
Aku merasa berdebar-debar setelah lari dari Kenzo. Perasaan ini sudah tak asing bagiku, namun aku sudah cukup lama tidak merasakan debaran sekuat ini. Aku langsung pulang kerumah untuk beristirahat.
///***///
Besoknya
Aku langsung bersiap untuk kekantor. Dalam beberapa hari ini kantorku mulai semakin sibuk karena akan ada produk baru yang diluncurkan dari divisi pakaian. Aku langsung bergegas menuju kantor dengan pakaian formal.
///***///
Dikantor
Tok.... Tok.... Tok.....
Saat aku didalam ruangan, ada sesuatu yang mengetuk pintuku dari luar.
"masuk" ucapku
Tak lama bu Adele masuk.
"maaf mengganggu bu" ucap bu Adele
"ada apa?" tanyaku
"jadi begini bu, kalau boleh saya mau ijim selama 1 bulan. Anda boleh tidak menggaji saya, saya juga akan berusaha mencari pengganti sendiri. Asal anda jangan memecat saya" ucap bu Adele
"kenapa mendadak?" tanyaku
"keluarga saya ada yang masuk rumah sakit, dan juga bulan ini kakak saya menikah bu" ucap bu Adele
"oh begitu, baiklah. Semua terserah padamu, saya memberikam ijin. Namun tolong secepatnya mencari pengganti oke. Dalam bulan-bulan ini perusahaan kita juga lumayan sibuk karena peluncuran produk baru" ucapku
"baiklah bu, saya undur diri" ucap bu Adele
Aku sempat terkejut, tiba-tiba saja bu Adele izin selama 1 bulan. Yah mungkin nanti aku agak kerepotan karena harus beradaptasi lagi dengan sekretaris baru, namun tidak apa. Dari pada tidak sama sekali.
///***///
4 Hari kemudian
Di dal Kantorku
Ceklek.....
Bu Adele memasuki ruanganku dengan membawa beberapa dokumen penting.
"siang bu" sapa bu Adele
"siang, bagaimana perkembangannya?" tanyaku
"baik bu, cukup lancar. Ini dokumen yang harus anda tanda tangani(menyerahkan dokumen)" ucap bu Adele
"baiklah, ada lagi?" tanyaku
"oh iya, saya sudah menemukan pengganti yang cocok bu. Saya sudah melakukan interview dengannya. Ketrampilannya sangat baik. Besok dia datang kekantor, apa anda mau menemuinya terlebih dahulu?" tanya bu Adele
"tidak usah, cukup langsung masuk kerja saja" ucapku
"baik bu, saya undur diri" ucap bu Adele
"hmmmm.... " jawabku
Aku cukup penasaran. Siapa pengganti bu Adele, namun itu tak penting. Yang penting ketrampilannya bisa mengimbangi metode kerja perusahaan ini. Aku menyelesaikan dokumen penting. Tak lama aku baru mengingat sesuatu.
"astaga aku lupa, bonekaku" ucapku
Aku langsung bergegas menyelesaikan dokumennya dan ganti baju. Lalu aku pergi ke markas. Aku hampir melupakan Lisa dan Levi.
///***///
"selamat datang boss" sapa asistenku
"maaf, beberapa hari ini saya sibuk hingga tak sempat kesini" ucapku
"tak apa boss" ucap asistenku
"bagaimana perkembangannya?" tanyaku
"seperti biasa. Hubungan dengan Naga Darah semakin baik" ucap asistenku
"bagaimana Lisa dan Levi?" tanyaku
"yah, lebih parah dari yang kemarin" ucap asistenku
Aku dan asistenku langsung datang menuju kurungan Lisa terlebih dahulu.
"hai Lisa" sapaku
"kau b*ngs*t" ucap Lisa
"kenapa? Mau nangis? Lemah!" gertakku
"apa yang harus saya lakukan boss?" tanya asistenku
"bawa mereka berdua, bookingkan hotel. Lalu biarkan mereka lakukan sekali lagi dan taruh ini disekitar mereka(memberikan tas)" ucapku
"apa ini boss" tanya asistenku
"oh, tas itu berisi narkoba dan bukti-bukti tentang semua produksi dan pengedaran narkoba ini. Jangan lupa pancing polisi agar datang saat mereka berpesta" bisikku lirih
"baik boss" ucap asistenku
"mau apa kau" ucap Lisa
"ampuni kami boss" ucap David
"maaf, tidak ada kata ampun" ucapku
Aku menggerakan tanganku seolah memberi sinyal, dan anggotaku melakukan tugasku. Seperti rencana, mereka akan dibuat mengkonsumsi narkoba dan pesta narkoba saat itu juga polisi akan datang menyergap dan menemukan mereka berdua sedang berpesta dan menemukan bukti-bukti produksi dan pengedaran narkoba yang telah kukumpulkan. Jadi David masuk penjara, sedangkan Lisa tambah hukumannya karena berususan dengan narkoba dan kabur dari penjara. Namun aku tak melepaskan mereka begitu mudah, andai suatu saat mereka lepas lebih awal, maka mereka berdua akan kujadikam budak di gengku. Lumayan sepadan dengan kesalahan mereka, walau tidak imbang bagiku. Tak lama aku kembali pergi ke ruangan Levi
"hai Levi" sapaku
"lepaskan aku, sampai kapan kau mau menyiksaku" tangis Levi
"berani menyinggungku nyawa bayaranmu. Bawa dia pergi" perintaku
"kemana boss?" tanya asistenku
"biarkan tubuh dan pakaiannya tetap berantakan seperti ini. Ayahnya sudah mencari, nanti nangis lagi si Levi. Ngerpotin. Biar dia kabur, tapi pastikan dia lewat jalan yang ramai dan banyak dilewati orang lain" bisikku lirih
"baik boss" ucap asistenku
Tak lama asistenku memberi sinyal oada anggotaku dan mereka melaksakan tugasnya. Rencanaku, walau Levi bisa kembali namun namanya tak akan pernah bisa kembali walau apapun yang dia lakukan. Aku mau dia jadi bahan tertawaan seluruh orang.
"ini atasi(memberikan flashdisk)" ucapku
"apa ini boss?" tanya asistenku
"yah, live streaming kesenangan Levi ada disini. Cari anggota kita yang paling cerdas masalah IT, buat ini tersebar tanpa diketahui" ucapku
"baik boss" jawab asistenku
Meski kalin bertiga bisa keluar dari markasku namun kesengsaraan kalian baru dimulai. Kuharap kalian menikmati hadiah yang kuberi ini.