
Esoknya....
Dikantor The Dimont
"bu Adele tolong berikan daftar tamu yang akan kita undang" perintahku
"baik bos, ini dia" serah sekretaris Adele
"oh ini ya(melihat daftar tamu). Bu Adele tolong beri undangan Khusus lagi pada perusahaan Theo, Arion, Aileen dan Maureen. Oh iya siapa tuan Oliver ini?" tanyaku
"oh ini adalah perusahaan tuan Oliver, perusahaan dibidang perhiasan. Perusahaan ini sudah berdiri selama 19 tahun" jawab Sekretaris Adele
"oh begitu, mengapa namanya seperti familiar ya. lancar juga perusahaannya. Undang dia sekalian. Dan beri undangan khusus pada orang yang kusebut tadi sehingga mereka bisa mengajak orang lain. Sekarang kau bisa keluar" ucapku
"baik bos" jawab Sekretaris Adele
Setelah keluar aku menelfon desainer perusahaan ku yang merancang gaunku untuk menyiapkannya. Gaun itu diproduksi secara khusus oleh peeusahaanku dan untukku, belum ada dipasaran. Jika sudah dipasaran harga semua fashionku malam ini mungkin hampir Rp. 300.000.000
"baiklah kalian semua tunggu pembalasanku" ucapku pada diri sendiri.
///***///
Hari H
Pukul 17.00 PM
Semua orang kaya dan sukses berkumpul disana. Aku melihat ayah disana. Namun aku hanya diam dan berusaha terlihat tegar.
Disisi lain.. Kenzo mengirimiku pesan.
'hei, apa kau ikut pesta. Dimana kau, mengapa aku tak melihatmu?'
'iya aku ikut. Sabarlah nanti kau juga melihatku'
"berikut merupakan sambutan dari pemilik perusahaan The Dimont.... "
Klotak... Klotak... Klotak...
Suara high heels ku menggema diseluruh ruangan yang diam sesaat. Semua mata tertuju padaku. Aku memakai gaun berwarna merah menyala dengan hiasan bunga mawar hidup di pundak dan hairstyle rambut terurai gelombang berwarna coklat dan pucuk rambut berwarna ungu muda. Gaun merah yang terlihat body press dan sedikit panjang di bagian belakang. Dengan bagian atas dada hingga lengan transparan seperti tanpa warna sama sekali saat kupakai dan aksesoris ikat pinggang yang bagian kanan berbentuk pita dari emas dan dihiasi berlian. Sepatu high heels merah setinggi 5cm dengan sedikit hiasan dari emas dan berlian.
'selamat malam hadirin sekalian, perkenalkan nama saya Angelica Calista. Saya pemilik dan pengelola The Dimont...............(bla.....bla....bla...).............
Semoga kalian menikmati malam ini, terima kasih.
Prokk.... Prok... Prok...
Suara tepuk tangan menggema diseluruh ruangan. Aku berjalan perlahan dengan anggun turun dari panggung menuju meja keluarga Kenzo.
"selamat malam nyonya Aileen, Tuan Aileen dan oh pasti anda Tuan Muda Aileen. Perkenalkan nama saya Angelica" ucapku
"oh jangan melihat saya seperti itu. Saya jadi gugup hahaha.. " sedikit gurauku
"jadi kau ini.... " sela Mola
"tidak juga nyonya Aileen, yang kemarin datang itu Angel dan yang dihadapan kalian ini Angelica. Bagaimana saya cantik, muda, kaya dan sukses. Apa anda mau berkenalan dengan saya" ucapku
"te.. Tentu saja. Apa aku bodoh hingga menolak untuk kenalan denganmu. Kau sangat cantik, baik, sopan, kaya dan sukses. Kau sungguh mengagumkan" ucap Mola
"oh jangan begitu nyonya. Oh iya Tuan Aileen bagimana, saya ini cantik, kaya dan muda. Perusahaan saya juga cukup kuat. Apa anda mau menerima saya" sindirku
"oh... Iya... Maafkan aku nona Angel, kemarin aku tak bermaksud menyinggung anda bagaimanapun, maksud saya yang kemarin adal..... " gugup ayah Kenzo
"sudahlah tuan, tak perlu bahas yang sudah lalu. Baiklah saya keluar dulu ya" ucapku sambil senyum
"ba.. Baiklah.. " gugup ayah Kenzo
"huh hampir saja kita kehilangan orang yang berharga" jawab Mola
"lain kali kau harus hati-hati, jangan selalu menilai dari luar. Untung nona Angel itu pemurah hati, jadi mau memaaafkan kita" jawab ayah Kenzo
///***///
Di Teras Ruangan
Aku membawa segelas anggur dan berdiri diteras ruang itu sambil memandangi pemandangan dari lantai 17 itu.
"huh lelah sekali, sudah lama sekali terakhir kali aku sesantai ini" ucapku pada diri sendiri
Tak lama kemudian Kenzo datang menghampirimu.
"oh jadi ini yang kau maksud kejutan. Yakan nona Angel" gurau Kenzo
"hemm tidak juga Tuan Muda Aileen" gurauku
"kenapa kau disini sedangkan semuo orang ada disini" tanya Kenzo
"yah, tetap seperti dulu. Aku tak terlalu suka keramaian, aku lebih suka suasana tenang" jelasku
"oh begitu" ucap Kenzo
"ya begitulah" ucapku
"Angel.. " panggil Kenzo
"ya.. Ada apa?" tanyaku
"aa.. Ada sesuatu yang i.. Ingin kukatakan ppp.. Padamu.... " jelas Kenzo