My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Ceroboh



"nona Maureen, anda dan pengacara anda memiliki hak untuk melakukan pembelaan" ucap Hakim


"pertama Nona Maureen tidak memiliki motif untuk menterang nona Theo dan kedua apa buktinya apabila nona Maureen menyerang nona Theo?" pembelaan pengacaraku


"nona Maureen jelas-jelas memiliki motif, sebelum nona Maureen menjadi tunangan tuan Kenzo, nona Theo pernah memiliki hubungan khusus dengan tuan Kenzo. Jadi hal ini sangat memungkinkan untuk terjadi atas dasar rasa cemburu" sahut pengacara Lisa


"baiklah nona Theo, apa bukti yang kau miliki untuk mengajukan tuntutan padaku?" tanyaku


"dari semalam aku belum melakukan apa-apa setelah insiden itu. Jadi sangat mungkin kalau sidik jarimu tertinggal dileherku" jawab Lisa


Pengacaraku terlihat sedikit gugup aku memasang wajah datar serius sedangkan Lisa tersenyun percaya diri. Dan Lisa berkata seolah-olah dia akan memenangkan kasus ini. Maaf Lisa, tak akan kubiarkan kau memenangkan kasus ini dan merusak nama baikku. Lihat saja.


"baiklah, tim forensik anda memiliki wewenang untuk memeriksa korban. Dan nona Maureen, anda dipersilakan untuk mengikuti tes sidik jari untuk pembuktian" jawab Jaksa


Tak lama aku membisikan sesuatu pada pengacaraku. Aku menyuruhnya untuk tetap tenang. Dan aku juga memberikan suatu cara.


"maaf pak Jaksa, saya ingin usul. Untuk mencegah kasus ini menjadi pencemaran nama baik alangkah baiknya apabila semua orang yang bersangkutan disini mengikuti tes sidik jari" usul pengacaraku


"baiklah, usul anda sangat logis dan bisa diterima. Sekarang semua orang yang bersangkutan disini diperkenankan untuk mengikuti tes sidik jari. Termasuk keluarga korban, tertuduh, saksi korban, tertuduh dan semua orang yang hadir disini" ucap Jaksa


"baiklah, setelah ini semua orang akan mengikuti tes sidik jari. Setelah itu sidang ditunda sampai besok. Sambil menunggu hasil tes forensik(dok dok dok)" ucap Hakim


Semua orang mengikuti tes itu, setelah semua selesai aku dan pengacaraku keluar. Diluar kami berbincang sebentar.


"nona kenapa kau terlihat begitu tenang. Jika sampai nona Theo memenangkan kasus ini anda bisa dipidana hingga 10 tahun atas kasus percobaan pembunuhan, ini juga akan berpengaruh pada reputasi dan harga saham perusahaan anda?" tanya pengacaraku


"anda memang ada benarnya, saya ini bukan orang pintar. Tapi saya juga bukan orang bodoh, sementara kita kecoh Lisa dulu. Biarkan dia memainkan perannya" jawabku


"apa maksud anda?" tanya pengacara


"saya mempunyai kejutan tersendiri untuknya" jawabku


Pengacaraku hanya terdiam melongo melihatku. Santai, aku ini bukan orang bodoh Lisa, kita lihat siapa yang akan menang, tertawa hingga terakhir dan memiliki Kenzo sepenuhnya.


Tak lama akupun pulang keapartemenku.


///***///


Di Apartemenku


"kau sudah pulang sayang?" tanya Kenzo


"ya" jawabku


Kenzo langsung datang padaku dan memelukku.


"terima kasih sayang, kau memang yang terbaik. Aku tak salah memilihmu" ucap Kenzo


"apa maksudmu?" tanyaku


"sudahlah jangan berlagak bodoh, aku sudah tau semuanya. Eh juga, kau ini wanita membawaku kerumahmu. Apa kau ingin kita menikah secepatnya?" goda Kenzo


"idih, pd amat jadi orang" jawabku


"ayolah, aku ini kaya, sukses dan juga sangat tampan. Ayo kita menikah" tawar Kenzo


Di sofa


"ayolah, kau pasti tak akan menyesal menikahiku. Lagipula kemarin kau juga sudah menerima lamaranku" bujuk Kenzo


"idih, siapa juga. Aku menerima lamaranmu, belum tentu aku mau menikahimu. Lagipula aku tak mau menikahi pria bodoh, hahahahahaha" gurauku


"hei aku ini pintar tau" jawab Kenzo


"kalau kau pintar, bagaimana kau bisa sangat ceroboh semalam. Kalau saja aku tidak tepat waktu, mungkin kali ini kau tidak berani menemuiku" jelasku


"ya ya, aku salah. Maafkan aku ya sayang" pinta Kenzo sambil memegangi tanganku


"kalau mau kumaafkan, kau harus bantu aku" ucapku


"bantu apa? caranya?" tanya Kenzo


"kau harus bantu aku memenangkan kasus ini, kau harus mau menjadi saksi" pintaku


"kalau tidak mau" gurau Kenzo


"tak apa, tenanglah"jawabku


Ceklek..


Aku mengeluarkan sebuah pistol dan mengisi pelurunya.


"te te tenanglah sayang, aku mau aku mau. Jangan bunuh aku dulu, kita belum menikah. Aku masih mau punya anak denganmu. Kalau sudah tercapai bunuh saja aku tidak apa" ucap Kenzo gugup


"woy, kamu ini bodoh atau bagaimana? Kalau kamu mati, aku punya anak, nanti aku jadi janda dong?" tanyaku


"eh iya juga ya" jawab Kenzo


"eh tidak apa, nanti kalau kamu mati kan aku bisa balikan sama Leo atau kak Chriss" gurauku


"hei, aku masih disini. Jangan pernah dekati mereka berdua atau pria lain. Atau mereka akan kubunuh satu persatu" ancam Kenzo


"Hahahahahaha, boss Mafia ini takut kalau aku selingkuh. Hahahahahaha" aku tertawa


"diam-_-" jawab Kenzo


Kamipun mengabiskan banyak waktu untuk berbicara dan bergurau. Aku sangat menikmati waktu itu. Aku tak merasa takut sama sekali ketika bersama Kenzo


///***///


Di Pengadilan


"hari ini hasil sidik jari dari tim forensik sudah keluar" ucap Jaksa


"akhirnya" ucap Lisa lirih


Lisa sangat percaya diri dan tersenyum dengan tenang. Namun disana aku hanya diam tanpa ekspresi. Aku hanya serius mendengarkan ucapan Jaksa maupun Hakim.


"setelah kami melakukan tes, tim forensik telah menemukan pelaku dan kami memutuskan........" ucap Hakim