
Aku bergegas pulang setelah pertemuan itu.
Aku langsung tertidur lelap tanpa mengganti pakaianku dulu sebelum tidur.
***///***
06.30
Drrrrtttt.... Drrrttt....
Astaga siapa pagi-pagi telfon, menganggu tidurku saja.
"halo"
"halo Angel, aku menunggumu 1 jam lagi, ada masalah besar dimarkas. Bersiaplah"
"ya baiklah" jawabku tak semangat
"hei, apa kau baru bangun tidur, ayolah kau itu perempuan. Cepat bangun. Lebih cepat lebih baik." ucap Chriss
"ya iya" jawabku
Clik... Aku mematikan telfonnya.
Memangnya ini jam berapa.
(Aku melihat jam) astaga ini sudah siang, ya ampun, bagaimana aku bisa tidur setenang ini.
Aku langsung bergegas mandi lalu ganti baju. Aku pergi kedapur sebentar untuk memasak dan sarapan.
Setelah selesai aku bergegas pergi ke markas.
***///***
Sesampainya di markas aku langsung menuju ruang kak Chriss.
"bagaimana kak, ada apa? Apa yang terjadi" tanyaku
Tak lama kemudian Kenzo masuk
"ya ada apa" ucap Kenzo dingin
"kalian berdua ini, kompak sekali. Kalian duduklah dulu akan kujelaskan" sahut Chriss
"idih aku, kompak sama dia? Ieww" ucapku
Kenzo melirikku tapi aku tak peduli.
"jadi begini, dulu geng ini pernah dibayar untuk menyerang seseorang hingga seseorang itu bangkrut, menjadi pengemis dan kehilangan keluarga dan segalanya. Sekarang dia sudah bangkit dan juga mendirikan sebuah geng mafia yang cukup besar, kemarin malam dia mengirim sebuah pesan untuk menyatakan perang. Ia menantang kita, jika kita tidak datang lebih dulu dalam 24 jam maka mereka akan datang kepada kita. Angel bagaimana menurutmu" jelas Chriss
"jika kita menyerang lebih dulu di markasnya kemungkinan resiko kalah cukup besar karena itu daerahnya, kita tidak akan tau apa rencana dan jebakannya dan jika kita membiarkan mereka menyerang kita itu juga cukup berbahaya, sekali kita lengah dan mereka menyerang bos besar maka kita kalah telak" jawabku
"apa maksudmu aku tak mengerti, lalu kita harus bagaimana?" tanya Kenzo
"ada berapa jalur yang akan dilalui jika kita ingin ke markas mereka atau mereka ke markas kita" tanyaku
"sebenarnya ada 2 jalur, namun salah satu jalur itu hanya geng kita yang tau" jawab Kenzo
"baiklah itu mempermudah gerak kita, tolong buatkan aku peta besar tentang jalur itu secepatnya" ucapku
Lalu Chriss menelfon seseorang, 4 menit kemudian seseorang masuk ke ruangan dan membawa peta itu.
"baiklah aku suka disini kerjanya cepat. Ada berapa pasukan perang di geng kita" tanyaku
"Ada kelompok membawa pedang, ada kelompok membawa senapan, kelompok penembak jitu, kelompok pemanah, kelompok penjebak" jawab Kenzo
"oh, ini akan mempermudah langkah kita" ucapku saat melihat peta
"memangnya kenapa" tanya Kenzo
"lihat ini, terdapat rumah kosong yang cukup besar. Terdapat danau dan banyak semak-semak. Kita memilih tempat ini sebagai tempat penyerangan" ucapku
"baiklah" ucap Chriss
"kita akan menaruh 1 kelompok penembak jitu di lantai 3, 1 kelompok penembak jitu di bibir danau, dan sisanya melindungi pemimpin. Kita menaruh para pemanah di lantai paling atas. Biarkan para pemegang pedang membentuk formasi V disini namun usahakan tetap bersembunyi. Pembawa senapan akan berjaga di paling belakang" ucapku
"sungguh formasi yang bagus Angel" ucap Chriss
"lalu bagaimana menyerangnya" tanya Kenzo
"pertama kita memasang jebakan diseluruh area ini, lalu biarkan mereka memasuki daerah ini, setelah mereka terpancing biarkan para pemanah beraksi, setelah itu para pemegang pedang akan maju untuk berperang, saat itu juga para penembak jitu sudah mulai fokus, mereka akan mencari dimana pemimpinnya. Penembak jitu yang berada dirumah kosong itu akan menembak pemimpin, sedangakan yang berada di bibir danau akan membidik beberapa anggota yang merepotkan. Jika mereka ada yang lari para penjebak akan menarik jebakannya sehingga mereka yang kabur akan terperangkap. Kelompok senapan tetap bersiaga, berjaga-jaga. Sekiranya jumlah mereka lebih banyak Kelompok senapan akan maju membentuk formasi V dari belakang." jelasku
"tapi dimana letak pemimpinnya" tanya Chriss.
