My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Jalan Maut



1 Bulan kemudian setelah kejadian pesawat jatuh kakek Angel belum kunjung sadar dan mama Angel depresinya semakin memburuk. Bahkan hampir setiap hari kumat.


"Angel... Jangan pergi nak... " teriak mama Angel


"nyonya, anda hanya berhalusinasi" ucap suster


"tidak, aku benar-benar melihat anakku" ucap mama Angel


"nyonya, berdirilah. Saya akan memberikan anda obat penenang" ucap suster


"tidak, aku mau anakku. Aku tidak gila. Hiks.. Hiks... Hiks... " tangis mama Angel


"saya mohom nyonya... " pinta suster


Suster berusaha mendekati mamaku untuk menyuntikan obat penenang pada mamaku agar tidak berhalusinasi lagi. Namun saat hendak menyuntiknya ada yang datang.


"hentikan" teriak seorang gadis


Tak lama mamaku menangis sekencang-kencangnya.


"Angel.... " panggil mamaku


"apa mama merindukanku?" tanyaku


"kemarilah. Peluk mamamu ini" pinta mamaku


Aku berjalan mendekat dan memeluk mamaku dengan satu tangan namun sangat erat. Kami berpelukan dilantai.


"jangan pergi, mama akan mati dan menyusulmu" ucap mamaku


"mama ini bilang apa?" tanyaku


"mama hanya berhalusinasi" ucap mamaku


"ma... sadarlah, aku benar-benar disini. Anakmu disini" yakinku


"apa.... " kaget mama


"suster kau melihatku juga kan" ucapku


"ha ha hantu.....!!!!!! " teriak suster sambil lari ketakutan


"woi gue belum mati" teriakku kesal


"apa mama tidak halu?" tanya mama


"tidak. aku benar-benar disini mamaku sayang" ucapku


"mama sangat merindukamu" ucap mama


"ayo duduk saja, kakiku sakit" ucapku


"sini sayang aku bantu" ucap Kenzo sambil membantuku berdiri


Kami berdiri dan duduk disofa dekat ranjang kakekku.


"ceritakan semua pada mama tanpa terlewat" gertak mama


"oke ok, jadi saat itu...... "


Flashback Onn....


"bagaimana ini?" tanyaku


"tenang Angel, ada aku. Aku akan selalu melindungimu" ucap Kenzo


"tapi bagaimana ini?" panikku


Kenzo memutar layar jam tangannya.


"ayo ikut aku" ajak Kenzo


"kemana?" tanyaku


"lompat dari pesawat" ajak Kenzo


"apa? Apa kau gila?" tanyaku


"dibawah adalah laut. Jika kita diam disini, menurut prediksiku pesawat akan meledak sebelum jatuh dalam air. Apa kau mau mati konyol?" tanya Kenzo


"tapi.. " sangkalku


"kau percaya padaku kan (menggeggam tangaku)" ucap Kenzo


"tapi... Aku phobia ketinggian" ucapku


"tenanglah, ada aku. Sekarang tutup matamu dan jangan melihat kebawah dan peluk aku seerat-eratnya jika kau takut" ucap Kenzo


Aku memeluk Kenzo sambil menutup mata dan...


Wushh...


Kenzo dan aku melompat dari pesawat dengan posisi Kenzo dibawahku, ia berusaha melindungiku. Setidaknya jika kita jatuh, Kenzo lah yang akan terluka parah karena berada dibawah. Aku benar-benar takut sampai-sampai aku menangis tanpa sadar.


"Angel.. Aku mencintaimu" ucap Kenzo


Benar saja, sesaat setelah melompat pesawat meledak dan membuat kami terpental jauh, saat terpental kami sudah terluka karena ledakan dan terkena beberapa puing pesawat. Namun saat hendal jatuh dalam air...


Srett...


Kenzo melempar tubuhku keatas dan dirinya jatuh dalam air.


"Kenzoo..... " teriakku


Benar saja, tak lama setelah aku dilempar tanganku ditangkap oleh Chriss yang datang dengan helikopter.


"kena....!!!!" ucap Chriss


"selamatkan Kenzo" tangisku


"penyelam, selamatkan Kenzo. Cepat!!!" bentak Chriss


Tak lama sebuah kapal datang dan langsung menarik para penyelam dan Kenzo keatas kapal.


"biarkan aku turun" ucapku


"jangan bahaya" cegah Chriss


"biarkan, Kenzo disana. Kumohon" pintaku


"tidak, kita akan bertemu didaratan" bentak Chriss


Tak lama aku jatuh pingsan saat sudah ditarik Chriss kedalam helikopter.


Aku tetap tidak merespons.


"cepat menuju daratan dan menuju rumah sakit" bentak Chriss


Saat didalam helikopter aku masih pingsan namun bermimpi jika bertemu Kenzo.


*********


Di Mimpi


"Kenzo... " panggilku


"Angel, setelah ini kau harus hidup dengan baik ya sayang. Jaga dirimu (mengusap rambutku)" pesan Kenzo


"tidak, kau mau kemana?" tanyaku


"suatu saat kita pasti bersama kembali" ucap Kenzo


"tidak boleh, kau tak boleh meinggalkanku. Kau lah orang kedua setelah kakakku yang bisa membuatku sangat bahagia (memeluk Kenzo)" jelasku


"hmm... bagaimana ya, ini takdir sayang (senyum)" ucap Kenzo


"jangan tinggalkan aku atau akan kuhancurkan dunia ini dan kuhancurkan tiap keluarga didunia ini" ancamku


"tapi ini bukan keputusanku. Aku juga tak mau meninggalkanmu" ucap Kenzo


"meski ini adalah takdir, aku akan marah pada Tuhan selamanya jika kau meninggalkanku. Akan kubuat semua orang merasakan ditinggalkan. Aku punya uang, koneksi, kekuasaan. Kurang apalagi, membuat orang menderita sangat mudah bagiku" ancamku


"kumohon jangan jadi jahat" pinta Kenzo sambil meneteskan air mata


"jangan tinggalkan aku atau akan kubunuh Angel yang lembut ini" ancamku


Aku melihat Kenzo langsung memelukku dan berpesan sebelum aku sadar lalu pingsan lagi.


