My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Pantang Menyerah



Hari itu aku hanya menikmati hariku dengan mengemil dan menonton film di laptopku. Belum sampai larut malam aku telah tertidur. Pagi harinya aku melihat masih pukul 05.30 pagi. Aku bergegas bangun, merapikan rambutku dengan sebuah tali rambut. Aku hanya menali rambutku tanpa kutata. Aku bergegas menuju dapur, mengambil beberapa bahan yang ada dikulkas dan memasaknya. Setelah semua siap aku menaruhnya dengan rapi, huh hanya ada beberapa bahan yang tersedia, tidak terlalu banyak. Namun itu tak mempersulitku, pantang menyerah bukanlah sifatku. Hmmmm aroma makanan itu sangat wangi. Saat aku kecil aku sering belajar memasak dari bi Sumi jadi aku tidak bingung jika disuruh memasak dengan bahan seadanya. Tak lama kemudian ayah angkatku bangun dan langsung menuju dapur. Dia berdiri didepan meja makan tanpa bersuara sama sekali. Aku hanya terheran-heran melihatnya. Lalubaku bertanya padanya.


"ayah, kau kenapa"


Perlahan dia menetesakan air mata. Aku kebingungan, sesegera aku bertanya lagi.


"ayah jawab aku, apa kau baik-baik saja? Aku khawatir padamu"


"tak apa Angel, aku hanya teringat kenanganku dengan putriku. Semenjak aku bergabung dengan mafia ini, aku selalu menolak makanan yang disajikan putriku. Setiap pagi ia memasak untukku, menyiapkan bajuku, mengurus rumah, namun aku selalu menolak untuk memakan masakannya. Setiap hari aku selalu mengacuhkannya dan tak pernah memperhatikannya. Dia selalu baik padaku meski aku tak pernah memperhatikannya sama sekali. Aku sangat menyesal sekarang" jawab ayah angkatku


"tenanglah yah, aku yakin putrimu sudah tenang disana dan dia tidak ingin kau terlarut-larut dalam kesedihan ini. Mari kita makan dan menyambut hari ini dengan senyuman" jawabku dengan tersenyum dan lembut.


"terima kasih Angel. Kau membuat hidupku lebih baik, sejak kematian putriku aku selalu menaruh curiga pada semua orang, namun setelah aku bertemu denganmu saat ledakan itu entah kenapa aku langsung teringat putriku dan rasanya aku hanya bisa mempercayaimu saat melihatmu. Kadang saat melihatmu aku melihat kau memiliki beberapa kesamaan dengan putriku, terkadang aku masih sering memimpikannya" ucap ayah angkatku


Astaga apa seperti ini disayangi sepenuh hati oleh seorang ayah. Padahal ia seseorang yang sangat kejam, keras dan licik. Namun ia bisa meneteskan air mata hanya karena putrinya. Andai saja ayahku bisa menyayangiku sepenuh hati seperti ayah angkatku menyayangi putrinya.


Setelah makan ayah angkatku segera pergi ke markas, katanya ada urusan penting. Aku tak perlu pergi ke markas untuk beberapa waktu karena aku telah diberi tugas.


Baiklah hari ini aku akan mulai bekerja. Aku membuat beberapa rencana. Pertama aku harus bekerja sama dengan beberapa orang. Aku bertemu dengan beberapa orang penting, bahkan aku mengajaknya negosiasi namun tak ada yang menerimaku. Aku mencoba melamar beberapa perusahaan, awalnya berencana untuk melamar sebuah pekerjaan, awalnya mereka menerimaku namun setelah mereka mendapat telfon mereka segera menolakku dan mengusirku. Aku sudah menduga ini, ini pasti ada campur tangan ayahku.


Aku memutar otak, akhirnya aku memutuskan akan membangun perusahaanku sendiri dengan hasil jerih payahku sendiri.


Baiklah jika ini jalannya aku akan bekerja sendiri, jika seluruh dunia menolakku maka aku akan paksa mereka untuk menerimaku.