
"perkenalkan nama saya Laurena, mantan pacar tuan Kenzo" ucap Laurena
"oh mantan" jawabku singkat
"astaga, kau adalah mantan kakak? Tak kusangka kakak pernah memacari wanita sepertimu" ucap Cantika
"ehem.. " geramku
"oh maaf kakak ipar, aku keceplosan. A aku mau ambil minuman dulu ya" ucap Cantika
"pergilah.. " ucapku
Lalu Cantika pergi mengambil minuman dan meninggalkan kami berdua.
"jadi bagaimana Nyonya Aileen" ledek Laurena
"kenapa?" tanyaku
"bahkan adik iparmu lebih menyukaiku" ucap Laurena
"itu semua bukan suka. Itu semua hanya obsesi semata, masa kau tidak tau? Aku penasaran setinggi apa pendidikanmu hingga hal sepele seperti ini kau tidak tau" balasku
"kau... Huh... Aku tak perduli, asal kau tau. Akulah mantan yang menjalin hubungan paling lama dengan Kenzo" sombong Laurena
"yang pacaran cuma 3 minggu itu ya, cuma segitu mau pamer ke aku? Mantan aja bangga, saya saja yang jadi istrinya biasa saja" ledekku
"kauu.... " geram Laurena
"kenapa? Marah? Mau rebut Kenzo? Silakan jika mampu" ledekku
"kenapa tidak, kau itu jauh dibawahku. Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku" sombong Laurena
"benarkah? Wow, kita lihat saja setelah ini. Sehebat apa kemampuanmu yang kau sombongkan itu nona... " ucapku
"kakak aku kembali, mau minuman?" tanya Cantika
"sini makasih, eh nona... Cantika siapa tadi nama nona ini, aku lupa" ucapku
"kauuu.... " geram Laurena
"Nona Laurena kakak ipar, masa kau lupa. Dia ini artis top loh" ucap Cantika
"oh, Laurena. Maaf aku lupa karena dia bukan orang penting dihadapanku, dia hanya semut kecil" ledekku
"kauu..... " geram Laurena
"maaf, bukannya menyinggung nona Laurena. Tapi sengaja melukai hati nona Laurena (senyum seringai)" ledekku
"dasar pelak*r, kau memang p*lac*r" lirih Laurena
"terserah apa katamu, itu tak penting bagiku" ucapku sambil melipat tangan
"aw.... " ucap Laurena
Laurena sengaja menjatuhkan diri didepanku.
"maafkan aku nona Aileen, aku tau aku hanya mantan pacar tuan Kenzo. Tapi aku hanya ingin mengucapkan selamat, kenapa kau mendorongku hingga jatuh. Apa salahku?" drama Laurena
"jahat sekali nyonya Aileen... " bisik para tamu
Didalam hatiku...
'oh, mau mencari muka dengan drama. Aku akan bantu kamu'
"maafkan aku, aku tidak sengaja. Aku tau aku hanya sedikit marah dan tersinggung karena kau mengataiku pelak*r dan pel*c*r. Maaf jika aku merebut Tuan Kenzo darimu (wajah melas) tapi aku benar-benar tidak mendorongmu. Kau juga tau posisi tubuhku dan tangan yang kulipat, mana mungkin aku mendorongku, orang bodoh pun tau kalau aku tak mendorongmu. Tapi tidak papa, aku tetap minta maaf" dramaku
Aku mengulurkan tangan dan membantu Laurena berdiri, bodohnya ia mau berdiri dengan bantuan tanganku. Skakmat.
"jahat sekali nona Laurena, tidak disangka kelakuannya seperti itu.. " bisik tamu
Aku menarik Laurena untuk berdiri, lalu aku pura-pura terjatuh dan melempar gelas minuman yang diberikan Cantika ke wajah Laurena.
"wahh... " teriak Laurena
Tubuh dan baju Laurena basah terkena minuman.
"aw.... Laurena, kenapa kau mendorongku. Ini sakit, aku tau kau benci kepadaku tapu kumohon jangan rusak hari pernikahanku. Komohon" dramaku
"apa kau gila, matamu buta apa. Kau yang jatuh sendiri dan melempar gelas minuman ini hingga mengenai wajah dan tubuhku" ucap Laurena kasar
"apa.. Aku tak mungkin melakukan hal itu padamu, walau aku kesal padamu karena kau mengolok-olokku tapi aku tak setega itu untuk melakukan ini semua" dramaku
"kau.... " gertak Laurena
Semua tamu berbisik buruk tentang Laurena, Cantika hanya diam bengong melihat kami berdua. Tak lama Kenzo pun datang.
