
Astaga, mamaku benar-benar ratu belanja -Batinku
"maaa... Sudahkah? Aku capek harus berdiri terus sambil dengerin mama ngoceh" kesalku sambil memegangi keningku
"ya ampun anak mama, Kenzo bawa dia kekamar. Mama akan panggil dokter" ujar mama
"gak usah ma, Kenzo ada dokter pribadi" ujar Kenzo
"eh? Kok mama baru tau?" tanya mama
"baru rekrut ma, dokter dari amerika" jawab Kenzo
"loh, pengalaman kerja? Trus ahli? Lulusan mana? S1 apa S2? Namanya siapa?" tanya mama panjang lebar
"maa, dia Dokter dari rumah sakit terbaik di Amerika, dokter khusus kandungan. Angel yang memintanya, jadi aku tak bisa menolaknya" ujar Kenzo memegangi kepalanya
"apa?" jawabku datar
"eh, nggak kok sayang" ujar Kenzo sambil senyum
******
Di Luar...
"apa tuan Kenzo selalu seposesif itu terhadap nyonya Angel?" tanya Grazie
"ya, cinta mereka sangat besar" jawab Jaxtyn datar
"Hahahahahaha, aku masih tertawa saat mengingat hal tadi" tawa Grazie
Deg.. Deg.. Deg..
Kenapa aku merasa berdebar-debar saat melihatnya tertawa? -Batin Jaxtyn
"hmmm, ayo masuk" ajak Jaxtyn
"hmm... "
*******
Seperti biasa Grazie memeriksa keadaan Angel.
"hmm, membaik. Tapi ingat tetap banyak istirahat, jangan terlalu lelah, selalu konsumsi vitamin, makan makanan bergizi, jangan banyak berfikir berat, dan hindari konsumsi obat-obatan karena bisa mempengaruhi janin" tegas Grazie
"iya iya.. " jawabku datar
"jangan bahayakan lagi nyawanya, atau aku tidak akan mengampuni kalian" tegas Grazie
Sudah punya mama yang cerewet dan sekarang malah dokter yang banyak ceramah. Tapi kenapa kau suka ini semua nak -Batinku sambil mengelus perutku
"yasudah, kalau begitu aku akan memberikan resep vitamin. Kau (menunjuk Kenzo), kau sebagai suami harus selalu aktif dalam merawat istrimu yang sedang mengandung! Segera tebus vitamin ini diapotik" tegas Grazie
"iya iya" jawab Kenzo datar
Setelah semua selesai, Grazie pamit pulang dan diantar Jaxtyn.
///***///
Di Jalan
"loh, bukannya jalannya kesana. Kenapa belok ke sini?" tanya Grazie
"katanya mau jalan-jalan, jadi nggak?" tanya Jaxtyn datar
"oh iya, ayo ajak aku ketaman. Aku ingin lihat tumbuhan apa saja yang ada di Indonesia" semangat Grazie
"hmm.. " jawab singkat Jaxtyn
///***///
Di Taman
Jaxtyn mengajak Grazie ke Garden Park yang cukup terkenal, karena hari kerja jadi agak sepi. Grazie sangat senang dan berlari kesana kemari melihat banyak bunga dan pohon buah dimana-mana. Mereka juga memetik beberapa buah.
"btw, tumben pake baju santai? Biasanya pake baju formal-formal gitu" tanya Grazie
"kenapa? Gak boleh?" tanya Jaxtyn
"nggak sih, cuma keliatan lebih santai aja gitu. Lebih enak dipandang" jawab Grazie
Jaxtyn tak menghiraukan perkataan Grazie.
Di Bawah pohon....
"hmm... ini sangat mengasikkan" ucap Grazie sambil makan buah
"hmm.. Aku juga suka disini, biasanya saat lelah aku kesini. Selain udara yang lebih dingin disini pemandangannya sangat indah. Lihatlah ada kebun bunga yang penuh kupu-kupu (tunjuk sebuah kebun)" jelas Jaxtyn
"wah, sangat bagus. Ayo kesanaa... " ajak Grazie sambil menarik tangan Jaxtyn
"hei hei tunggu hei... " kaget Jaxtyn
"ayoo.... " ajak Grazie
Grazie sangat senang dan berlari-lari melihat bunga-bunga indah yang ada di Indonesia dan di Amerika. Grazie meminta difotokan oleh Jaxtyn tanpa ragu.