"huh.. Baiklah dengan berat hati aku mengatakan ini, kak Chriss kau akan berjaga di belakang Kelompok senapan, aku dan Kenzo akan berada di lantai paling atas bersama para pemanah, aku akan mengawasi dengan drone dan monitor dari atas, dan Kenzo akan menerima perintahku, dia akan menyampaikan perintahku pada pemimpin Tiap kelompok. Tiap pemimpin kelompok harus memakai microphone karena aku dan Kenzo akan memandunya lewat itu. Aku menjaga monitor, selama itu Kenzo juga akan tetap membantuku mengawasi Udara, agar kuta dapat memastikan tidak ada serangan udara" ucapku
"baiklah rencanamu sangat sempurna" Ucap Kenzo
"namun kapan kita akan bersiap-siap" tanya Chriss
"kapan pesan itu dikirimkan apakah ada catatan waktunya, jelaskan padaku sedetail-detailnya" jelasku
"pesan itu dikirim melalui email, pesan itu sebuah video. Dikirim pukul 23.17 dan durasinya 1 menit, kita diberi jangka waktu 24 jam, terhitung sejak dikirimnya video itu." ucap Chriss
"jika durasinya 1 menit kira-kira berukuran 18-25 MB dan kecepatan internet saat itu aku ingat betul saat semalam melihat ponsel, sekitar 83,5 kb/s berarti membutuhkan waktu pengiriman sekitar 30 detik. Waktu kita berarti 23 jam 59 menit 30 detik. Sekarang pukul 08.00 pagi berarti perkiraan mereka mulai bergerak pukul 23.16 malam lebih 30 detik. Aku akan memberi waktu 1 jam untuk persiapan disana dan 30 menit untuk perjalanan jadi kita mulai berangkat pukul 21.36. Apakah waktu yang kuberikan cukup" tanyaku
"wah kau sungguh menakjubkan Angel, tentu saja itu cukup untuk kami" ucap Chriss
"baiklah, tugasku disini sudah selesai. Nanti malam aku akan kembali. Jangan lupakan drone, michropone, laptop, monitor dan radar untukku. Aku tak mau ada kesalahan atau berantakan walau aku tau resiko kekalahan kali ini hampir tak ada, namun kecerobohan bisa menjadikan situasi terbalik" jelasku
"baiklah" ucap Chriss
"Kenzo, jangan lupa beritahukan strategi tadi pada tiap pemimpin kelompok, kau paham kan. Jika tidak, diruangan ini ada CCTV di sudut atas itu yang lampunya berkelip hijau, kau bisa melihat ulang penjelasanku tadi, lagipula terdapat sebuah microphone dibawah meja ini" ucapku sambil berdiri
"wah Angel, bagaimana kau menyadarinya. Hanya aku dan Kenzo yang tau tentang itu disini." ucap Chriss terkagum
"itu hanya mainan bagiku, dan lagi jangan coba tipu aku. Aku tak sepolos apa yang kalian lihat bye." ucapku lalu pergi
***///***
"wah sungguh wanita itu, membuatku ingin menikahinya" ucap Chriss
"hei jangan begitu, aku masih disini" ucap Kenzo
"kau kan ada Maureen itu" ucap Chriss meledek
"aku tak perduli siapa yang akan kunikahi dimasa depan, yang penting itu salah satu dari mereka" ucap Kenzo
"ya, namun sepertinya kau harus bekerja keras untuk menaklukkan harimau liar itu. Hahahaha" gurau Chriss
"jangan meremehkanku Chriss" gertak Kenzo