My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Kejutan



Aku segera berlari masuk sebelum dipermainkan Kenzo. Aku tau aku sudah menikah, tapi aku hanya belum terbiasa saja. Lagipula aku juga tidak pernah pacaran, Kenzo lah pria pertama yang menjadi pacarku.


Aku masuk kedalam dan mengenalkan Kakek dan Mama pada anggota keluarga Kenzo. Mengingat kembali aku menemui mereka, aku sangat malu. Pertama kali aku bertemu dengan kakek di Amerika sangatlah konyol.


Mengingat Kembali....


Di sebuah Bar di Amerika....


Waktu itu aku mabuk berat karena frustasi meninggalkan Kenzo.


"pelayan tambah 1 botol lagi minumannya... " ucapku


"tapi anda sudah terlalu mabuk nona... " ucap Pelayan


"aku tak perduli, cepat ambilkan minuman" bentakku


"baiklah" ucap pelayan


"dasar, anak jaman sekarang. Masalah kecil saja sudah mabuk-mabukan. Dasar pemuda lemah" ucap kakek


Aku kaget mendengar perkataan tersebut, lalu aku menengok dan berkata..


"apa kau bilangg... " bentakku


Aku melihat kakekku lah yang mengatakannya, tapi saat itu aku belum tau bahwa dia kakekku.


"dasar orang tua, tau apa kau tentang masalahku" ucapku mabuk


"no nona, jangan cari masalah dengan beliau" peringat pelayan


"kenapa, cuma orang tua saja ditakuti" ucapku mabuk


"o orang tua. Beraninya kamu, apa kau tidak tau sopan santu hah? Bagaimana orang tuamu mendidikmu" bentak kakek


"orang tua? Aku tidak punya. Ayahku yang jahat, ibuku yang meninggal. Apa artinya hidupku ini" ucapku menangis


Tanpa sadar aku mengatakan semua itu dan meneteskan air mata.


"jadi kau tak usah sok tau tentang aku orang tua, dasar. Udah tua dirumah aja kenapa sih, ngerepotin orang banget" ucapku mabuk


"nona, ia adalah pemilik bar ini" ucap pelayan


"kalau miliknya kenapa? Aku juga bayar kok" ucapku


"bereskan dia" ucap kakek


Lalu bodguard Kakek mengangkatku dan menyeretku untuk keluar.


"hei hei, lepaskan aku. Jangan sentuh aku atau kalian akan tau akibatnya" bentakku


"menurutlah nona, siapa tau kami tak akan membunuhmu" ucap Bodyguard


"membunuhku? Memangnya siapa kamu ha? Punya kekuatan apa kamu ha" bentakku


"diamlah nona, kau ini diberi belas kasih tidak tau diri" ucap Bodyguard


"tapi kata belas kasih itu sudah lama hilang dalam hidupku. Sekarang giliran kalian menerima hukuma karena berani menyeretku" ancamku


"hahaha, memangnya gadis kecil sepertimu bisa apa?" ledek Bodyguard


"shut up, or you will die" ucapku


Bagg....


Kratak...


Aku menghajar para bodyguard itu dengan keadaan mabuk. Walau tak sekuat saat aku sadar tapi itu cukup untuk mengunci gerakan dan melemahkan mereka.


Ceklek....


Aku mengeluarkan pistol dan mengarahkan kearah jantung para bodyguard.


"beruntunglah kalian tidak kubunuh disini. Sekali peluru ini terkena jantung kalian. Teknologi apapun tak akan bisa menyelamatkan kalian" ancamku


"ma maafkan kami nona, kami salah" pinta Bodyguard


Aku marah dan bergegas masuk kembali kedalam bar. Aku mencari kakekku. Aku melihat dia sedang berbicara, sepertinya dengan orang penting. Namun aku tak perduli.


Brakk...


Aku menggebrak meja mereka.


"hoi orang tua, beraninya kamu menyuruh bodyguardmu menyeretku keluar ha. Apa kau tidak takut mati ha. Dasar orang tua gilaa... " teriakku


"tunggu, jika kau disini dimana pengawalku" kaget kakek


Lalu sesorang datang membisikkan sesuatu pada Kakek.