"Jax, fotokan aku" pinta Grazie
"gak mau" jawab Jaxtyn datar
"hei, ayolah kumohon" pinta Grazie dengan puppy eyes
"huh, baiklah" jawab Jaxtyn terpaksa
"sini, eh pakai ponselmu saja. Pasti ponselmu lebih mahal daripada punyaku. Jadi kameranya lebih bagus" ujar Grazie
"huh... Baiklah" jawab Jaxtyn
Grazie mengambil beberapa pose foto dan difoto oleh Jaxtyn.
"Jax, sini deh" pinta Grazie
"apa?" tanya Jaxtyn
"sini, foto yuk" ajak Grazie
"gak mau" jawab Jaxtyn
"ayolah, sini" ajak Grazie sambil menarik lengan Jaxtyn
"hmm.. " jawab Jaxtyn
Grazie tanpa ragu mendekatkan wajahnya disamping wajah Jaxtyn dan mengambil ponsel Jaxtyn lalu tersenyum.
"hei, tersenyumlah!" tegas Grazie
"apasih, foto saja kenapa" kesal Jaxtyn
"aku gabakal pergi sebelum kamu senyum" kesal Grazie
"huh yaudah sini" ucap Jaxtyn terpaksa sambil merebut ponselnya
Mereka berjalan kesebuah pohon didekat tembok dan berfoto disana karena merasa cahaya disana cukup bagus.
Dengan terpaksa Jaxtyn tersenyum.
"1 2 3... "
Cekrek....
"udahkan?" ujar Jaxtyn
"udah dong, sini liat hasilnya" ucap Grazie
"ganteng juga kamu kalo senyum" ucap Grazie sambil melihat hasil foto
Deg...
Hati Jaxtyn berdebar-debar tak karuan. Wajahnya memerah dan ini baru pertama kalinya untuknya.
"ti tidak, kata siapa" gugup Jaxtyn
Grazie langsung memegang dahi Jaxtyn. Saat itu juga, detak jantung Jaxtyn tak karuan seolah sedang maraton.
"su sudahlah, aku lelah. Ayo pulang" hindar Jaxtyn
"eh.. Jangan lupa kirim ya" ucap Grazie
"hmm... " jawab Jaxtyn
Mereka bergegas pulang, namun saat diperjalanan Grazie mengajak Jaxtyn mampir ketoko buku.
"Jax, mampir ke toko buku ya" ajak Grazie
"huh.. Mau ngapain lagi?" tanya Jaxtyn
"ya beli buku lah, ya kali beli baju" ucap Grazie
"huh.. baiklah" ucap Jaxtyn
Mereka mampir ke mall besar dan masuk ke Gramedia.
///***///
Di Gramedia
"kamu ikut apa tunggu sini?" tanya Grazie
"kamu masuklah, nanti kutunggu di kasi ucap Jaxtyn datar
"ya baiklah" ucap Grazie
Grazie berputar-putar mencari buku tentang kedokteran, yanh berbahasa inggris tentunya. Ia juga membeli beberapa buku panduan menggambar arsitektur.
*****
Kasir
"sudah?" tanya Jaxtyn
"sudah, bentar mau bayar" ucap Grazie
Sejak keberangkatan Grazie, ia selalu belajar bahasa Indonesia agar tak kesulitan berkomunikasi. Tentunya dengan IQ dokternya ia dengan mudah belajar.
