My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Wedding Day



15 Menit Sebelumnya


Disisi Lain


"oh astaga rasanya mau mati saja. Gugup setengah mati aku" ucap Kenzo


"bunuh orang aja santai, giliran mau nikah doang pucet setengah mati" gurau Chriss


"ye lu kan belum rasain, tapi beneran nih gue udah oke?" tanya Kenzo


"iye-iye. Hari ini lu yang paling ganteng" ucap Chriss



"sumpah, rasanya mending gue bunuh 10 orang aja sekarang" ucap Kenzo


"oke, gue batalin nikahannya. Ntar gue siapin orangnya" ucap Chriss


"gue kan bercanda, gitu amat" ucap Kenzo


"udah, sekarang sono nikah. Trus selesai. Lu yang nikah, gue yang repot" sinis Chriss


"lu kan best friend gue" senyum Kenzo


"halah, lu kan tinggal siap-siap, nikah, trus mesra-mesraan. La gue? 1 malam 2 hari kaga tidur, ninggalin pacar cuma buat nikahan elu" sinis Chriss


"iya iya maaf, ntar kalo lu yang nikah, gantian gue yang bantu oke" ucap Kenzo


"serah lu dah" ucap Chriss


///***///


Acara Pernikahan


Aku berjalan dengan perlahan dan memasuki gereja dengan air mata yang terus mengalir karena bahagia. Semua berjalan dengan lancar. Saat Kenzo dan aku saling memasangkan cincin semua bertepuk tangan. Tiba saatnya aku melemparkan buket bunga.


"sayang ayo ikutan" ajak Clarissa


"gak ah, males" jawab Chriss


"aaa ayooo. Katanya, orang yang dapet buket bunga pengantin itu bisa cepet nyusul loh" ucap Clarissa


"gak usah ditangkep, kasian orang lain. Besok lusa kita nikah" ucap Chriss


"ih kamu mah gak asik banget" rajuk Clarissa


"huh, oke-oke ayo" ucap Chriss


Semua menghitung bersama hingga buket bungaku kulempar bersama Kenzo.


Tiga....


Dua....


Satu....


Wushh....


Buket itu kami lempar, namun tak disangka ditangkap siapa.


"aw..." ucap Chriss


Chriss memegangi kepala.


"yey, aku dapet" teriak Clarissa


"ha?" kaget Chriss


Bunga itu kulempar dan mengenai kepala Chriss lalu jatuh ketangan Clarissa. Semua orang senang juga tertawa.


"awas kau Kenzo" ancam Chriss


Aku dan Kenzo hanya tertawa kecil. Kami berfoto bersama dan tertawa bersama keluarga. Semua orang mengucapkan selamat. Aku memeluk kakek dan nenek Kenzo yang juga datang.


"ah, cucu nenek sudah besar ya. Jaga Angel baik-baik. Angel juga sudah besar ya, sudah menikah dan punya suami. Kalau Kenzo nakal jewer saja tidak papa" ucap nenek


"ah nenek ini" ucap Kenzo


"hah, kaliam banyak basa-basi. Kenzo, kau sudah menikah. Istrimu juga cantik dan menakjubkan, jangan kau sakiti atau kakek akan membunuhmu" ancam kakek


"oke kek, siap" jawab Kenzo


"tidak perlu basa-basi. Kalian cepat bulan madu, kakek nenekmu ini sudah tua, ingin cepat gendong cicit" ucap kakek


Aku dan Kenzo hanya diam saling memandangi lalu tertawa bersama. Hari ini benar-benar hari terbaik dalam hidupku. Aku memiliki keluarga juga suami yang menakjubkan.


///***////


Setelah acara selesai semua orang keluar dan hanya tinggal beberapa, namun tiba-tiba aku memiliki firasat tak baik.


"Kenzo, entah mengapa perasaanku tidak enak" ucapku


"kenapa? Mungkin hanya kelelahan" ucap Kenzo


"mungkin saja. Semoga tak ada apa-apa" ucapku


Aku memeluk Kenzo sangat erat.


"terima kasih untuk hari ini dan segalanya" ucapku


"kau adalah anugrah Tuhan terindah dalam hidupku" ucap Kenzo


Aku hanya diam memeluk Kenzo. Namun lalu saat aku membuka mata aku melihat ada orang yang membidik Kenzo dengan pistol. Dengan sigap aku mendorong tubuh Kenzo.


Brukk.....


Dor....


Ceklek... Ceklek... Ceklek....


Seketika semua pasukan Kenzo dan pasukanku mengelilingi orang itu dengan pistol berisi peluru. Aku hanya terkejut, orang itu dilemahkan dan dihajar habis-habisan. Untung semua orang sudah keluar, hanya tinggal orang inti. Kenzo mendatanginya dengan marah dan terburu-buru. Seketika Kenzo mengarahkan sebuah pistol kekepala orang itu.


