupun tersadar.
"oh maafkan aku.. " aku langsung berdiri dan melihat ayahku, namun ayahku sudah tak ada disana.
"ugh.. Dia pergi" geramku
Kenzo bediri dan memelukku dengan sangat erat. Aku hanya bisa menangis dipelukannya.
"jangan lakukan itu Angel.. " ucap Kenzo.
"maafkan aku Kenzo" ucapku sambil menangis
"jangan nodai hari indah ini dengan darah, kumohon padamu" mohon Kenzo sambil berlutut didepanku
"huummm.. Maafkan aku Kenzo. Huuuu... Aku sangat jahat" ucapku sambil menangis
"sudahlah, mari kita kedalam, selelaikan urusanmu dengan ayahmu lain kali" ucap Kenzo
"baiklah" ucapku gugup
Kami pun masuk kedalam lagi dan disapa oleh beberapa tamu penting.
"Kenzo kau tunggu aku dulu ya, aku mau kekamar mandi dulu" ucapku
"baiklah, perbaiki penampilanmu jangan buat aku malu, dan jangan lama-lama" gurau Kenzo
"apaaaa.... Katanya kau mau menungguku sampai kapanpun" ucapku kesal
"ya ya sana pergi" ucap Kenzo
Lalu aku pergi kekamar mandi untuk memperbaiki make up ku dan pakaianku serta menyembunyikan kembali pistolku.
///***///
Disisi lain...
"hai Kenzo, selamat ya" sapa Lisa
"ya terima kasih" jawab Kenzo datar
"jadi nona Angel lah orang yang kau cintai selama ini, andai aku seberuntung dia. Dicintai olehmu" ucap lembut Lisa
"sudahlah jangan berkhayal, apa tujuanmu. To The Point, quickly" bentak Kenzo
"aku membawakan anggur ini untukmu, ini anggur kualitas bagus dengan alkohol rendah. Mari kita minum bersama, satu gelas saja" pinta Lisa
"kenapa aku harus menurutimu?" tanya Kenzo
"ayolah Kenzo, beberapa hari lagi aku akan pergi ke London untuk menempuh pendidikan lagi. Biarlah ini menjadi pertemuan kita yang terakhir, mungkin. Meski kau tidak mencintaiku, setidaknya kau mau menemaniku minum kan? Satu gelas saja" jelas Lisa
"baiklah, mari tapi jangan pernah berharap aku akan mencintaimu. Apapun yang terjadi, aku hanya akan mencintai Angel" jelas Kenzo
"baiklah. Cheers" ucap Lisa
"cheers" ucap Kenzo
Dalam hati Lisa
'terserah kau mau berkata apapun, tapi mulai malam ini kau milikku, dan hanya aku yang boleh memilikimu apalagi menyentuhmu'
Setelah meminum semuanya, Kenzo merasa aneh.
"ugh kenapa aku pusing ya" ucap Kenzo
"benarkah? Mari aku akan mengambilkanmu obat" ajak Lisa
"tidak aku menunggu Angel" jawab Kenzo sambil memegangi kepala
"sudahlah sini" seret Lisa
Disisi lain
"dimana ya Kenzo, apa dia tidak bisa diam sebentar. Baru kutinggal sebentar sudah hilang" ucapku penasaran
Aku menengok kekanan dan kekiri. Namun tetap tidak melihat Kenzo. Akhirnya aku bertanya pada pelayan yang lewat.
"permisi tuan, apa kau melihat Tuan Kenzo?" tanyaku
"baiklah terima kasih tuan, kau boleh pergi" ucapku
Didalam hatiku
'Lisa jadi kau ini putri tuan Theo, tak perduli sipa kau jika kau berani menyentuh apalagi melukai Kenzo, kita lihat, seberapa lama kau hidup'
Aku berlari keruang CCTV. Aku melihat Kenzo berjalan sempoyongan dibopong Lisa masuk kesebuah kamar VIP.
"kurang ajar beraninya kau bermain dengan pria milik Black Shadow. Kita lihat seberapa kuat kau melawanku, mana yang akan menang apakah dewi kematianmu ini atau keberuntunganmu malam ini" gertakku diruang CCTV
Aku langsung berlari menuju kamar tersebut. Namun sesampainya disana kamar itu terkunci.
Ceklek ceklek...
"b*ngs*t, terkunci. Jangan salahkan aku Lisa" geramku
Bruak....
Aku mendobrak pintu itu dengan keras dan langsung terbuka.
"Kenzo" teriakku
Aku melihat Kenzo sudah terbaring lemas dengan pakaian berantakan dan dengan wajah merah dan melihat Lisa sedang berusaha melepas pakaiannya.
"Lisa beraninya kau menyentuh priaku" gertakku
"Ang.. Angel... Ba bagaimana bisa kau" gugup Lisa
Aku berlari dan berhenti didepan Lisa.
"ugh... To to to lo ng a a aku" teriak Lisa
Aku mencekik leher Lisa dan mengangkatnya keatas.
"beraninya kau menyentuh priaku, apa kau tidak memikirkan bagaimana konsekuensinya jika berurusan denganku. Nyawamu tidak berharga bagiku" gertakku
"to to lo ng ak ku" gelagap Lisa
Bruakk...
Aku melempar tubuh Lisa hingga menghantam sebuah meja.
"arrgghhh... Uhuk uhuk" teriak Lisa
Aku langsung mendatanginya dan menginjak kepalanya.
"jangan salahkan aku malam ini Lisa, namun aku tak ingin menodai malam ini dengan darahmu karena aku sudah berjanji pada Kenzo. Kau bisa berterima kasih pada keberuntunganmu. Pergilah, dan jangan pernah mendekati Kenzo atau kau tak tau apa akibatnya" gertakku sambil menendang tubuh lemahnya
"lihat saja, akan kubalas kau" ucap Lisa sambil berlari
"baik, akan kutunggu pembalasamu" jawabku enteng
Aku langsung berlari menuju Kenzo.
"dasar Lisa, anak atau ayah tiada bedanya. Sama-sama ceroboh. Mereka bukan tandinganku. Dan kau Kenzo kenapa ada sih pria seganas kau tapi begitu ceroboh. Huh" ucapku sambil memegangi keningku
"Angel tolong aku, aku merasa tidak enak. Kenapa sangat panas disini" ucap Kenzo kepanasan
"tunggu apa?" ucapku kaget
Aku mendekat dan memeriksa tubuh Kenzo.
"b*ngs*t, aku melepaskanmu terlalu mudah Lisa. Lihat saja nanti. Kenzo bersabarlah, entah apa yang kau minum atau makan tapi Lisa memasukkan obat perangsang didalamnya. Dasar pria bodoh" ucapku sambil memegangi keningku
Aku menelfon sekretarisku.
'Halo, persiapkan sebuah bak mandi dengan air dingin dan es di apartemenku. Lakukan dengan cepat, kau tau kan alamatnya'
'baik bu'
Aku hanya bingung mencari pakaian Kenzo dan memakaikannya.
"maafkan aku Angel" ucap Kenzo
Kenzo langsung menarikku. Aku jatuh dalam pelukannya dan tiba-tiba dia menciumku dengan paksa namun sangat lembut. Seolah aku tak bisa menolak hal itu. Akupun juga menikmati ciuman itu.
Tuhan apa yang akan terjadi malam ini....