My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Hackers



"bagaimana kalau aku bilang, aku yang melakukannya" tanya Kenzo


"astaga, bikin kaget saja. Tapi bagaimana bisa?" tanyaku


"aku ini bukan orang bodoh, ketika kamu pergi aku mencari semua informasi yang ada dan aku mengetahui kalau kamu belum mengurus masalah CCTV itu. Lalu aku melacak, meretas dan mengedit video itu. Kamu ini sungguh ceroboh sayang, andaikan kalau aku tidak tepat waktu mungkin kamu yang sekarang dibalik jeruji besi itu" ucap Kenzo


"benarkah?" tanyaku senang


"tentu saja, siapa lagi yang mampu melakukannya dalam waktu singkat?" ucap Kenzo


"kau memang yang terbaik" ucapku sambil memeluk Kenzo


"tapi, bagaimana caramu memalsukan data tes sidik jari itu? Aku masih bingung, tak mungkin kau akan meretas akun tim forensik itu sangat beresiko, juga tak mungkin jika kau menukar hasilnya. Apa yang kau lakukan?" tanya Kenzo


"sebelun masuk pesta malam itu, semua orang akan dipindai 5 jarinya untuk diambil sidik jarinya. Saat aku mengetahui bahwa tuan Theo berusaha mencuri desainku dan juga Lisa berusaha menjebakmu. Secepatnya aku membuat sebuah silikon tangan palsu dengan sidik jari tuan Theo, jadi aku bisa memenjarakan mereka berdua tanpa harus mengotori tanganku sendiri" jelasku


"wah kau sangat sigap, kau memang istri idaman" ucap Kenzo


"loh, kau baru menyadarinya ya?" gurauku


"ya ya ke-PD an lagi" ucap Kenzo


"kenapa? Ga suka?" tanyaku


"ga ga ko sayang, jangan ngambek doong. Ya ya jangan ngambek dong, nanti aku beliin es krim. Hahahahahaha" gurau Kenzo


"kau pikir aku ini anak-anak? Tapi tak apa. Aku ingin Es Krim, ayo beli" ajakku


"ya ya, terserah kamu" ucap Kenzo


Cukup lelah hari itu, kami pergi ke taman hiburan untuk melepaskan beban kami hari itu.


"taman hiburan?" tanya Kenzo


"kenapa salah?" tanyaku


"kau bilang kita mau beli es krim?" tanya Kenzo


"ya kita beli es krim, tapi ditaman hiburan" ucapku senang


"apa?" kaget Kenzo


"kenapa tidak senang?" tanyaku muram


"ti ti tidak, aku senang kok" ucap Kenzo


Dalam hati Kenzo


'dibalik sifatmu yang kejam, sadis dan misterius kau memiliki sifat kanak-kanak ini. Hal inilah yang membuatku menjadi semakin mencintaimu Angel'


"ayo naik roller coaster" ucapku sambil menarik tangan Kenzo


"tu tu tunggu duluuu" ucap Kenzo


Kami mengabiskan banyak waktu di taman hiburan itu. Saat sore hari..


"ayo naik komedi putar" pintaku


"tidak" jawab Kenzo


"ayolaahhhh" pintaku dengan wajah imut


"hah, astaga. Kenapa kau bisa seimut ini" ucap Kenzo


"kenapa kamu salah tingkah, wajahmu juga memerah" tanyaku


"ti ti tidak" ucap Kenzo gugup


"ya ya, terserahmu" ucap Kenzo


"yeeeeyyy" teriakku kegirangan.


Semenjak aku dewasa aku hampir lupa bagaimana caranya menjadi santai. Otakku terlalu fokus pada permasalahan orang dewasa hingga lupa bagaimana caranya bahagia. Namun semenjak mengenal Kenzo, aku menjadi sedikit paham pentingnya bahagia untuk kehidupanku. Terima kasih Kenzo.


Setelah naik komedi putar....


Didekat kamar mandi


"Kenzo?" tanyaku


"tak apa... Hoekk.. Aku tidak papa.... Hoekkk" ucap Kenzo yang mabuk komedi putar


"astaga, bagaimana pria sepertimu ini bisa mabuk hanya karena naik komedi putar?" ucapku sambil memegangi keningku


Aku hanya duduk terdiam bosan menunggu Kenzo yang mabuk karena naik komedi putar.


"sudah selesai?" tanyaku datar


"ya" jawab singkat Kenzo


"kenapa kau tidak bilang dari awal kalau kalau kau ini gampang mabuk -_-" ucapku kesal


"kau ini memaksaku naik, dan juga wajahmu sangat imut mengajakku, bagaimana aku bisa menolaknya?" tanya Kenzo


"huh, kau menyebalkan" ucapku kesal


"baiklah, sekarang giliranku untuk mengajakmu, sini ikut aku" ucap Kenzo sambil menarik tanganku


"kemana?" tanyaku


"sudah ikut saja" ucap Kenzo


Kenzo menyuruhku menunggu di bawah kincir ria.


"ini untukmu, es krim coklat. Kesukaanmu kan?" ucap Kenzo


"kok kamu tau?" tanyaku


"sudahlan, mari naik kincir ria. Kita nikmati sunset hari ini di kincir ria" ucap Kenzo


Kenzo mengajakku naik kincir ria sambil menikmati es krim dan melihat sunset.


Dipuncak Kincir Ria


"Angel mari berjanji" pinta Kenzo


"janji apa?" tanyaku


"mari kita berjanji untuk saling menjaga, apapun yang terjadi" ucap Kenzo


"baiklah" ucapku


Kamu saling memegang tangan dan menghadap kearah matahari dan memejamkan mata. Menikmati sunset diatas kincir ria.


"aku Kenzo... "


"aku Angel... "


"kami akan saling berjanji untuk saling melindungi satu sama lain apapun yang terjadi" ucap kami bersamaan


Kami saling berjanji satu sama lain. Semoga janji ini akan tetap terjaga sampai kapanpun.