My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Ingatan



Kenzo seketika langsung berlari mengejarku, sementara aku duduk ditepi danau dekat Rumah Sakit untuk menenangkan diri. Disana aku menangis mengeluarkan semua bebanku, sekeras apapun usahaku untuk melupakan Kenzo, tetap akhirnya aku yang tersakiti sendiri. Apalagi melihat Kenzo dekat dengan gadis lain dan dimanfaatkan. Itu membuatku semakin tak rela untuk melepaskan Kenzo.


///***///


Ditepi danau


"huh akhirnya aku menemukanmu" ucap Kenzo


Secepatnya aku mengusap air mataku.


"oh iya, kenapa? Ada apa?" tanyaku


"maaf atas kejadian kemarin. Aku tidak ber..... " ucap Kenzo


"huh, tak usah dipikirkan. Aku bukan tipikal orang yang terlalu memikirkan masa lalu" selaku


"tapi, dulu kita ada hubungan apa? Didokumen tadi kita memiliki foto yang kelihatannya dekat?" tanya Kenzo


"aku bisa menjawabnya namun, aku tak bisa menceritakannya" ucapku


"kenapa?" tanya Kenzo


"maaf aku tak bisa menjawabnya. Maaf aku harus pergi aku ada urusan" ucapku


"tunggu...." panggil Kenzo


Aku tetap berjalan tanpa menengok lagi. Maaf Kenzo, aku tak bisa cerita padamu. Karena bukan aku yang seharusnya yang memberitahu tentang kita.


Kenzo duduk dipinggir danau dibawah pohon berfikir tentang aku dan dia. Dia marah dan berteriak.


"hhaaaaaaaaaaaaah. Kenapa aku tak mengingatnya. Tuhan jika kau masih menyayangiku, kumohon biarkan aku mengingatnya" teriak Kenzo


Tak lama ia berdiri dan memegang pohon yang ada disampingnya. Saat berdiri ia hampir jatuh. Ia berpegangan pada pohon disebelahnya.


"aaaahhh, kenapa kepalaku sakit sekali. Siapaun tolong" pinta Kenzo


Kenzo perlahan kembali kerumah sakit dengan muka pucat.


///***///


Di Rumah Sakit


"aku kembali.... " ucap Kenzo


"kenapa lam sekali, kau ini kan masih sakit" ucap Chriss


"huh, jangan marahi dia, cepat bantu dia" ucap Clarissa


"ya ya" ucap Chriss


"kenapa mukamu pucat sekali?" tanya Clarissa


"entahlah, kepalaku sakit sekali" ucap Kenzo


"diamlah, biar dokter yang memeriksanya. Jangan sentuh atau dekati dia" ucap Chriss jengkel


"hei, apa kau cemburu?" tanya Clarissa


"tidak, kata siapa aku cemburu" ucap Chriss


"lalu kenapa wajahmu memerah?" tanya


"ti tidak, sudahlah aku mau kekamar mandi lalu memanggil dokter. Dan kau Kenzo jangan dekati dia atau kubunuh kau. Tidurlah saja" ucap Chriss


"yaya, kau ini. Teman sakit malah mau kau bunuh" ucap Kenzo


"biar" ucap Chriss


"kenapa? Apa kau lapar? Mau apa? Nasi, steak, pizza, daging, es krim, jus atau apa?" tanya Chriss


"hih, jangan banyak. Nanti aku gendut. Nasi goreng sama jus buah naga saja" ucap Clarissa


"haaaa? Hanya itu?" tanya Chriss


"kenapa? dulu aku orang miskin, biasa makan seperti itu. Lagian juga enak" ucap Clarissa


"ya baiklah, akan kucarikan makanan yang enak. Tunggu saja" ucap Chriss


"oke baiklah" ucap Clarissa


"ingat, jangan dekat-dekat dengan Kenzo" ucap Chriss


"dih paan sih lu" ucap Kenzo


"iya sayang, pergilah" ucap Clarissa


Lalu Chriss pergi keluar untuk mencari makanan. Sementara Kenzo dan Clarissa hanya berdua menunggu Chriss.


"kau Clarissa kan?" tanya Kenzo


"iya, kenapa?" tanya Clarissa


"aku ingat, kau adalah teman baik Tata" ucap Kenzo


"iya" ucap Clarissa


Clarissa hanya bingung, bagaimana ia bisa tau nama Angel sebagai Tata.


"siapa tata sebenarnya?" tanya Kenzo


"oh, eh aku harus menebus obatmu dulu. Kau tidurlah dulu nanti kuceritakan" sela Clarissa


"baiklah" ucap Kenzo


Clarissa langsung keluar dan menghela nafas.


"huh untunglah" ucap Clarissa


Clarissa langsung pergi mengurusi obat Kenzo, setelah beberapa saat Clarissa kembali dan masuk secara perlahan.


"huh untung dia sudah tidur" ucap Clarissa


Clarissa langsung mendekat pada Kenzo.


"andai kau mengingat semuanya, pasti Angel tak akan tersiksa seperti ini Kenzo" ucap Clarissa


Lalu Clarissa berbalik dan saat hendak melangkah seolah tangannya tertahan dan ada yang menarik. Clarissa langsung berbalik.


"siapa Angel? Jelaskan padaku" gertak Kenzo


"aw aw, lepaskan aku. Tanganku sakit" ucap Clarissa


"oh maafkan aku, cepat katakan siapa Angel" ucap Kenzo


"yah, sepertinya aku tak bisa menutupi ini lagi darimu. Aku tak sanggup melihat sahabatku semakin menderita. Jadi Angel adalah........... " jelas Clarissa


Clarissa menjelaskan semua apa yang pernah kuceritakan padanya. Perlahan Kenzo meneteskan air mata.


"bagaimana aku bisa melupakan semua ini begitu saja. Tuhan berikan aku kesempatan untuk membahagiakan dirinya lagi."


---------------------------------------------


Dont forget to like and comment ok;)