
"Kenzo.. " panggilku
"ya? Ada apa?" tanya Kenzo
"kamu gak ada niatan kasih aku hadiah gitu?" tanyaku
"hemm, gimana ya... " gurau Kenzo
"kamu mah.. " kesalku
"Iya-iya tapi belakangan ya, aku lupa" ucap Kenzo
"ihh kamu ih.. " kesalku
"lah gimana? Mau sekarang?" tanya Kenzo
"huum.. (mengangguk)" jawabku
Cup...
Kenzo menciumku sekilas.
"Ke Kenzo.... " geramku
"katanya mau hadiah?" tanya Kenzo
"ya jangan gitu juga" kesalku
"kan udah sah, gak papa lah" ucap Kenzo
"ah, terserah" ucapku
"marah ya? Jangan ngambek dong" bujuk Kenzo
"tau" jawabku singkat
"kok ngambek, ayo ikut aku aja" ucap Kenzo
"kemana?" tanyaku
"ngrayain hari ini lah" ucap Kenzo
"kemana?" tanyaku
"ke Laut lah, ini waktunya naik kapal. Yuk" ajak Kenzo
"okelah, aku pasrah" ucapku
Kami menaiki sebuah kapal pesiar mewah beserta tamu. Saat di laut berhenti, aku menikmati pemandangan indah itu dari lantai tertinggi kapal. Lalu tak lama Kenzo menyusulku.
"hei.. " sapa Kenzo
"hmm.. " jawabku
"suka nggak?" tanya Kenzo
"suka" jawabku
"mau hadiah sekarang?" tanya Kenzo
"gak ah, kamu bercanda aja" kesalku
"eh yang ini beneran loh. Aku berani sumpah. Ini hadiah khusus dari aku" ucap Kenzo
"huhh... (menghela nafas). Yaudah mana?" tanyaku
"keluarlah.. " panggil Kenzo
Aku masih penasaran hadiah apa yang diberikan Kenzo. Tak lama aku melihat anak kecil yang sangat tampan datang menghampiriku.
"mami.... " panggil Alvaro
"Alvaro.... " panggilku
Alvaro berlari menuju diriku dan memelukku sangat erat. Hari itu Alvaro sangat tampan dengan setelan jas berwarna putih.
"ini hadiahku. Dia udah sah jadi anak asuh kita. Aku udah urus dokumennya, mulai hari ini dia adalah anak kita dan akan tinggal bersama kita" ucap Kenzo
"a apa... " ucapku kaget.
Aku terlalu senang dan memeluk Kenzo sangat erat.
"makasih... " bisikku
"ada lagi... " ucap Kenzo
"hah?" tanyaku
Duarr.... Duar... Duar..
Kembang api meletus bergantian di langit, menjadi tampak indah dan menjadi momen yang sempurna. Oh Tuhan, terima kasih telah mengirimkan salah satu hamba terbaikmu padaku.
Kenzo menopang tubuh Alvaro dan mendudukannya di pundaknya yang bidang, lalu merangkulku. Kami bertiga menikmati kembang api itu. Aku sangat bahagia hingga air mataku menetes.
"udah selesai.. Yuk turun, masih ada kejutan loh.. " ucap Kenzo
"hah?" tanyaku kaget
Kenzo menarik tanganku sambil menggendong Alvaro untuk turun.
Saat dibawah...
"kak Angel... " panggil anak-anak
"lho.. Anak-anak, ibu panti?" kagetku
Aku langsung berlari memeluk anak-anak. Anak-anak sangat tampan dan cantik mengenakan setelan jas dan baju pesta yang mereka kenakan. Aku mendatangi ibu panti lalu memeluknya.
"ibu disini... " ucapku
"bagaimana aku bisa melewatkan hari terindahmu" ucap ibu panti
"makasih udah datang" ucapku
"semua yang bawa kami termasuk pakaian dan Alvaro, Kenzo yang menyiapkannya" ucap ibu Panti
"hah.. " kagetku
"sudahlah, kau sangat cantik hari ini. Sungguh bagai malaikat yang datang kepadaku, untung bukan malaikat maut" gurau ibu panti
"ibu, bisa saja.. Ibu juga cantik dengan baju ini" ucapku
"mana mungkin, aku sudah tua. Tentu saja lebih cantik dirimu" ucapku
"kamu ini.. " ucap ibu panti
Kami bercanda, berbicara dan membahas banyak hal. Sungguh aku tak menyangka kalau akan seperti ini. Aku sungguh merasa sangat beruntung bisa menjadi istri Kenzo.
Dipuncak acara kami naik keatas panggung dan secara terbuka dan jelas Kenzo mengumumkan bahwa kami sudah resmi menjadi suami istri.
"hadirin sekalian.. Aku ingin mengumumkan, bahwa Aku Kenzo Aileen dan Angel Mallory sudah sah menjadi suami istri. Dan laki-laki kecil ini adalah anak yang akan menjadi anak kami. Namanya Alvaro Aileen, secara terbuka aku mengumunkan kalau mulai sekarang Alvaro adalah putra kami.... " jelas Kenzo
Prok.. Prok.. Prok...
Suara tepuk tangan menggema dimana-mana. Aku sungguh bersyukur, aku merasa sangat senang dan puas akan perasaan sayang dan cinta Kenzo padaku.
Saat senggang aku mengajaknya naik ketasa meninggalkan banyak orang. Aku memeluknya dan dia merangkulku.
"terima kasih untuk semuanya.. " ucapku
"sama-sama, semua ini tak sebanding dengan senangnya diriku saat bisa menjadi suamimu" ucap Kenzo
Cup...
Aku mencium Kenzo dengan sangat lembut lalu berbisik padanya.
"ini hadiah pertamaku.. " bisikku
Lalu aku kembali menikmati pemandangan diatas kapal. Tak lama, Kenzo kembali menciumku. Namun juga tak selang lama, banyak kembang api yang meledak dilangit, menambah suasana romantis kami.