My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Playboy



Aku mengerjapkan mataku, kulihat ada bayangan Clarissa didepanku. Ternyata benar, dia adalah Clarissa. Kami berpelukan erat seolah tidak bertemu 5 tahun


"sayang, kok bisa gini. Kamu kurusan, ya ampun Angel kurusan tidaaaakkkk" bingung Clarissa


"kenapa semua orang menganggapku selalu kurusan" gumamku


"ya ampun, ceritakan semua yang terjadi. Selama aku di New York, kukira kau baik-baik saja. Ternyata tidak, ya ampun sahabatku" tangis Clarissa sambil memelukku


Kenzo dan Chriss hanya diam melongo melihatku seperti itu dengan Clarissa. Aku menceritakan semua pada Clarissa.


"ya ampun sayangku, kok bisa nasibmu kayak gitu. Ya Tuhan, kurang baik apa dirimu. Ya ampun, kamu jadi kurus, kering, penuh luka, memprihatinkan, meyedihkan, mengharukan, tidak tau arah, ya ampun sahabatku" tangis Clarissa


"kau ini menyemangati atau mengolok-olokku?" tanyaku


"lho, bukannya begitu. Ah sudahlah, males jelasin. Nih baby, congrats for your pregnant sayang" ucap Clarissa sambil menyodorkan hadiah padaku.


"apa ini?" tanyaku


"ya buka sendiri lah" ucap Clarissa


"ya ampun, magic sand? Astaga, aku sangat senang. Akhirnya ada mainan untuk mengusir bosanku" senangku


"ok. Kapan-kapan kita jalan bareng ya" ajak Clarissa


"ok deh" jawabku


"ehemm... " deheman Kenzo


"apa?" tanyaku datar


"nih mainannya" ucap Kenzo sambil memberikan plastik besar yang full mainan


"yakin segini banyak?" kagetku


"biar ga bosen" ucap Kenzo


"oh makasih" jawabku datar


"bhahahaha, masih dikacangin" ucap Chriss


"diem lu" kesal Kenzo


Hari-hari berlalu cepat. Aku yang kekantor Kenzo, Alvaro yang sekolah dan Catherine yang masih selalu menggoda Kenzo. Disuatu malam aku pergi ke club malam karena ada urusan tanpa sepengetahuan Kenzo.


///***///


Di Club...


"hai cantik, boleh gabung?" tanya seorang lelaki


"sini deh" ucapku


"cantik, sini minum bareng" ajak lelaki itu


"ok yuk, kamu ga ada temen ya. Aku ngerasa sepi nih" ucapku


"ok, aku panggil temen-temen ya" ucap lelaki itu


"ok kak" ucapku


"kok kak sih manggilnya" kesal lelaki itu


"trus gimana?" tanyaku


"panggilnya oppa ya" ucap lelaki itu


"ok oppa" jawabku


Aku duduk disebuah meja sendirian dengan rok span levis selutut, tanktop putih dengan jaket levis press body dan lengan ¾.


Aku minum bersama semua lelaki itu, digoda-goda diriku oleh mereka. Namun aku tak menghiraukannya.


Disisi Lain...


22.00 PM


"Angel kemana sih, udah jam segini kok belum balik. Dan gak ngomong kemana atau kasih kabar" kesal Kenzo


Kenzo langsung menelfon Chriss.


"woy.. "


"paan sih, ganggu orang tidur ae"


"lacak keberadaan Angel sekarang"


"kenapa sih, dia marah lagi? Lo ngapain lagi sampe dia marah?"


"udah ga usah banyak b*cot. Buruan share loc dia sekarang"


"oke-oke"


Di Club..


Aku minum-minum bersama para pria disampingku sampai mereka benar-benar mabuk.


"oppa, oppa masih kuat minum kan? Masa kalah sama aku sih?" tanyaku


"kuat... kok ok..." jawab pria itu


Tanpa aku sadari Kenzo mencari didalam dan melihat kearahku. Ia sangat marah dan hendak menghampiriku, namun tidak jadi lalu pergi.


"all clear. Lakukan rencana ke dua" ucapku


"baik boss" jawab asistenku


Setelah selesai, aku pergi kemarkas. Para anak buahku membawa para pria tadi kemarkasku.