"beraninya kau menghancurkan hari pernikahanku. Apa kau bosan hidup?" ancam Kenzo


Aku langsung berlari dan memeluk tubuh Kenzo dari belakang.


"Kenzo jangan. Kumohon, jangan nodai hari ini dengan darah" pintaku


"huh, kau beruntung. Istriku memohon padaku, jika tidak aku akan membuatmu mengalami hal yang lebih menyakitkan daripada mati. Chriss tangani dia" ucap Kenzo


Kenzo memeluk erat diriku dan mengelus kepalaku.


"maafkan aku" ucap Kenzo


"hmmm.... " jawabku


Aku menikmati hari itu, lalu Kenzo menarikku keluar.


"hei, apa kau bahagia?" tanya Kenzo


"sangat.. " jawabku


"setelah ini kamu siap-siap ya, nanti sore aku jemput" ucap Kenzo


"mau kemana?" tanyaku


"ngerayain hari ini lah" ucap Kenzo


"kemana?" tanyaku


"rahasia lah" ucap Kenzo


"ah kamu mah" ucapku


"sekarang kan udah sah. Boleh dong cium dikit" goda Kenzo


"a a apaan sih" jawabku malu


"kan udah sah" goda Kenzo


Aku hanya diam, lalu wajah Kenzo mendekat. Tetapi....


Tak.....


Ceklek.....


"aww, sakit" ucap Kenzo


"Ke Kenzo... " panggilku


Kenzo kepalanya dipukul dengan tongkat sedangkan aku dibidik pistol dari belakang.


"siapa kamu... " gertak Kenzo


"dasar, sama mertua kayak gitu" ucap orang yang membidikku


"mer mertua?" tanya Kenzo


"mertua?" kagetku


Aku langsung berbalik. Lalu aku melihat...


"mama..... " panggilku


"mama?" tanya Kenzo


Aku langsung memeluk mamaku dengan erat.


"tunggu, apa yang pukul Kenzo itu... Kakek... Gak usah main-main cepetan keluar" ucapku


"hehe, ya ya ketauan lagi" ucap kakekku


"tunggu tunggu, mama? Kakek?" tanya Kenzo


"Kenzo perkenalkan ini mamaku, ini kakekku" ucapku


"dasar mau durhaka ya kamu sama mama. Nikah gak kabar-kabar" ucap mama sambil menjewerku


"a aduh mama sakit. Maaf maaf, aku juga nggak ngira kalo bakal nikah hari ini nikah. Tapi kok mama tau?" tanyaku


"Clarissa yanh kasih tau" ucap mama


"kok kenal?" tanyaku


"apa yang mama gak tau tentang kamu sih" ucap mama


"tunggu, bukannya Mama kamu udah... " ucap Kenzo


"nggak, waktu aku bilang gitu ke papa cuma buat kasih pelajaran. Mama aku juga gak gampang mati kali, ini kakekku. Aku cepet berkembang di dunia bisnis dan mafia juga karena bantuan mereka" jelasku


"jadi... " ucap Kenzo


"yah, selama di Amerika aku tinggal sama mereka. Gak usah tanya gimana ketemunya, kejadian itu sangat konyol" jelasku


"Elena, ayo pergi kayaknya kita ganggu pengantin baru" ajak Kakek


"yaudah ayo pa" jawab mama


"bentar, mama dari kapan ada disini?" tanyaku


"dasar anak ini, matamu itu buta ya. Kami dari awal ada didalam sana, duduk bersama yang lain masa kamu gak liat. Lagian masa kamu gak bingung kenapa bisa ada pasukan kita didalam padahal kamu gak merintah mereka. Dari masih aja sikap cerobohnya" jelas mama


"iya iya, maaf. Mama emang ter the best deh" ucapku


"ayo pa kita masuk" ajak mama


"mama tunggu didalam, nanti kita kenalin ke keluarga Kenzo" ucapku


"okey" jawab mama


Lalu mama dan kakek pergi masuk kedalam. Aku menghela nafas panjang bersama Kenzo kemudian tertawa bersama.


"gimana?" tanya Kenzo


"gimana apanya?" tanyaku


"mama sama kakek kamu udah pergi. Gimana kalo kita lanjutin yang tadi" goda Kenzo


"oh iya, bentar. Aku mau ngenalin Mama sama kakek. Dah.. " hindarku


Lalu aku masuk kedalam menemui mama dan kakekku kembali.


Disisi Lain....


"dasar cewek nakal... " ucap Kenzo