My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Bertahanlah



Aku melaju dengan cepat hingga sampai di rumah sakit terbesar di kota. Aku tak mau ambil resiko dengan membawa ke rumah sakit biasa. Aku secepatnya melaju dijalan raya. Mengabaikan rambu-rambu lalu lintas, menerobos lampu merah dan kebut-kebutan dijalan. Aku semakin stress ketika aku melihat ada mobil polisi yang mengejarku. Polisi itu mengejarku hingga rumah sakit. Jika perkiraanku benar, peluru ditubuh Kenzo terletak didekat jantung. Aku harus membawa ke rumah sakit besar agar segera tertangani dengan benar.


"Kenzo bertahanlah demi aku kumohon" ucapku sambil menangis


Aku membopong tubuh lemah Kenzo masuk kedalam dan memanggil suster yang ada.


"suster cepat kemari" teriakku


Dengan cepat suster menghampiriku dan membawa Kenzo ke IGD


"apa yang terjadi pada pasien" tanya suster itu


"pasien ini terkena luka tembak di sebelah kiri, mana dokternya. Cepat aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting, cepat cari dia. Suruh cepat kemari." perintahku


"tunggu sebentar" ucap suster itu


"ya saya dokternya, ada apa, apa yang terjadi" tanya dokter pria yang datang


"pasien tertembak dibagian dada kiri, jika perkiraanku benar peluru itu ada di 3 cm disebelah jantung. Tolong cepat operasi dia dengan cepat dan akurat. Pistol yang digunakan hanya sebuah pistol biasa bukan senapan namun pelurunya berbentuk kecil dan panjang, perkiraanku pelurunya cukup dalam karena bentuknya yang kecil dan panjang. Segera lakukan Rongtgen dan lihat lokasi peluru, jika sudah ditentukan letaknya segera operasi sebelum pasien kehilangan banyak darah." jawabku


Semua suster beserta dokter yang menangani Kenzo melongo mendengar jawabanku.


"tolong cepat lakukan berapapun biayanya akan kubayar. Jangan diam saja. Jika dia tak terselamatkan kalian akan kujadikan target satu persatu" bentakku sambil mengangkat naik jubah dokter itu.


"ba... Ba... Baiklah... Suster segera siapkan ruang operasi dan persiapkan semua perlatannya" perintah dokter itu.


"nona, siapa keluarganya. Mohon ikut saya untuk menandatangani surat pernyataan izin operasi, tanpa tanda tangan ini kami tak bisa melakukan operasi ini" ucap salah satu suster


Aku kebingungan sendiri untuk sesaat, aku tak rau siapa keluarganya, aku juga tak mungkin memanggil kak Chriss.


"suster aku yang bertanggung jawab, aku istrinya" ucapku terpaksa


"baiklah nyonya, silakan urus surat-suratnya di ruang administrasi" ucap suster tersebut


Saat diruang IGD semua orang memandangiku aneh. Tunggu apa ada yang salah denganku? Astaga aku masih memakai topeng dan baju penuh noda darah. Aku merasakan sakit pada perutku namun aku mengabaikannya. Aku segera bergegas ke mobil untuk mengambil kacamata dan masker, aku memakainya dan melepas topengku. Tuhan tolong selamatkan Kenzo. Kali ini aku berfikir walau dia menyebalkan dan menyedihkan dia telah berusaha untuk menyelamatkanku dan bahkan dia bertaruh nyawa hanya untukku.


"Nona bisakah anda menunjukan kartu ijin mengemudi anda dan surat kendaraan anda" tanya Polisi


"ada apa sih pak?" tanyaku


"anda kebut-kebutan dijalan, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menerobos lampu merah dan dari gerak-geruk anda, sepertinya anda tidak memiliki SIM" ucap polisi


"lalu mau apa, saya membawa seseorang yang sakit, dia kritis dan nyawanya hampir tak tertolong" bentakku


"tapi itu bukan alasan untuk anda tidak mematuhi peraturan" jawab polisi


"apa katamu, andaikan dia kehilangan nyawanya apa kau mau bertanggung jawab" bentakku marah sambil menyungging krah baju polisi itu


"nona, jaga sikapmu. saya ini polisi" sahut polisi


"tidak perduli mau kau polisi atau siapapun, yang berani membahayakan Kenzo akan menjadi targetku. Sekarang apa maumu" ancamku


"anda tunjukan SIM anda atau ikut kekantor" bentak polisi


"maaf aku tak punya waktu banyak, ini kartu namaku dan ini uang untuk kalian. jika masih ada yang mau dibicarakan, itu kartu namaku. Sekarang pergilah" ucapku arogan


Aku melemparkan uang dan kartu namaku. Setelah itu aku langsung pergi dan lari kedalam rumah sakit.


Disisi lain.....


"astaga dia putri tuan Maureen" ucap salah satu polisi


"memangnya kenapa?" tanya polisi lainnya


"kalin petugas baru pasti belum tau, dia adalah putri tuan Maurren, pebisnis handal. dia merupaka wanita yang cerdas dan sangat Jenius. dikabarkan kalau dia juga merupakan tunangan Tuan Muda Arion. Kalian jangan pernah mengusiknya jika tak ingin kehilangan pekerjaan" jawab salah satu polisi


"semengerikan itu kah?" tanya polisi lain


"sudah lupakan masalah ini, ayo bertugas lagi" sela polisi lain