///***///


Di Markas


"bagaimana bos dengan mereka?" tanya asisten


"biasa, masukan dalam penjara" ucapku


"tapi bagaimana bisa boss tidak mabuk walau sudah minum 2 botol alkohol?" tanya asisten


"hei, aku tak bodoh. Aku menyemprotkan beberapa alkohol kebajuku, jadi seolah aku habis minum padahal tidak. Sebenarnya aku hanya minum 1 gelas kecil untuk menipu mereka. Lagipula aku ini susah mabuk" jelasku


"tapi kan anda habis 2 botol" bingung asisten


"mereka hanya pria bodoh, jadi aku mudah mengelabui mereka. Botol bir itu hijau, alkoholnya sedikit bening. Jadi sebelum meminumnya, aku mengisinya dengan air biasa. Jadi, sebanyak apapun aku minum, aku tidak akan mabuk karena itu hanya air mineral biasa" jelasku


"wah, anda sangat pintar boss" puji asisten


"ya kalo ga pintar, aku sudah dibunuh disana" ucapku


"lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya asisten


"tunggu mereka sadar, setelah sadar interogasi mereka. Menurut mata-mata kita, dia adalah anak buah geng Macan Hitam" jelasku


"mengapa anda sangat mengincar mereka boss?" tanya asisten


"hmm.. Sumber daya yang mereka miliki cukup besar, dan juga banyak kasus penculikan, pembunuhan, pemerkosa*n yang mereka sebabkan. Mereka adalah boss terbesar pengedaran obat-obatan terlarang dan senjata ilegal di daerah Inggris" jelasku


"dari yang saya tau, dari dulu anda selalu menyasar organisasi hitam yang merugikan banyak orang. Mengapa?" tanya asisten


"aku hanya ingin, dunia ini menjadi lebih baik" jawabku


Asistenku hanya diam. Setelah itu aku pulang.


///***///


Di Rumah...


Saat aku pulang, aku melihat Kenzo namun dia mengabaikanku. Aku hanya bingung. Aku juga diam karena masih marah dan cemburu padanya.


Hari terus berlalu, Catherine semakin menjadi-jadi untuk menggoda Kenzo. Aku hanya membiarkan, siapapun dia akulah istri sahnya. Jadi aku santai lah.


Namun disuatu hari aku bingung, aku mengantar Alvaro kerumah Ivory agar bermain bersama Lina. Namun aku tetap pergi kekantor Kenzo untuk meminta penjelasannya, kenapa ia berhari-hari mendiamkanku.


///***///


Di Kantor Kenzo


Saat aku membuka pintu, aku melihat Catherine yang sedang duduk dipangkuan Kenzo. Aku tak tau ia sengaja atau tidak, tapi aku sungguh terbakar api cemburu.


"Kenzo... " panggilku keras


"oh hai, masuklah" ucap Kenzo sambil mendorong Catherine


Aku datanh dengan marah, mengangkat kerah baju Catherine.


"sudah kukatakan, jangan gunakan cara murahan untuk menarik perhatian Kenzo. Apa masih kurang jelas?" gertakku


"apa sih, lepasin" kesal Catherine


Aku menurunkan Catherine, lalu...


Plakk...


Aku menampar Catherine sekuat-kuatnya hingga ia jatuh tersungkur.


"Angel.. " bentak Kenzo


"apa? Mau belain sekertaris kamu?" kesalku


Kenzo menolong Catherine berdiri dan langsung berdiri didepanku.


"kamu kertelaluan" bentak Kenzo


"apanya yang keterlaluan? Kamu sendiri? Gak merasa keterlaluan ke aku? Berhari-hari diemin aku tanpa sebab. aku lagi hamil malah kamu mesra-mesraan sama sekretaris kamu sendiri. Mau jadi playboy lagi hah?" kesalku


Plak......


Kenzo menamparku.


"kau pikir aku tidak akan marah melihat istriku bermain dengan pria lain di club. Kamu pikir aku gak tau? Padahal kamu masih istri sahku dan mengandung anakku. Apa anak diperutmu juga bukan anakku hah? Jawab!!!" bentak Kenzo


Aku diam, tanpa sadar 2 tetes air mataku mengalir. Bukan karena sakit, tapi karena mengingat Kenzo yang berani menamparku.


Aku masih diam tertunduk dengan rambut tergerai jatuh kebawah dan tanganku memegangi pipiku yang panas karena tamparan Kenzo.


"astaga. Maaf sayang, Angel maafkan aku, aku tak sengaja kumohon maafkan aku" ucap Kenzo sambil diam terduduk memegangi kakiku karena meminta maafku


Perlahan aku mengangkat kepala, berdiri tegak dan memandang Kenzo dengan pandangan tajam membunuh yang berbeda. Saat Kenzo menatapku, ia sedikit gemetaran.


Apa yang kulakukan, bodoh Kenzo kau bodoh. Apa dia masih istriku? Entah mengapa aku merasa yang memandangku bukan Angel lagi -Batin Kenzo