"jadilah gadis baik. Berdoalah agar Tuhan mengabulkan permintaanmu. Berdoalah agar kita bisa bersama selamanya. Berdoalah agar semoga aku kembali bersamamu" pesan Kenzo


Tak sadar padahal aku pingsan namun aku meneteskan air mata. Entah kenapa aku seperti setengah sadar. Hatiku selalu berdoa agar Kenzo selalu bersamaku.


///***///


Rumah Sakit


Aku dan Kenzo segera dilarikan menuju rumah sakit dan langsung dibawa ke ruang ICU. Sedangkan Kenzo langsung keruangan operasi karena takut mengenai luka dikepalanya yang pernah membuatnya amnesia dulu.


Aku koma selama 1 minggu dan tidak sadarkan diri selama 2 minggu. Setelah 1 minggu Kenzo mulai pemulihan, walau lemah dan kemungkinan sadarnya masih sangat rendah tapi tetap terus membaik berbeda denganku yang sewaktu-waktu bisa memburuk karena masih terus dibayangi oleh phobia ketinggian yang membuat pemulihanku semakin lama.


Kenzo mulai pulih namun masih kritis, menurut dokter hanya mukjizat yang bisa membuatnya tertolong. Aku bersyukur Tuhan mendengar doaku, Kenzo sadar dan berangsur-membaik.


Hari ke 12 dirumah sakit.


Kenzo menggerakkan tangannya, perlahan menggerakkan tubuhnya dan akhirnya sepenuhnya sadar.


Hari ke 13 dirumah sakit


Kenzo mulai membaik dan mulai bisa berbicara kembali.


"Chriss, apa yang terjadi. Kenapa kepalaku sangat sakit. Bagaimana Angel, dimana dia?" tanya Kenzo


"tenanglah, dia baik-baik saja" jawab Chriss


"ah syukurlah. Bisakan aku menemuinya?" tanya Kenzo


"besok saja. Kata dokter kau bisa menemuinya besok" bohong Chriss


"kenapa tidak hari ini" tanya Kenzo


"dia masih ada jadwal pemeriksaan. Lagipula kau belum pulih, bayangkan kalau dia tau kau seperti ini. Bukannya dia akan sangat sedih?" tanya Chriss


"hmm baiklah" ucap Kenzo


Saat malam Kenzo kembali tidur dan bermimpi tentangku.


DiMimpi....


"Angel... " panggil Kenzo


"hai Kenzo. Apa kabarmu?" tanyaku


"baik, bagaimana denganmu. Mengapa tidak menemuiku? Apa tidak rindu?" tanya Kenzo


"hmm.. Aku rindu, maafkan aku. Sepertinya aku akan pergi" ucapku


"kemana?" tanya Kenzo


"entahlah" jawabku


Kenzo hanya mengangkat alis dan memelukku dengan erat.


"jangan pergi" ucap Kenzo


Kenzi merasa tak nyaman dengan tangannya, ia melihat tangannya penuh darah dan langsung melepas pelukannya.


"Angel.... Apa kau baik-baik saja? Mengapa kau berdarah?" kaget Kenzo


"tidak papa. Terima kasih sudah menjagaku" ucapku


Sesaat Kenzo langsung terbangun dari tidurnya. Dilihatnya jam menunjukan pukul 08.00 pagi. Ia bergegas keluar dengan susah payah mencari Chriss. Namun yang ditemukan adalah Chriss berbicara dengan dokter tentang kondisi Angel.


"bagaimana keadaan Angel dok?"


"sebenarnya tidak parah, hanya saja benturan dikepalanya membuat pemulihan lebih lama. Lalu sepertinya dia memikirkan sesuatu yang membebani mentalnya. Itu sangat berat, makanya itu sangat mempersulit pemulihannya. Kita hanya bisa berdoa semoga Tuhan memberikan mukjizat sehingga ia dapat sadar" ucap dokter


"tapi bagaimana keadaanya?" tanya Chriss


"kita bisa menyatakan dia baik-baik saja kalau dia sudah sadar. Kalau belum ya, terserah Tuhan saja bagaimana memutuskan. Kita hanya bisa berdoa" ucap dokter


Kenzo yang mendengar kata-kata tersebut langsung panik dan berjalan menuju Chriss. Ia menarik kerah baju Chriss sambil marah.


"katakan yang sebenarnya, bagaimana keadaan Angel!" gertak Kenzo


"eh Kenzo, kenapa disini. Itu tidak baik untuk kesehatanmu" hindar Chriss


"beri tau aku atau aku akan mengobrak-abrik rumah sakit ini. Dan aku tak main-main" gertak Kenzo


"baiklah. Kemungkinan saat pesawat meledak ada puing pesawat yang mengenai kepalanya yang membuanya belum sadar sampai saat ini" jelas Chriss


"hanya benturan? Kenapa belum sadar?" tanya Kenzo


"kata dokter, seperti ada yang membebani pikirannya dan mentalnya. Itu membuat pemulihan semakin sulit. Takutnya jika dia geger otak berat. Itulah yang ditakutkan" ucap Chriss