
Kenzo hanya terdiam mendengar aku menyebut nama Black Shadow.
"aarrggghhhhh..... Suster" teriak Kenzo
"ya tuan, ada apa. Apa yang anda rasakan?" tanya suster
"kenapa kepalaku sakit sekali. Dan foto apa tadi yang ada dikepalaku?" tanya Kenzo sambil memegangi kepalanya
"oh, mungkin itu kepingan ingatan anda tuan. Selamat anda bisa mengingat kembali" ucap suster
"arhh.. Kepalaku sakit. Tapi aku masih tak mengerti, semua tidak terlalu jelas" keluh Kenzo
"oh, itu mungkin hanya sebagian ingatan anda. Belum semua, jadi anda merasa bingung. Tenang tuan, rumah sakit ini dilengkapi peralatan khemotherapy untuk membantu memulihkan ingatan" ucap Suster
"oh iya, kau boleh pergi" ucap Kenzo
///***///
Disisi Lain
Aku keluar rumah sakit, namun saat didepan pintu masuk utama aku bertemu Chriss dan Clarissa.
"Hai Tata... " sap Clarissa
"hum? Oh Caca" ucapku
"kenapa sepertinya kau terburu-buru?" tanya Clarissa
"tidak tidak kok" ucapku
"Taa... Kau bisa membohongi semua orang tapi tidak aku. Bertahun-tahun kita kenal, kau tak bisa membohongiku" ucap Clarissa
"ya ya kau menang" ucapku
"sayang, kau masuk saja kesana. Aku mau menemani Tata dulu" ucap Clarissa
"baiklah, selalu kabari aku dimanapun kamu ok" jawab Chriss
"ya ya, kamu ini... " ucap Clarissa
"kak Chriss tunggu" ucapku sambil menarik tangan Chriss
"ya Angel? Ada apa?" tanya Chriss
"saat kau didalam, apabila Kenzo tanya apapun yang berkaitan tentangku jangan kau jawab atau beritahu. Kau bisa memberitaunya tentang semua, tapi kumohon jangan beritahu tentangku. Anggap saja aku orang lain baginya" pintaku
"lho memangnya kenapa? Tanya Chriss
"sudahlah, nanti kau tau sendiri. Kumohon rahasiakan identirasku" pintaku
"ok baiklah" jawab Chriss dengan berat hati
"terima kasih kak, aku pergi dulu" ucapku
"kalian berdua hati-hati" ucap Chriss
"ya ya, byee.... " sahut Clarissa
"yo Tata? Whats wrong with you? Tell me? Ceritakan padaku" tanya Clarissa
"Cacaa...... Huuuu" panggilku sambil menangis
"lho kenapa, ceritakan semua padaku. Aku akan selalu mendengarkan" ucap Clarissa
Aku menceritakan semua pada Clarissa dan menangis dihadapannya. Sore itu kami melihat indahnya Sunset dipinggir sungai yang tenang, suasana damai yang sepi. Tentu saja suasana itu diiringi suara tangisanku, semua curahan hatiku dan kuungkapkan semua keluh kesahku pada Clarissa. Seolah hari itu aku benar-benar merasa hancur. Hatiku yang hancur, hari yang berantakan. Semua tak berjalan sesuai rencana atau bayanganku. Sungai itu menjadi saksi bisu semua curahan hatiku.
"Angel... " panggil Clarissa
"hu huh huuu... Mamaaa.... " ucapku
"tenanglah... Aku disini" ucap Clarissa sambil memelukku
"kenapa hidupku seperti ini.... Kenapa Tuhan sekejam ini untuk menulis takdirku seperti ini" keluhku
"tenang Angel.. Jangan seperti itu, aku yakin pasti akan ada kebahagiaan yang menantimu" ucapku
"kenapa seperti ini huhuu..... " tangisku
"Tata... Aku minta tolong padamu... " ucap Clarissa
"huuu.... " tangisku
"kumohon pikirkan semua dengan baik, hari ini otakmu terlalu kebanyakam masalah hingga tak bisa berfikir dengan jernih. Kumohon tenanglah dulu sebelum bertindak" pintq Clarissa
"hatiku sakit Caa... " ucapku
"aku tau, hanya saja aku tak mau kau menyesali keputusanmu dikemudian hari" jelas Clarissa
"lalu bagaimana?" tanyaku
"pikirkan tentang ayahmu, pikir sekali lagi tentang Kenzo" pinta Clarissa
"untuk ayah, entahlah. Tapi Kenzo, maafkan aku Clarissa. Kau tau sendiri sejak kecil aku paling tidak suka pada pria playboy. Dan hari ini dia lebih memilih wanita lain daripada aku bahkan dihadapanku" jelasku
"apa kau yakin?" tanya Clarissa
"apa yang menjadi milikku harus menjadi milikku. Namun untuk apa selalu kugenggam apabila ia selalu berusaha lari. Itu hanya akan menyakitiku dan dirinya" ucapku
"lalu bagaimana?" tanya Clarissa
"maaf Clarissa" ucapku
"apa maksudmu?" tanya Clarissa
"aku menyerah pada Kenzo. Andai ia mau memperjuangkanku kembali silakan. Tapi aku berjuang untuknya? Maaf aku sudah terlalu sering tersakiti. Aku juga bisa merasa lelah" jelasku
"baiklah jika itu keputusanmu. Aku hanya bisa mendukungmu. Semoga kau tak pernah menyesali hal ini dan semoga setelah ini hidupmu selalu penuh kebahagiaan" ucap Clarissa
"semoga.... " jawabku
Maafkan aku Kenzo...
Aku terlalu sering tersakiti, aku selalu berusaha bersikap tegar. Namun jiwaku lelah, ragaku tersiksa. Cukup sampai disini kau kuperjuangkan. Maaf Kenzo, AKU MENYERAH PADAMU.