My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Pertunjukan



Setelah mendapat undangan itu aku pergi pulang lalu langsung bersiap-siap untuk besok.


***///***


Esoknya aku pergi sekitar 1 1/2 jam lebih cepat agar tidak terjebak macet. Aku terjebak macet selama 30 menit. Sesampainya disana para desainer diberi beberapa pengarahan dan nomor urut. Ya Tuhan setiap desainer hanya punya waktu 10 menit untuk menjelaskan karyanya lalu akan ada yang membeli atau menyewanya. Desainer yang lolos hanya 15 orang. Ya Tuhan aku yang terakhir. Kesempatanku untuk menjual gaun ini sangat kecil. Tapi mudah putus asa bukanlah sifatku. Aku harus tetap semangat.


Aku lebih terkejut ketika ada yang memberitahuku, gaun tidak boleh dipajang di manequin, haru diapakai oleh seseorang atau model.


Aku sempat kebingungan. Namun aku memutar otak mencari jalan, akhirnya aku memutuskan, aku yang akan memakainya. Aku akan berdiri disana sebagai Desainer dan juga Model. Untungnya disana ada ruang make up yang disediakan untuk para model selama hampir 45 menit aku merias diri. Setelah selesai aku terdiam didepan cermin melihat diriku sendiri.


"Ya Tuhan siapa wanita cantik didepanku ini. Apakah ini aku, aku tak pernah berdandan seperti ini sebelumnya"


Aku memakai tema make up Bold dengan sentuhan warna hitam gradasi emas yang memberi kesan mewah dan kuberi pipiku blush on yang cukup banyak agar merona. Alisku kubuat sedikit natural agar tidak terlalu terlihat tua.


Setelah selesai aku memakai gaunku itu. Tak lama giliranku pun sampai, ketika sang Desainer dipanggil aku tak keluar akhirnya panggilan modelpun keluar lebih dulu. Aku keluar dengan make up Bold, sepatu merah menyala yang membentuk tali menyilang hingga bawah lututku. Aku berjalan dengan anggun. Aku menyadari setiap mata yang memandangku selalu terbelalak.


Aku kemudian berhenti diujung panggung. Aku memperkenalkan diriku dengan anggun dan menjelaskan tema gaunku.


"Selamat malam semuanya, perkenalkan namaku Angelica Calista Maureen. Aku berusia 22 tahun oh tidak hari ini ternyata ulang tahunku, berarti usiaku sekarang 23 tahun." gurauku


"hahahahhahahahah" sorak para tamu


"baiklah, gaunku ini kuberi nama "Diamond World" gaun ini kukombinasikan antara gaya Klasik dan Gaya Moderen yang kuberi sedikit hiasan berwarna emas untuk memberi kesan mewah, rok bagian depan sengaja kubuat kain berlapis sehingga memberikan kesan anggun saat dipakai berjalan, gaun ini sangat cocok saat dipakai di acara Formal karena bisa memberi kesan mewah dan anggun"


Aku menjelaskannya dengan lantang, baik dan lancar. Banyak yang ingin membeli gaunku, saking banyaknya aku memberikan gaun ini oada pembeli dengan nilai tertinggi. Aku cukup tak menduganya karena aku mendapat kesempatan tampil terkhir, ini diluar dugaan.


"35 juta"


"40 juta"


"50 juta"


"80 juta dengan satu buah mobil Sport dan sebuah rumah mewah dengan arsitektur cantik dan indah"


Astaga penawaran apa itu. Aku langsung mencari orang yang mau membelinya. Ternyata seorang wanita muda memakai pakaian formal. kutebak dia hanya seorang asisten Bos kaya. Aku menemuinya dan kami pun sepakat. Aku menjual gaun itu padanya.


Setelah selesai aku keluar dari gedung itu, satu langkah aku keluar para Pria tampan dan kaya mengejarku, menwariku bekerja dengannya, memberiku hadiah, meminta nomorku, mengajakku kencan, melamarku, bahkan ada yang menewariku untuk menikahinya. Aku menolak. semuanya dan berlari pulang, namun para pria itu mengejar. Tiba-tiba saat sampai di gang kecil ada seorang pria yang menarikku dan membungkam mulutku, para pria kaya itu pun menyerah dan pergi. Aku sungguh lega, tapi siapa pria yang menyelamatkanku itu.


"hhhmmmmm" aku berusaha bicara


"oh" ia melepaskanku namun masih memelukku


"Kenzo, lepaskan aku" aku terkejut


"ah sayang, hari ini aku ulang tahun ya dan tidak mengajakku berpesta ya?" tanya Kenzo


"lepaskan aku, aku ingin pulang. Aku tak ada waktu untukmu" jawabku memberontak


Dia tetap memelukku namun diam-diam ia memasangkan sebuah cincin berlian besar yang sangat indah dijariku.


Astaga kenapa aku berdebar-debar seperti ini.


"baiklah kau akan kulepaskan namun kau berjanji akan menjaga cincin ini sampai kapanpun dan tak akan membuangnya apapun yang terjadi" ucap Kenzo lembut


"baiklah aku berjanji. Lepaskan aku" ucapku sedikit melemah


Saat dia melepaskanku aku langsung berlari mencari taksi untuk pulang.


Astaga kenapa aku berdebar-debar, aku pun berjanji. Selama ini aku selalu percaya pada janji, selama ini aku tak pernah mengingkari janjiku. Namun saat dia berkata begitu aku tak bisa menolaknya, seolah aku kehilangan kendali atas diriku. Kata Janji itu seolah terucap begitu saja dari mulutku. Ya Tuhan apa yang terjadi.