My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Kebenaran



Saat itu aku teringat saat itu.


"lalu apa yang terjadi?" tanyaku


"aku langsung pergi tanpa bertanya" ucapnya


"apa kau tidak mencari tau tentang itu semua, bagaimana perasaanya? Dan apa aku mengenal siapa pria itu" tanyaku


"aku tidak tau, aku hanya melihat punggungnya tidak melihat wajahnya. huh, aku tak peduli. Sekarang bagiku uang adalah segalanya, setelah itu aku memacari bunga sekolah, mencuri sahamnya dan memutuskannya setelah dia bangkrut. Bagiku uang, harta, tahta itu segalanya. Aku tak peduli lagi tentang cinta" jawab Chriss puas


Setelah mendengar semua jawaban dari Chriss entah mengapa aku tak bisa lagi menahan air mataku. Aku menangis terisak didepan mereka berdua. Mereka hanya melongo melihatku menangis. Menurut mereka aku terlalu kuat untuk menangis.


"apakah kau masih ada perasaan terhadapnya kak. Jawab jujur" tegasku


"entahlah, aku sudah tak peduli lagi tentangnya" jawab Chriss


"bahkan jika dia tetap mencintaimu" tanyaku


"enta... " Chriss lalu terdiam


"apa kau tau bagaimana perasaanya, hatinya, sakitnya. Betapa menderitanya dia? Bagaimana usahanya menemukanmu setelah kau lulus kuliah" tanyaku


"kenapa aku merasa sepertinya kau tau banyak tentangnya. Oh iya dia kan targetmu" ucap Chriss


"bagaimana andai ia berada disini sekarang dan berbicara dengamu" tanyaku


"entahlah" ucap Chriss lemas


"jawab aku Chriss, jawab" bentakku


"aku tidak tau. Aku tak peduli lagi dengan semua hal yang berkaitan tentang nya. Aku tak percaya lagi pada cinta" jawab Chriss


"oh. Begitukah" jawabku muram dan menunduk


Aku kesal, marah, kecewa dan sakit hati. Semua itu menjadi sati. Dibanding luka tembakku rasa sakit ini lebih sakit dari semua rasa sakit yang pernah kurasa. 3 tahun aku memendam rasa suka ini. Aku mencintainya diam-diam, memperhatikannya, memberinya cinta dan kasih sayang, memperlakukannya dengan baik namun semua tak berguna dan malah dibalas dengan sakit ini.


"CUKUP CHRISS!!! aku tak sanggup lagi menahan ini semua, kau b*j*ng*n" teriakku


"Angel, apa yang kau katakan. Apa maksudnya" tanya Chriss


Aku perlahan membuka topengku, wajahku yang menunduk dan ditutupi rambut panjangku terbuka. Perlahan aku melihat kedepan, menatap wajah Chriss dan membuka rambutku. Kutunjukan siapa aku sebenarnya.


"ANGELL" teriak Chriss dan Kenzo bersamaan


"hemph... Kenapa Chriss apa kau tak menduganya. Akulah yang selama ini ada disampingmu, yang kau lupakan dan kau tinggalkan tanpa rasa kasihan" ucapku tegas


"Angel, maafkan aku kumohon" pinta Chriss


"maaf? Heh. Apa kau tau bagaimana menderitanya aku selama ini? Tunggu aku akan menceritakan semuanya saat itu" sombongku


///***///


Di Taman Bermain di Swiss


"Angel disini" teriak Leo sambil melambai-lambai


"oh hai Leo, terima kasih telah mengajakku keluar" ucapku


"sama-sama. Ini hanya hiburan saja" Ucap Leo


"kita coba naik Roller Coaster" jawab Leo


"baiklah" jawabku


Seharian kami bermain disana mulai dari pagi hingga sore. Saat sore hari dimembawaku ke tepi pantai di taman bermain itu, dia membawaku melihat Sunset. Disaat itu dia melamarku.


"(menunduk dan membuka sebuah kotak) Angel selama ini aku menyukaimu. Maaf aku baru bisa mengatakannya. Aku selalu ingin mentakaan ini namun timing selalu tidak tepat. Maukah kau menjadi Istriku dimasa depan?" ucap Leo


Aku cukup terkejut karena tiba-tiba dia melamarku.


"Leo maafkan aku, bukannya aku membencimu. Namun aku sudah mempunyai orang yang kusukai maafkan aku sekali lagi" tolakku sambil menunduk


"huh. Benarkah apakah tidak ada lagi kesempatan untukku?" tanya Leo


"maafkan aku Leo" ucapku terpaksa


"hehe, tidak papa. Aku terlalu bodoh. Kau itu sangat sempurna untuk seorang wanita namun aku hanya pria bodoh tak mungkin bersanding denganmu. Aku yakin pria yang kau sukai itu pasti pria paling sempurna didunia ini, karena dia dapat memenangkan hati gadis sempurna ini." ucap Leo kecewa


"Leo bukannya begitu" ucapku


"tak apa, tapi masih bisakah kita berteman?" sahut Leo


"tentu saja" ucapku senang


Seketika dia langsung lari dan memelukku dengan sangat erat.


"Leo apa yang kau lakukan" tanyaku


"maafkan aku Angel, tapi kumohon biarkan aku memelukkmu. Mungkin ini yang terakhir kalinya aku memelukmu" ucap Leo


"tunggu apa maksudmu?" tanyaku


"setelah lulus aku akan mengikuti bisnis ayahku, aku tidak bisa menetap disatu negara. Awalnya aku ingin melamarmu sebelum kepergianku namun ternyata begini jadinya" jawab Leo


"yah, benarkan. Maafkan aku Leo. Hemm. Aku akan sangat merindukanmu" ucapku


Kami menikmati indahnya Sunset dihari itu. Setelah malam dia mengantarku pulang dan berterima kasih atas semua yang kulakukan untuknya selama ini.


///***///


Dirumah sakit


"jadi....." ucap Chriss


"ya Leo lah yang melamarku dia sepupumu. Namun aku menolaknya demi kamu, namun apa balasannya. Setelah hari itu kau malah menghindariku" ucapku sambil menangis


"ma.... Maafkan aku Angel. Aku salah paham padamu" ucap Chriss


"pergi sekarang" bentakku


"apa" tanya Chriss


"KELUAR" bentakku


Kenzo mengantarnya keluar, dia keluar dengan sangat terpaksa dan peegi sambil melihatku. Namun untuk saat ini aku ingin sendiri. Maafkan aku Chriss.