My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Perang



Akhirnya kami sampai, entah mengapa merasa sedikit aneh, seperti ada yang mengamati, namun semua kuabaikan.


"semua cepat bersiap, pergi ke formasi masing-masing, ingat! Tetap tenang apapun yang terjadi dalam perang nanti. Jangan pernah panik karena aku selalu memantau dan memberi panduan pada kalian" perintahku pada seluruh anggota


"baik boss" jawab serempak.


"sekarang pergi ke formasi masing-masing" perintahku.


Semua pergi menyebar ke formasi masing-masing, aku segera pergi keatas dan mempersiapkan semuanya.


"Kenzo, cepat kemari" perintahku


"ada apa?" tanya Kenzo


"cepat bawa tas ini keatas bersamaku" perintahku sambil melemparkan tas hitam berisi peralatanku


"hei, siapa kau memerintahku" jawab Kenzo kesal


"sudahlah aku tak mau berdebat denganmu" ucapku pergi


Setelah itu aku pergi keatas bersama kenzo. Setelah sampai diatas aku menelfon Chriss.


"halo kak, aku sedikit merubah formasi namun itu tak akan mempengaruhi semuanya, tolong kau pergi ke lokasi dimana jalan yang satunya, jalan yang hanya kita yang tau" ucapku


"kenapa memangnya ada apa?" tanya Chriss


"sudahlah nanti kujelaskan, cepat pergi sekarang" perintahku


"baiklah" jawab Chriss


Aku menata semuanya serapi mungkin agar aku tak kesusahan, selagi aku menata semuanya Kenzo menatapku dengan sedikit tersenyum.


"hei, kenapa memandangiku, cepat bersiap" bentakku


Setelah semua siap, kami menunggu. Seperti yang kuperkirakan mereka datang.


"astaga mengapa mereka datang dari berbagai penjuru malah mereka yang menyerang kita" ucapku terkejut.


"bagaimana ini bisa terjadi" ucap Kenzo


"tenanglah jangan panik, (clik) semua pasukan B keluar sekarang! Lakukan seperti formasi yang kuberi tau, kak Chriss kau pergi ke sisi Utara, kejar pemimpinnya. Semua serang sekarang." perintahku tegas


Kenzo hanya melongo saja melihatku.


"woi kenapa kau bengong, cepat lihat pasukan dan arahkan mereka" bentakku


"baru kali ini ada seseorang yang memberi perintah pemimpin untuk mempertaruhkan nyawanya untuk ikut berperang" ucap Kenzo


"Hei kalau pemimpin tidak ikut berperang apa gunanya kemampuannya, melihat pasukannya terbunuh satu-satu? Tunggu kenapa pria jendral itu pergi ke arah musuh" ucapku


Aku mengarahkan drone untuk mengikuti pria itu.


"dasar b*j*ngan, sudah kukir ada yang tak beres dengannya" ucapku kesal


"kenapa ada apa?" tanya Kenzo


Tiit... Tiiit..


"(clik) Valerie disini, kak Chriss berhati-hatilah, jendral kita berkhianat." peringatku


"Angel, aku gagal mengejar pemimpinnya, dia dan jedral kita kabur menggunakan helikopter" jawab Chriss


"apa, kak berhenti sekarang. Aku akan mengirimkan semua statistik data pasukan padamu, tolong control dan pandu mereka" sahutku


"baiklah" ucap Chriss


"Kenzo cepat kemari, selalu didekatku" tegasku


"kenapa ada apa?" tanya Kenzo


"pasukan mereka kabur menggunakan helikopter, ada kemungkinan mereka mengejar salah satu dari kita, karena kelemahan sebuah peperangan adalah pembuat strategi. Jika mereka berhasil mengganggu si pembuat strategi semua akan kacau. Ada kemungkinan kalau mereka akan kemari" ucapku


Braak


Pemimpin musuh dan pria jendral itu sudah datang ke atas seperti perkiraanku, kami bertarung. Kenzo melawan pemimpin dan aku melawan pria jendral itu. Kenzo dengan mudah melemahkan pemimpin itu dan aku dengan mudah melumpuhkan jendral itu.


"menyerahlah kalian. Pasukan pemanah naik sekarang" ucapku sambil pergi ke arah Kenzo


Dengan cepat pasukan yang berada dilantai bawahku naik


"Angel awaas" teriak Kenzo


Doorrr.... Doorrr...


Ternyata si pria jendral itu masih sanggup berdiri dan berniat menembakku namun Kenzo dengan cepat melesat ke arahku untuk melindungiku.


"tidaaaak. Kenzo. Dasar b*j*ng*n kau" ucapku marah.


Doorr.... Doorr... Doorr.... Doorr... Doorr...


Aku menembaknya sebanyak 5 kali dibagian kaki kanan, lutut kiri, perut, tangan kanan dan bahu kiri. Aku berlari dan mengarahkan pistolku kekepalanya.


"bersyukurlah kau tidak kubunuh hari ini karena aku ingin membuatmu lebih menderita" ucapku


Bruukkk..


Aku menendang tubuh pria yang sudah lemah itu. Lalu aku berlari ke Kenzo dan membopong tubuh Kenzo turun ke mobil. Saat pembuatan rencana aku menyiapkan mobil dari markas, kusembunyikan di sebelah rumah itu.


"kalian semua, bawa pemimpin geng itu dan mantan jendral kita ke markas. Kurung mereka di penjara terbawah terdalam. Selalu awasi 24 jam. Untuk yang tertembak tak perlu di obati, cukup keluarkan pelurunya dan perban saja. Jika boss besar mencariku katakan aku dirumah sakit untuk mengurus Kenzo" perintahku tegas


"baik boss" ucap seluruh pasukan


Aku mengendarai mobil BMW seri terbaru berwarna merah itu secepat mungkin bahkan aku menerobos setiap lampu merah yang ada.


Entah mengapa perut kananku terasa sangat sakit dan nyeri. Aku menahan semua rasa sakit itu dan pergi membawa Kenzo kerumah sakit


"Kenzo bertahanlah kumohon. Aku mohon bertahanlah untukku" pintaku