"udah?" tanya Jaxtyn datar
"udah, yuk" ajak Grazie
"kok tadi beli buku arsitek juga? Mau gambar? Atau beliin siapa?" tanya Jaxtyn
"oh, bukan. Aku beli buan Kenn, dia adala.... " jelas Grazie yang terpotong
loh ya sudah, aku tak perduli urusanmu. Nih buat kamu" ucap Jaxtyn sambil memberikan sebuah buku
"apa ini?" tanya Grazie
"baca lah" jawab Jaxtyn
"makasih... " jawab Grazie sambil memeluk Jaxtyn
Jaxtyn kaget setengah mati, namun ia juga merasa hangat saat dipeluk oleh Grazie.
"oh maaf, aku lupa ini Indonesia" ujar Grazie
"gak papa" jawab Jaxtyn
Jaxtyn membelikan sebuah buku kamus tebal Inggris-Indonesia. Ia berharap kalau Grazie akan lebih mudah belajar bahasa Indonesia.
Setelah selesai mereka pulang, tapi mampir kebank untuk mentransfer uang Grazie untuk Kenneth.
Hari berlalu dengan cepat, semua berlalu seperti biasa. Aku dan Kenzo yang meributkan ini itu karena Kenzo yang terlalu over ptotective selama aku hamil. Namun suatu hari, Clarissa dan Chriss datang kerumah.
///***///
Di Rumah
"Angel... " panggil Clarissa
"loh, Clarissa. Kok disini" tanyaku sambil memeluk Clarissa karena rindu
"kenapa? Gak boleh ya" ucap Clarissa
"the door of this house always opened for you" ucapku
"owwwhhh, aku baper" ucap Clarissa
"sini duduk dulu.. " ucapku "sayang, ini Clarissa dan Chriss datang"
Tak lama Kenzo turun untuk menemui Clarissa dan Chriss.
"woy bro, apa kabar?" tanya Kenzo sambil memeluk Chriss
"buruk pake banget" kesal Chriss "suruh bantuin, sampe disana ketemu bini malah gue ditinggal disana sendiri b*ngs*t lu"
"hehe, sorry gue lupa" ucap Kenzo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"lupa-lupa, kali ini kalo sampe lupa lagi gue bakal mobil lu" kesal Chriss
"lupa apaan?" tanya Kenzo
"nih... " ucap Clarissa sambil memberikan sebuah kertas kepadaku
"1 hari sebelum acara harus stand by dideketku terus ya" ucap Clarissa
"oh my gosh, gak nyangka udah nyusul aja nih anak" kagetku
"whohoo, berani juga lu bro" gurau Kenzo
"ya kali gak berani nikah, biar cepet halal aja gitu" gurau Chriss
"dih, ni anak" gurau Kenzo
"remember okay!" ucap Clarissa
"always baby" jawabku
Clarissa memberikan sebuah undangan, itu adalah undangan pernihakannya dengan Chriss. Aku tak menyangka kalau pernikahan mereka secepat ini. Tapi aku bahagia akhirnya mereka menikah dan memilih untuk hidup bersama. Setidaknya aku tenang kalau tau Chriss lah yang menjadi pendamping hidup Clarissa.
Semua berjalan dengan cepat, hari terus berganti hingga tiba saatnya Clarisaa dan Chriss menikah.
///***///
Pernikahan Clarissa dan Chriss
"bro, gue gugup setengah mati sumpah" ujar Chriss yang dari tadi gugup
"sekarang udah rasain kan gimana gugupnya mau nikah?" ledek Kenzo
"temen susah malah diledek" kesal Chriss
"lu dulu gimana ke gue hah?" tanya balik Kenzo
"ungkit-ungkit terus sampe sukses" kesal Chriss
"gak usah sampe sukses, sekarang aja gue udah sukses kok" ledek Kenzo
"lah sialan lo" kesal Chriss
Di Sisi Lain
"Angel, aku gugup. Aku takut melakukan kesalahan" gugup Clarissa
"santai saja, semua pasti baik-baik saja" ucapku
"kamu bilang gitu kan gak ngerasain" ucap Clarissa
"hei baby, kamu nikah ada persiapana. La aku nikah gak ada kabar plus dadakan lagi. Gugup mana coba hah!" ucapku sambil berkacak pinggang
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