My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Bekerja



Aku cukup menikmati kesengsaraan mereka. Itu memberikanku sedikit rasa kepuasan tersendiri. Namun aku juga segera kembali ke perusahaanku untuk mengatur persiapan peluncuran produk baruku.


///***///


Besoknya


Di Kantor The Dimont


Aku segera berangkat agak pagi karena ada pertemuan mendadak antara aku dan divisi pakaian untuk membahas pakaian yang akan diluncurkan. Aku bangun terlalu siang hingga tak sempat sarapan.


08.00 AM


Kruyukk......


Huh perutku sangat sakit karena belum sarapan. Aku ingin makan tapi malas keluar. Akhirnya aku meminta bu Adele untuk membawakanku makanan. Tak lama bu Adele datang kedalam ruanganku.


"ini bu.... (menyerahkan makananya)" ucap bu Adele


"terima kasih bu Adele" ucapku


"hari ini sekretaris baru kita akan datang" ucap bu Adele


"baiklah, suruh saja dia langsung masuk keruanganku. Kau bisa keluar sekarang, aku mau makan" ucapku


"baik, saya undur diri" ucap bu Adele


Huh akhirnya makan, perutku cukup sakit karena tidak sarapan. Bukannya aku tidak tahan lapar, hanya saja aku punya penyakit maag. Jadi bisa berbahaya kalau aku telat makan. Aku hanya makan dengan tenang di ruanganku.


Tokk... Tok... Tokk....


Ada yang mengetuk pintuku dari luar.


"hum, mungkin dia sekretaris baruku(lirih). Masuk" ucapku


"selamat pagi boss" sapa Kenzo


"Kenzo, kau ada apa kesini? Mau makan?" tanyaku dengan mulut penuh


"hahahaha, maaf. Saya kesini untuk kerja" ucap Kenzo


"kerjaa.... Apaa......" ucapku kaget


Uhuk... Uhuk...


Aku langsung batuk karena tersedak kaget. Lalu aku kebingungan mengambil minum. Aku minum segelas air dan merasa agak lega.


"ah... Akhirnya. Tunggu apa kau sekretaris baruku?" tanyaku bingung


"benar boss, saya sekretaris baru anda" ucap Kenzo tenang


Didalan hatiku....


'Ya Tuhan, apa ini karma. Kenapa kau tak bisa biarkan aku hidup tenang'


"eh, ah baiklah. Kau dipecat" ucapku


"tidak bisa boss" ucap Kenzo


"aku ini boss, beraninya kamu melawan" gertakku


"saya dan anda telah menanda tangani kontrak. Jika saya keluar dari jabatan ini sebelum selesai tugas maka saya akan menyerahkan lagi 25% saham perusahaan saya. Tapi kalau boss memecat saya sebelum 1 bulan, boss harus mengembalikan 53% saham dari perusahaan saya" ucap Kenzo


"apaa.... Kapan aku menanda tanganinya" ucapku kaget


*mengingat kembali....... *


"Ya Tuhan, saat itu aku menanda tangani banya dokumen tanpa kubaca dulu. Apa salah satunya kontrak ini" ucapku


"bagaimana?" tanya Kenzo


"baiklah kau tetap bekerja, sekarang bawakan aku dokumen yang sudah diperiksa dan yang harus kutanda tangani dalam 4 menit. Jika terlambat kau harus memberikan 5% saham perusahaanmu untuk setiap menitnya" ucapku


"apaa.... " kaget Kenzo


"hei, aku ini boss. Jaga sikapmu" ucapku


"baiklah, saya undur diri" ucapku


Didalam hatiku....


'huaaaaa..... Tuhan kau menyiksakuuu(ingin menangis)'


"eh, kalau aku tidak bisa memecatnya dia harus kubuat agar berhenti. Jadi saham perusahaannya akan diberikan padaku lagi. Wahhh, ak benar-benar pintar(otak iblis keluar)" ucapku


Tak lama dalam 2 menit Kenzo sudah kembali.


"ini boss, ini dokumen tentang peluncuran produk baru, ini dokumen kontrak kerja sama, ini dokumen distribusi, ini bahan presentasi besok dan ini dokumen yang harus ditanda tangani" ucap Kenzo


"a a apa, ba bagaimana.. Ehemm... Baiklah kau bisa keluar" ucapku


Dalam hati Kenzo


'kau terlalu meremehkanku, kan sudah kubilang aku mau berjuang lagi'


Setelah Kenzo keluar aku hanya terdiam menyangga kepala sambil makan pelan-pelan dan mengambil makanku tiap sendok sambil melamun, membayangkan apa yang akan terjadi selama 1 bulan kedepan. Sedangkan mulai besok bu Adele sudah mulai tidak masuk kerja. Arrgghhhh..... Hal ini membuatku pusing.


///***///


Hari kerja ke 2


"bu ini dokumennya..... " ucap Kenzo


"yaa taruh situ" ucapku


///***///


Hari kerja ke 3


"bu saya perlu tanda tangan anda" ucap Kenzo


"iyaaa" ucapku


///***///


Hari Kerja ke 4


"bu saya perlu pendapat anda" panggil Kenzo


"iyaaa" ucapku


///***///


Hari Kerja ke 5


"bu ini jadwal anda...." ucap Kenzo


"iyaaa.... " ucapku


///***///


Hari Kerja ke 6


"bu ini....... " panggil Kenzo


"apa lagiii...... " teriakku


Kenzo terdiam kaget dan berusaha menahan tawa.


"kenapa? Gak lucu. Tidak bisakah kau biarkan aku bekerja dengan tenang. Huuuuuummmm, (berlagak menangis)" ucapku


"anda kenapa bu" tanya Kenzo dengan muka tak bersalah


"huaaaaa... Biarkan aku bekerja dengan baik. Aku bisa mati kelelahan, aku masih belum menguasai perdagangan negara ini huaaaaaaa" rengekku


"baiklah, saya keluar" ucap Kenzo


"mulai besok kau libur ya 1 minggu" ucapku


"tidak bisa bu, itu menyalahi aturan tata tertib karyawan perusahaan. Itu berarti saya melanggar peraturan tentang pegawai perusahaan ini nomor....... "jelas Kenzo


"huaaa kumohon keluarlah" tangisku


"baiklah saya keluar" ucap Kenzo


Tak lama Kenzo pun keluar. Akhirnya aku bisa duduk dengan tenang.


Ceklek....


Pintu terbuka kembali.


"bu tapi bagaimana kalau....... " sela Kenzo


"kumohon biarkan aku berfikir jernih yaaa" pintaku


"oh, baiklah" ucap Kenzo


Kenzo kembali pergi. Aku akhirnya merasa damai.


Didalam hati


'ya Tuhan, kenapa bisa ada makhluk kayak dia. Baru seminggu kerja rasanya udah 1 tahun. Ambil aja Tuhan ambill. Biarkan hambamu ini damai sebentar'


Tak lama aku membuka hp lalu melihat kalender. Setelah itu aku melompat-lompat seperti anak kecil yang kegirangan.


"akhirnya besok minggu, libur kerja gue. Akhirnya ada hari damai ya Tuhan" ucapku