"hebat juga kamu, Sean urus dia. Bawa dia kerumah" ucap kakek


"a a pa tuan, kerumah?" tanya Pengawal


"kenapa? Apa perlu aku mengulanginya 2 kali?" tanya Kakek


"ba baiklah tuan" ucap pengawal


"maaf tuan, sepertinya ini mengganggu" ucap Kakek


"tidak papa, namun siapa dia?" tanya teman kakek


"oh, dia.. dia cucuku" ucap kakek asal jawab


"oh, aku baru tau anda punya cucu yang begitu cantik. Bagaimana kalau anda mengenalkannya pada putraku yang baru lulus kuliah tahun kemarin, sekarang ia sedang menjabat sebagai direktur utama diperusahaan kami" ucap teman kakek


"bukannya menolak, tapi dia adalah gadis yang sedikit liar. Saya takut ia akan mengacau" ucap Kakek


"tidak papa" ucap teman kakek


Aku dibawa pulang kerumah. Yang aku ingat, aku bangun diatas kasur dan tasku yang ada disebelahku. Tak lama aku mengenal mamaku, kami merasa dekat dan selalu berbagi cerita hingga diketahui bahwa aku adalah anak kandungnya. Saat itu Mama sedang menjabat sebagai direktur utama perusahaan Kakek. Sedangkan kakek adalah ketua utama geng mafia yang sekarang menjadi milikku.


///***///


Ya, pertemuanku dengan mereka cukup memalukan. Aku masih malu kalau mengingat hal itu. Tak lama Clarissa dan Chriss datang bersama Kenzo menghampiriku.


"ada apa?" tanyaku


"kalian kan udah nikah, masa aku gak kasih hadiah sih" ucap Clarissa


"ha?" tanyaku


"nih buat kamu" ucap Clarissa


Clarissa memberiku 2 kotak kado, yang satu kecil dan yang satu besar.


"dan ini buat lo broth" ucap Chriss


"paan? Kok satu doang, dan kotanya juga kecil" protes Kenzo


"udah dikasih masih protes aja lu. Ada satu lagi, hadiahnya besar. Ntar malem datengnya" ucap Chriss


"yaudah serahlu" ucap Kenzo


Kami bercanda menikmati hari itu. Setelah cukup siang aku kembali kekamar yang disiapkan Kenzo.


///***///


Dikamar..


"huh lelah juga" ucapku sambil merebahkan diri


"nggak kok, cuma pengen ngrebahin diri sendiri dulu. Eh aku mau buka ah hadiah Clarissa, Kenzo kamu gak buka hadiah Chriss?" tanyaku


"oke, ni mau buka" ucapku


Aku membuka kedua kado dari Clarissa lalu terkejut.


"ha?" kagetku


Aku melihat ada 1 set pakaian pantai dan baju menyelam pria dan wanita, yang satunya isinya Tiket ke Raja Ampat.


"astaga.... " ucapku kaget


"kenapa? Dapet apaan?" tanya Kenzo


"tiket masuk ke Raja Ampat" ucapku


"bagus dong, sekalian honey moon" ucap Kenzo


"kamu mah, itu terus. Baru sah juga tadi pagi" ucapku


"penting udah sah" gurau Kenzo


"kamu dapet apa dari Chriss?" tanyaku


"nih.. " ucap Kenzo


Kenzo memberikan sebuah tiket wisata Raja Ampat selama 1 minggu dan gratis Hotel.


"lumayan lah" ucap Kenzo


Kami bercanda dan berbincang seolah dunia milik kami berdua. Kami hanya menghabiskan waktu dikamar menunggu Sore.


///***///


Sore Hari


"ayok berangkat" ajak Kenzo


"tapi aku belum siap" ucapku


"udah, ntar disiapin orang disana" ucap Kenzo


"tapi.. " ucapku


"udah, yang lain udah disana" ucap Kenzo


"okelah" ucapku


Kami berangkat dijemput oleh Helikopter. Aku juga bingung mau kemana.