"ada apa ini... " bentak Kenzo
"sayang, ia mengatai aku lalu membuat seolah jatuh karena didorong olehku padahal tidak, lalu saat aku membantu aku malah didorong hingga jatuh. Lihatlah, bajuku kotor sekarang (wajah melas dan memeluk Kenzo)" jelasku lembut
"apa ti tidak. Itu semua bohong. Kenzo percayalah padaku (memegangi tangan Kenzo)" pinta Laurena
"cukup (menghempaskan tangan Laurena), aku kira kau tetap bisa bersikap sopan setelah aku beri posisi sebagai artis top. Ternyata masih sama saja, kau hanya gadis tak tau diri yang tidak tau tata krama" marah Kenzo
"ta ta tapi.. " cegah Laurena
"pergi dari sini sekarang" bentak Kenzo
"Kenzo.. " panggil Laurena
"jangan panggil aku, aku sudah muak melihatmu. Bahkan aku merasa jijik jika namaku kau panggil. Pergi... " usir Kenzo
"wah tidak disangka ternyata... " bisik tamu
"kau akan menerima balasannya Angel... " ancam Laurena
"Kenzo, dia mengancamku" ucapku lembut sambil memeluk erat Kenzo
"pergi, jangan pernah ganggu hidupku dengan istriku lagi.. " bentak Kenzo
"Kenzo... " panggil Laurena
Laurena bergegas pergi, namun aku mencegahnya. Semua belum berakhir. Kau harus tau apa konsekuensinya berani mengataiku seperti tadi.
"Laurena tunggu... " panggilku
"apa lagi.. " bentak Laurena
Cetik...
Aku menjentikkan jariku dan asisten mafiaku datang menghampiriku.
"ada apa bos?" tanya asistenku
"apa?" tanya asistenku
"apa kau tuli, lepas jasmu" bentakku
Lalu asistenku melepas jasnya dan memakaikannya pada Laurena.
"maaf nona, tapi aku tak tega melihatmu pergi dengan pakaian transparan seperti itu. Bukankah itu akan merusak kepopuleranmu didunia hiburan" ledekku
"apaa.. " kaget Laurena
"hahahahahahaha" tawa para tamu
Seketika Laurena kaget melihat seluruh tubuhnya yang memakai pakaian basah transparan itu dan membenarkan jas yang kuberikan.
Saat memakaikannya aku membisikkan sesuatu pada Laurena.
"sepertinya kau ingin sekali menjatuhkanku, tapi sayangnya aku bukan wanita yang mudah ditindas" bisikku
"kau.... " geram Laurena
Saat Laurena hendak pergi aku menariknya dan berkata.
"kau ingin bersaing denganku? Sayangnya bahkan dari awal kau bukanlah saingan yang sepadan denganku, kau terlalu rendah untuk bersaing denganku" ledekku
"kau... " geram Laurena
Seketika Laurena mengankat tangan hendak menamparku. Tapi secara cepat aku menangkisnya dan menggenggam tangannya.
"aw.. Sakit" ucap Laurena
"jangan pernah gunakan tanganmu untuk melawanku jika tidak tau konsekuensinya. Bersyukurlah tanganmu tidak kupotong hari ini. Tapi aku tak berjanji, mood ku sedang bagus. Mungkin lain kali" ledekku
"aw.. Sakit.. Lepaskan.. " berontak Laurena
Aku melepaskan tangan Laurena.
"cepat pergi dari sini atau kau tak akan sanggup menanggung konsekuensinya" bisikku
"wanita gila... " ucap Laurena
Laurena pergi berlari ketakutan, namun itu belum seberapa. Aku mengambil ponsel dan menelfon asistenku.
"halo, kau ingat gadis yang memakai jasmu tadi?"
"ya boss, ada apa?"
"bereskan dia, bawa kemarkas"
"baik boss"
Aku menutup telfon lalu kembali menghampiri Cantika dan Kenzo.
"Cantika kau suka akting?" tanyaku
"ha?" kaget Cantika
"suka atau tidak?" tanyaku
"suka kak" ucap Cantika
"kalau seperti Laurena?" tanyaku
"aku sangat suka, impianku adalah menjadi artis sepertinya" ucap Cantika
"persiapkan dirimu. Mulai besok belajar akting, kau akan menggantikan semua pekerjaan Laurena" ucapku
"apaa... " kaget Cantika
"kenapa? Gak mau?" tanyaku
"ma mau kak, makasih ya (memelukku)" ucap Cantika
"sama-sama, anggap saja hadiah pertamuan kita dan ucapan maaf untuk sebelumnya. Tapi jangan mengecewakanku. Kau harus melebihi Laurena" ucapku
"baik kak, aku pergi dulu ya" ucap Cantika
"ya ya" ucapku
Aku mengambil ponsel dan menelfon sekretarisku.
"halo bu Adele"
"ada apa bu"
"apa aku mengganggumu?"
"tidak bu"
"dapatkan saham perusahaan hiburan yang menaungi Laurena, setidaknya 30%"
"baik bu"
Aku menutup telfon dan menghela nafas. Banyak sekali yang terjadi dalam sehari.
"huh... " helaku
"kenapa lelah ya?" tanya Kenzo
"cuma mengehela nafas aja kok" ucapku
"kamu ini benar-benar ratu drama ya (mencubit hidungku)" ucap Kenzo
"aw sakit... Kamu tau?" tanyaku
"udah lama aku kenal kamu, kalo gak tau bodoh banget gak sih" ucap Kenzo
"makasih udah bantu" ucapku
"sama-sama. Gak ada niatan kasih hadiah gitu?" tanya Kenzo
"apa?" tanyaku
"ya apa gitu?" tanya Kenzo
"kalo hadiahnya belakangan boleh gak, soalnya spesial gak bisa dadakan" ucapku
"oke gapapa, asalkan ada" ucap Kenzo
Kami saling memeluk melihat sunset dari pantai yang indah itu. Menikmati hari panjang yang kami lalui saat itu.