
Huh... Akhirnya aku pulang. Ketika aku sampai dikamar, aku langsung merebahkan diriku. Aku masih saja berdebar-debar karena tadi.
Klunting... Klunting..
Bunyi notifikasi pesan, oh ternyata dari Chriss. Hah dimarkas ada pertemuan, aku baru tau ternyata mafia juga ada pertemuannya.
"Astaga pertemuannya 30 menit lagi, aku bahkan belum bersiap-siap sama sekali, belum lagi terjebak macet. Ya Tuhan, perintah apa inii" aku berteriak di dalam kamar.
Aku bergegas untuk mandi dan bersiap.
11.00 PM
Aku segera berangkat. Aku memilih naik motor sendiri saja, saat aku menjual gaunku, aku mendapat uang banyak, apalagi itu banyak yang merupakan karya dari Desainer terkenal. Dulu aku membelinya untuk mencari inspirasi. Aku membawa banyak uang. Aku membeli sebuah motor 500cc berwarna merah menyala. Aku pergi memakai celana jeans, kaos putih press body dan memakai jaket hitam. Rambutku ku kuncir satu dibelakang dengan gaya rambut gelombang. Aku memakai topeng dari rumah, takutnya ada yang melihatku. Karena jarak markas dari rumah cukup dekat aku tidak memakai helm. Lagipula juga susah kalau memakai topeng masih pakai helm.
11.13 huh untung sampai tepat waktu. Astaga pertemuannya e menit lagi. Arrrggghhhhh bagaimana aku keatas, pertemuan berada di lantai 11. Huh terserah, aku naik lift saja. Kalau aku dimarahi karena terlambat aku akan mendengarkannya saja, setidaknya aku sudah berusaha.
Ceklek.
Aku membuka pintu dan ternyata semua sudah duduk disana, tunggu kenapa hanya ada 4 orang. Hanya Chriss, Ayahku, Ayah Angkatku dan Kenzo. Sejak aku masuk Kenzo selalu melihatku.
"Valerie, masuk dan duduklah" pinta Chriss
Semua melihatku.
"jadi bagaimana" tanyaku
"bagaimana? Apa kau bodoh, putriku berhasil menjual gaun dengan harga mahal. Apa kau buta" gertak ayahku.
Aku berusaha tenang, mendengarkan ayahku berbicara dan memikirkan alasannya.
"maaf tuan, mungkun itu hanya keberuntungan saja, saya sudah menjadikan dia mendapat nomor terakhir dan membuat managernya mengubah peraturannya untuk menggunakan model, ternyata dia cerdas juga memakai dirinya sendiri untuk modelnya" jelasku
Huh, padahal aku sendiri tidak tau kenapa aku mendapat urutan terakhir.
"baiklah, kali ini kubiarkan. Tapi tidak untuk selanjutnya" ucap ayahku
Apaaa...... Aku serasa ingin berteriak. Aku susah payah bersiap selama setengah jam dan pertemuannya tidak ada 5 menit.
Saat semua pergi, hanya tersisa Kenzo dan aku. Aku segera bergegas pergi namun Kenzo menarik tanganku dan membuat kakiku tergelincir dan menabrak tubuhnya.
"apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku, aku ingin pergi" bentakku
Dia melepaskanku namun masih menggenggam tanganku.
"dari mana kau dapat cincin ini" tanya Kenzo
Astaga aku lupa melepasnya
"cincin ini hanya ada 1 didunia, aku memesannya khusus dari Prancis dan aku memberikan ini pada calon istriku, bagaimana kau bisa mendapatkannya"
Aku memutar otak mencari jalan keluar.
"aku yakin pasti calon istrimu Angel Maureen yang bodoh dan polos itu ya" ucapku
"jangan pernah hina calon istriku didepanku" Ucap Kenzo, memegang tanganku semakin erat
"aww, sakit, lepaskan. Dia adalah salah satu mangsaku. Dia tugasku. Membuatnya gagal adalah tugasku, tentu saja agar dia bisa menikahimu. Tapi aku tidak berjanji. Lagian cincin ini diberikan olehnya kepadaku, katanya sebagai tanda persahabatan kami" ucapku
"oh begitu ya, jadi kalau sampai dia berhasil menggagalkan pernikahan kami. Bagaimana kalau kau yang menggantikannya menjadi istriku. Lagipula cincin ini sudah dijarimu" tawar Kenzo
"ih, siapa juga yang mau menikahimu pria bodoh. Lepaskan aku"
Aku melepaskan tanganku dan berlari keluar.
Astaga, aku berdebar-debar lagi.
"dasar kucing bodoh. Dimasa depan aku tak peduli apakah aku harus menikahimu atau Nona Maurren itu. Yang penting aku menikahi salah satu dari kalian." ucap Kenzo.
Huh.. Setiap hari Kenzo semakin mendekat, aku harus menjaga jarak darinya. Keberadaanya dapat membahayakan identitasku.