///***///


Tiba Di Sebuah Pulau..


"ini dimana?" tanyaku


"ini pulau baru, aku sengaja beli pulau ini buat hadiah pernikahan kita. Nanti kita rayain disini. Malamnya kita sama semua tamu naik kapal pesiar kelaut buat liat acara puncak" jelas Kenzo


Aku hanya melongo kaget tak menyangka. Aku sangat terharu disini. Aku bersyukur ada pria yang begitu menyayangiku.


///***///


Saat Acara


Aku hanya berbincang dengan beberapa tamu. Lalu Cantika datang.


"hai kak, hai kakak ipar" sapa Cantika


"ngapain disini sih? Bikin penuh pulau aja" gurau Kenzo


"kakak mah gitu banget ke aku. Kakak ipar, aku saranin jangan deket-deket sama kak Kenzo. Dia anaknya dari dulu nakal. Selalu ngerjain aku. Ntar kalo kakak ipar deket-deket malah dikerjain lagi sama dia" bujuk Cantika


"heh setan. Pergi sana lu, apa perlu gue panggil pengusir setan biar lu pergi. Bisanya bikin bisikam gaib aja lu" gertak Kenzo


"dasar kakak galak" ucap Cantika


Aku hanya tertawa melihat mereka bertangkar. Namun lalu Kenzo berkata padaku kalau ingin kebelakang sebentar untuk menemui tamu.


"heh bocah, lu temenin kakak ipar dulu disini jaangan sampai bosen. Angel kamu disini dulu ya bentar, aku ada tamu penting" ucap Kenzo


"oke" jawabku


"heh bocah. Awas ya kalo sampe Angel kenapa-napa gue sate badan lu" ancam Kenzo


"galak amat sih" marah Cantika


"udah jangan ribut, sana pergi. Cantika ayo ngobrol" ajakku


"wlee... " ledek Cantika


Kenzo pun pergi meninggalkan kami berdua. Lalu aku berbicara pribadi pada Cantika.


"maaf ya kalo saat itu aku salah paham ke kamu" ucapku


"santai kak, biasa aja. Lagian dari semua kakak iparku, kamu yang paling cantik. Jadi kan cewek cantik kayak aku gak bosen gitu punya temen cantik juga" ucap Cantika


"narsis juga ya kamu" gurauku


"iyadong, cewek cantik gituloh" ucap Cantika


Tak lama ada wanita yang datang mendekat tiba-tiba sok akrab dan menyela pembicaraanku dengan Cantika.


"hai nona Angel.. Atau perlu kupanggil nyonya Muda Aileen?" tanya gadis itu dengan nada merendahkan


"ya? Siapa ya? Apa kita pernah kenal? Tapi menurut statusku yang sekarang kamu perlu memanggilku Nyonya Muda Aileen (senyum seringai)" ucapku


"kamu adalah Laurena kan? Artis top tahun ini" tanya Cantika


"ya kamu benar" ucap Laurena


"oh kirain siapa, pantes gak kenal" ledekku


"beraninya kamu, dan kamu tidak mengenalku" lirih Laurena


"ya? Apa kau mengatakan sesuatu?" tanyaku


"ti tidak" ucap Laurena


"kak, aku adalah fans beratmu" ucap Cantika


"oh, benarkah?" tanya Laurena


"hum, wajahmu yang cantik, akting yang bagus dan gaya yang menawan. Ah aku suka semua" ucap Cantika


"hum, terima kasih. Anyway, perkenalkan Nyonya Aileen. Aku adalah Laurena, mantan Tuan Muda Kenzo" ucap Laurena


_____________________________________________


Hai readers... Happy New Year ya buat kalian:)


Makasih selalu kasih semangat buat author;)


Gimana? Masih setia sama Angel dan Kenzo?


Gimana nih, ada potensi pelakor di hari pernikahan mereka nih, patutnya diapain sama Angel ya?